Senin, 27 April 2026



*MATERI AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM* 


*A. IDENTITAS*  

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti  

Kelas/Semester : XII / Genap  

Materi Pokok    : Pentingnya Belajar di Waktu Muda  

Alokasi Waktu  : 2 x 45 Menit  

Nama Guru        : Rahmattulloh,S.Pd.I,Gr,M.Pd

Tahun                  : 2025/2026  


*B. TUJUAN PEMBELAJARAN*  

Setelah pembelajaran, peserta didik mampu:  

1. Menjelaskan dalil naqli tentang keutamaan menuntut ilmu di usia muda. C2  

2. Menganalisis manfaat belajar di waktu muda bagi masa depan dunia & akhirat. C4  

3. Menunjukkan sikap semangat belajar sebagai wujud syukur atas nikmat muda. A3  


*C. URAIAN MATERI: “MASA MUDA, MASA EMAS MENUNTUT ILMU”*


*1. Dalil Keutamaan Belajar di Waktu Muda*  

a. *Hadis Nabi SAW*:  

_“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara: mudamu sebelum tuamu...”_ HR. Hakim  

Muda = modal utama. Energi, daya ingat, waktu luang masih banyak.  


b. *Q.S. Al-Mujadalah: 11*  

_“...niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”_  

Ilmu jadi wasilah naik derajat, dan waktu muda adalah waktu terbaik mengejarnya.


c. *Kisah Sahabat*: Ibnu Abbas r.a. dijuluki _Turjumanul Qur’an_ karena sejak kecil rajin mencatat ilmu dari Rasulullah. Imam Syafi’i hafal Al-Qur’an usia 7 tahun, hafal _Al-Muwaththa’_ usia 10 tahun.


*2. Mengapa Harus Belajar Saat Muda?*

Aspek Waktu Muda Waktu Tua

**Daya Ingat** Kuat, cepat hafal Menurun, mudah lupa

**Tenaga** Prima, bisa begadang halal untuk ngaji Mudah lelah, ngantuk

**Tanggungan** Masih sedikit Sudah banyak: anak, kerja, utang

**Peluang** Banyak beasiswa, lomba, karier Terbatas, persaingan lebih berat

**Dosa** Belum banyak maksiat, hati bersih Bisa jadi sudah keras hati

*3. Akibat Malas Belajar Saat Muda*  

1. *Menyesal di hari tua* – “Andai dulu aku rajin...”  

2. *Jadi beban orang lain* – Tidak punya skill, susah mandiri.  

3. *Mudah dibodohi* – Hoax, investasi bodong, paham sesat masuk karena awam.  

4. *Hisab lebih berat* – Umur muda ditanya khusus. HR. Tirmidzi


*4. Kiat Sukses Belajar di Usia Muda*  

1. *Niat karena Allah* – Ikhlas, bukan sekadar nilai. Q.S. Al-Bayyinah:5  

2. *Manajemen Waktu* – Kurangi _scroll_ medsos, buat jadwal _ngaji + sekolah_.  

3. *Pilih Lingkungan* – Teman shalih mengajak ke majelis ilmu. Q.S. Al-Kahfi:28  

4. *Adab ke Guru* – Hormat, catat, amalkan. Imam Malik tidak berani buka kitab kecuali berwudhu.  

5. *Istiqamah Meski Sedikit* – 1 hari 1 halaman lebih baik daripada 1 juz tapi setahun sekali.


*5. Belajar = Investasi Akhirat*  

Ilmu yang diamalkan jadi amal jariyah. “Jika manusia mati, terputus amalnya kecuali 3: ...ilmu yang bermanfaat” HR. Muslim.  

Muda + berilmu = pemimpin umat. Pemuda Ashabul Kahfi, Muhammad Al-Fatih taklukkan Konstantinopel usia 21 tahun.


*D. METODE & KEGIATAN PEMBELAJARAN*  

1. *Apersepsi*: Tayang gambar animasi “Penyesalan Kakek” – lihat poin E.  

2. *Inti*: Tadarus Q.S. Al-Mujadalah:11, diskusi kelompok: “Kalau aku gak kuliah, 10 tahun lagi jadi apa?”  

Kamis, 02 April 2026

kelas 12

 

MATERI AJAR PAI

Topik: Pentingnya Belajar di Masa Muda menurut Ali bin Abi Thalib
Nama Guru: Rahmattulloh
Kelas: XII (Dua Belas)
Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam (PAI)


A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pentingnya menuntut ilmu di masa muda.
  2. Memahami hikmah perkataan Ali bin Abi Thalib tentang belajar.
  3. Menunjukkan sikap semangat belajar dan menghargai waktu muda.
  4. Mengaitkan pentingnya ilmu dengan kehidupan sehari-hari.

B. Materi Pembelajaran

1. Pengertian Belajar di Masa Muda

Belajar di masa muda adalah proses menuntut ilmu yang dilakukan sejak usia dini hingga dewasa, ketika kondisi fisik dan mental masih kuat serta daya ingat masih optimal.


2. Perkataan Ali bin Abi Thalib

Salah satu nasihat beliau:

“Ilmu di waktu kecil bagaikan ukiran di atas batu.”

Makna:

  • Ilmu yang dipelajari sejak muda akan melekat kuat dalam ingatan.
  • Masa muda adalah waktu terbaik untuk membangun fondasi ilmu dan karakter.

3. Pentingnya Belajar di Masa Muda

  • Daya ingat masih kuat → mudah memahami ilmu.
  • Waktu lebih panjang → kesempatan belajar lebih luas.
  • Membentuk karakter → disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras.
  • Menentukan masa depan → ilmu menjadi bekal kehidupan.

4. Hikmah dari Perkataan Ali bin Abi Thalib

  • Jangan menyia-nyiakan masa muda.
  • Ilmu adalah investasi jangka panjang.
  • Kesuksesan dimulai dari kebiasaan belajar sejak dini.

5. Contoh Penerapan dalam Kehidupan

  • Rajin belajar dan mengulang pelajaran.
  • Mengatur waktu antara belajar dan bermain.
  • Menghormati guru dan orang tua.
  • Aktif mencari ilmu dari berbagai sumber.

C. Contoh Gambar Ilustrasi

1. Ilustrasi Belajar di Masa Muda

📚 Seorang pelajar sedang membaca buku dengan penuh semangat di meja belajar.

2. Ilustrasi Ukiran di Batu

🪨 Gambar ukiran di batu sebagai simbol ilmu yang kuat dan tidak mudah hilang.

3. Ilustrasi Masa Depan Cerah

🎓 Seorang siswa lulus dengan bahagia karena rajin belajar sejak muda.

Jumat, 23 Januari 2026

PAI KELAS 12

  Nama Penyusun : Rahmattulloh, S.Pd.I, M.Pd.

Satuan Pendidikan : SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung

Kelas/Fase : XII (Dua Belas) F

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

1.     Capaian Pembelajaran


 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan pengertian Ilmu kalam.
  2. Mengidentifikasi ruang lingkup ilmu kalam.
  3. Menyebutkan penertian menurut tokoh ulama.
  4. Menunjukkan tujuan ilmu kalam

A. Pengertian Ilmu Kalam

Ilmu Kalam adalah cabang ilmu dalam Islam yang membahas akidah atau keimanan dengan menggunakan dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadis) serta dalil aqli (akal/logika).
Ilmu ini bertujuan untuk mempertahankan dan menjelaskan keyakinan Islam dari berbagai keraguan, kesesatan, dan pemikiran yang menyimpang.

Kata kalam berarti “pembicaraan” atau “diskusi”, karena ilmu ini banyak menggunakan dialog dan argumentasi dalam membahas masalah ketuhanan.


B. Sumber Ilmu Kalam

Sumber Ilmu Kalam terdiri dari beberapa hal berikut:

  1. Al-Qur’an
    Merupakan sumber utama yang berisi ajaran tentang keesaan Allah, sifat-sifat-Nya, para rasul, hari akhir, dan perkara gaib lainnya.

  2. Hadis Nabi Muhammad ﷺ
    Menjelaskan dan memperinci ajaran akidah yang terdapat dalam Al-Qur’an.

  3. Akal (Rasio)
    Digunakan untuk memahami dan memperkuat dalil naqli agar dapat diterima secara logis.

  4. Ijma’ Ulama
    Kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu kebenaran dalam masalah akidah.


C. Tujuan Ilmu Kalam

Tujuan mempelajari Ilmu Kalam antara lain:

  1. Memperkuat keimanan kepada Allah SWT dan ajaran Islam.

  2. Membela akidah Islam dari serangan pemikiran yang menyesatkan.

  3. Menjelaskan ajaran tauhid secara rasional dan sistematis.

  4. Menumbuhkan keyakinan yang benar sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadis.

  5. Membimbing umat Islam agar tidak mudah terpengaruh paham yang menyimpang.


D. Manfaat Ilmu Kalam

Manfaat mempelajari Ilmu Kalam antara lain:

  1. Menjadikan iman lebih kuat dan mantap.

  2. Membantu umat Islam memahami akidah secara benar dan logis.

  3. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam masalah keimanan.

  4. Menjadi benteng dari aliran sesat dan pemikiran yang keliru.

  5. Menumbuhkan sikap yakin, tenang, dan percaya diri dalam menjalani kehidupan beragama.


Kesimpulan

Ilmu Kalam sangat penting dalam pendidikan agama Islam karena membantu umat Islam memahami dan mempertahankan akidah dengan dasar yang kuat, baik dari wahyu maupun akal.

Kamis, 22 Januari 2026

MATERI PAI KELAS 12

  Nama Penyusun : Rahmattulloh, S.Pd.I, M.Pd.

Satuan Pendidikan : SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung

Kelas/Fase : XII (Dua Belas) F

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

1.     Capaian Pembelajaran


 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan pengertian Ilmu kalam.
  2. Mengidentifikasi ruang lingkup ilmu kalam.
  3. Menyebutkan penertian menurut tokoh ulama.
  4. Menunjukkan tujuan ilmu kalam

A. Pengertian Ilmu Kalam

Ilmu Kalam adalah cabang ilmu dalam Islam yang membahas akidah atau keimanan dengan menggunakan dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadis) serta dalil aqli (akal/logika).
Ilmu ini bertujuan untuk mempertahankan dan menjelaskan keyakinan Islam dari berbagai keraguan, kesesatan, dan pemikiran yang menyimpang.

Kata kalam berarti “pembicaraan” atau “diskusi”, karena ilmu ini banyak menggunakan dialog dan argumentasi dalam membahas masalah ketuhanan.


B. Sumber Ilmu Kalam

Sumber Ilmu Kalam terdiri dari beberapa hal berikut:

  1. Al-Qur’an
    Merupakan sumber utama yang berisi ajaran tentang keesaan Allah, sifat-sifat-Nya, para rasul, hari akhir, dan perkara gaib lainnya.

  2. Hadis Nabi Muhammad ﷺ
    Menjelaskan dan memperinci ajaran akidah yang terdapat dalam Al-Qur’an.

  3. Akal (Rasio)
    Digunakan untuk memahami dan memperkuat dalil naqli agar dapat diterima secara logis.

  4. Ijma’ Ulama
    Kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu kebenaran dalam masalah akidah.


C. Tujuan Ilmu Kalam

Tujuan mempelajari Ilmu Kalam antara lain:

  1. Memperkuat keimanan kepada Allah SWT dan ajaran Islam.

  2. Membela akidah Islam dari serangan pemikiran yang menyesatkan.

  3. Menjelaskan ajaran tauhid secara rasional dan sistematis.

  4. Menumbuhkan keyakinan yang benar sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadis.

  5. Membimbing umat Islam agar tidak mudah terpengaruh paham yang menyimpang.


D. Manfaat Ilmu Kalam

Manfaat mempelajari Ilmu Kalam antara lain:

  1. Menjadikan iman lebih kuat dan mantap.

  2. Membantu umat Islam memahami akidah secara benar dan logis.

  3. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam masalah keimanan.

  4. Menjadi benteng dari aliran sesat dan pemikiran yang keliru.

  5. Menumbuhkan sikap yakin, tenang, dan percaya diri dalam menjalani kehidupan beragama.


Kesimpulan

Ilmu Kalam sangat penting dalam pendidikan agama Islam karena membantu umat Islam memahami dan mempertahankan akidah dengan dasar yang kuat, baik dari wahyu maupun akal.

Rabu, 21 Januari 2026

MATERI PAI KELAS 12

  Nama Penyusun : Rahmattulloh, S.Pd.I, M.Pd.

Satuan Pendidikan : SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung

Kelas/Fase : XII (Dua Belas) F

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

1.     Capaian Pembelajaran


 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan pengertian Ilmu kalam.
  2. Mengidentifikasi ruang lingkup ilmu kalam.
  3. Menyebutkan penertian menurut tokoh ulama.
  4. Menunjukkan tujuan ilmu kalam

A. Pengertian Ilmu Kalam

Ilmu Kalam adalah cabang ilmu dalam Islam yang membahas akidah atau keimanan dengan menggunakan dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadis) serta dalil aqli (akal/logika).
Ilmu ini bertujuan untuk mempertahankan dan menjelaskan keyakinan Islam dari berbagai keraguan, kesesatan, dan pemikiran yang menyimpang.

Kata kalam berarti “pembicaraan” atau “diskusi”, karena ilmu ini banyak menggunakan dialog dan argumentasi dalam membahas masalah ketuhanan.


B. Sumber Ilmu Kalam

Sumber Ilmu Kalam terdiri dari beberapa hal berikut:

  1. Al-Qur’an
    Merupakan sumber utama yang berisi ajaran tentang keesaan Allah, sifat-sifat-Nya, para rasul, hari akhir, dan perkara gaib lainnya.

  2. Hadis Nabi Muhammad ﷺ
    Menjelaskan dan memperinci ajaran akidah yang terdapat dalam Al-Qur’an.

  3. Akal (Rasio)
    Digunakan untuk memahami dan memperkuat dalil naqli agar dapat diterima secara logis.

  4. Ijma’ Ulama
    Kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu kebenaran dalam masalah akidah.


C. Tujuan Ilmu Kalam

Tujuan mempelajari Ilmu Kalam antara lain:

  1. Memperkuat keimanan kepada Allah SWT dan ajaran Islam.

  2. Membela akidah Islam dari serangan pemikiran yang menyesatkan.

  3. Menjelaskan ajaran tauhid secara rasional dan sistematis.

  4. Menumbuhkan keyakinan yang benar sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadis.

  5. Membimbing umat Islam agar tidak mudah terpengaruh paham yang menyimpang.


D. Manfaat Ilmu Kalam

Manfaat mempelajari Ilmu Kalam antara lain:

  1. Menjadikan iman lebih kuat dan mantap.

  2. Membantu umat Islam memahami akidah secara benar dan logis.

  3. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam masalah keimanan.

  4. Menjadi benteng dari aliran sesat dan pemikiran yang keliru.

  5. Menumbuhkan sikap yakin, tenang, dan percaya diri dalam menjalani kehidupan beragama.


Kesimpulan

Ilmu Kalam sangat penting dalam pendidikan agama Islam karena membantu umat Islam memahami dan mempertahankan akidah dengan dasar yang kuat, baik dari wahyu maupun akal.

Selasa, 20 Januari 2026

materi PAI KELAS 12

  Nama Penyusun : Rahmattulloh, S.Pd.I, M.Pd.

Satuan Pendidikan : SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung

Kelas/Fase : XII (Dua Belas) F

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

1.     Capaian Pembelajaran


 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan pengertian Ilmu kalam.
  2. Mengidentifikasi ruang lingkup ilmu kalam.
  3. Menyebutkan penertian menurut tokoh ulama.
  4. Menunjukkan tujuan ilmu kalam

A. Pengertian Ilmu Kalam

Ilmu Kalam adalah cabang ilmu dalam Islam yang membahas akidah atau keimanan dengan menggunakan dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadis) serta dalil aqli (akal/logika).
Ilmu ini bertujuan untuk mempertahankan dan menjelaskan keyakinan Islam dari berbagai keraguan, kesesatan, dan pemikiran yang menyimpang.

Kata kalam berarti “pembicaraan” atau “diskusi”, karena ilmu ini banyak menggunakan dialog dan argumentasi dalam membahas masalah ketuhanan.


B. Sumber Ilmu Kalam

Sumber Ilmu Kalam terdiri dari beberapa hal berikut:

  1. Al-Qur’an
    Merupakan sumber utama yang berisi ajaran tentang keesaan Allah, sifat-sifat-Nya, para rasul, hari akhir, dan perkara gaib lainnya.

  2. Hadis Nabi Muhammad ﷺ
    Menjelaskan dan memperinci ajaran akidah yang terdapat dalam Al-Qur’an.

  3. Akal (Rasio)
    Digunakan untuk memahami dan memperkuat dalil naqli agar dapat diterima secara logis.

  4. Ijma’ Ulama
    Kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu kebenaran dalam masalah akidah.


C. Tujuan Ilmu Kalam

Tujuan mempelajari Ilmu Kalam antara lain:

  1. Memperkuat keimanan kepada Allah SWT dan ajaran Islam.

  2. Membela akidah Islam dari serangan pemikiran yang menyesatkan.

  3. Menjelaskan ajaran tauhid secara rasional dan sistematis.

  4. Menumbuhkan keyakinan yang benar sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadis.

  5. Membimbing umat Islam agar tidak mudah terpengaruh paham yang menyimpang.


D. Manfaat Ilmu Kalam

Manfaat mempelajari Ilmu Kalam antara lain:

  1. Menjadikan iman lebih kuat dan mantap.

  2. Membantu umat Islam memahami akidah secara benar dan logis.

  3. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam masalah keimanan.

  4. Menjadi benteng dari aliran sesat dan pemikiran yang keliru.

  5. Menumbuhkan sikap yakin, tenang, dan percaya diri dalam menjalani kehidupan beragama.


Kesimpulan

Ilmu Kalam sangat penting dalam pendidikan agama Islam karena membantu umat Islam memahami dan mempertahankan akidah dengan dasar yang kuat, baik dari wahyu maupun akal.

Senin, 19 Januari 2026

materi pai ilmu kalam

 Nama Penyusun : Rahmattulloh, S.Pd.I, M.Pd.

Satuan Pendidikan : SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung

Kelas/Fase : XII (Dua Belas) F

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

1.     Capaian Pembelajaran


 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan pengertian Ilmu kalam.
  2. Mengidentifikasi ruang lingkup ilmu kalam.
  3. Menyebutkan penertian menurut tokoh ulama.
  4. Menunjukkan tujuan ilmu kalam

A. Pengertian Ilmu Kalam

Ilmu Kalam adalah cabang ilmu dalam Islam yang membahas akidah atau keimanan dengan menggunakan dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadis) serta dalil aqli (akal/logika).
Ilmu ini bertujuan untuk mempertahankan dan menjelaskan keyakinan Islam dari berbagai keraguan, kesesatan, dan pemikiran yang menyimpang.

Kata kalam berarti “pembicaraan” atau “diskusi”, karena ilmu ini banyak menggunakan dialog dan argumentasi dalam membahas masalah ketuhanan.


B. Sumber Ilmu Kalam

Sumber Ilmu Kalam terdiri dari beberapa hal berikut:

  1. Al-Qur’an
    Merupakan sumber utama yang berisi ajaran tentang keesaan Allah, sifat-sifat-Nya, para rasul, hari akhir, dan perkara gaib lainnya.

  2. Hadis Nabi Muhammad ﷺ
    Menjelaskan dan memperinci ajaran akidah yang terdapat dalam Al-Qur’an.

  3. Akal (Rasio)
    Digunakan untuk memahami dan memperkuat dalil naqli agar dapat diterima secara logis.

  4. Ijma’ Ulama
    Kesepakatan para ulama dalam menetapkan suatu kebenaran dalam masalah akidah.


C. Tujuan Ilmu Kalam

Tujuan mempelajari Ilmu Kalam antara lain:

  1. Memperkuat keimanan kepada Allah SWT dan ajaran Islam.

  2. Membela akidah Islam dari serangan pemikiran yang menyesatkan.

  3. Menjelaskan ajaran tauhid secara rasional dan sistematis.

  4. Menumbuhkan keyakinan yang benar sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadis.

  5. Membimbing umat Islam agar tidak mudah terpengaruh paham yang menyimpang.


D. Manfaat Ilmu Kalam

Manfaat mempelajari Ilmu Kalam antara lain:

  1. Menjadikan iman lebih kuat dan mantap.

  2. Membantu umat Islam memahami akidah secara benar dan logis.

  3. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam masalah keimanan.

  4. Menjadi benteng dari aliran sesat dan pemikiran yang keliru.

  5. Menumbuhkan sikap yakin, tenang, dan percaya diri dalam menjalani kehidupan beragama.


Kesimpulan

Ilmu Kalam sangat penting dalam pendidikan agama Islam karena membantu umat Islam memahami dan mempertahankan akidah dengan dasar yang kuat, baik dari wahyu maupun akal.

Kamis, 15 Januari 2026

ILMU KALAM KELAS XII

 Nama Penyusun : Rahmattulloh, S.Pd.I, M.Pd.

Satuan Pendidikan : SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung

Kelas/Fase : XII (Dua Belas) F

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

1.     Capaian Pembelajaran


 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan pengertian Ilmu kalam.
  2. Mengidentifikasi ruang lingkup ilmu kalam.
  3. Menyebutkan penertian menurut tokoh ulama.
  4. Menunjukkan tujuan ilmu kalam


A. Pengertian Ilmu Kalam

1. Secara Bahasa (Etimologis)

Kata kalam berasal dari bahasa Arab الكلام yang berarti pembicaraan, ucapan, atau perkataan.
Ilmu Kalam dinamakan demikian karena banyak membahas perdebatan (dialog argumentatif) tentang akidah dengan menggunakan dalil rasional dan dalil naqli.

2. Secara Istilah (Terminologis)

Ilmu Kalam adalah ilmu yang membahas akidah Islam (keimanan) dengan menggunakan dalil-dalil rasional (akal) dan dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadis) untuk mempertahankan keyakinan Islam serta menolak paham-paham yang menyimpang.


B. Pengertian Ilmu Kalam Menurut Para Ulama

  1. Al-Imam Al-Ghazali
    Ilmu Kalam adalah ilmu yang bertujuan menjaga akidah Ahlussunnah dan melindunginya dari penyimpangan, serta membantah bid‘ah dengan hujjah yang kuat.

  2. Al-Imam Al-Iji
    Ilmu Kalam adalah ilmu yang membahas penetapan akidah agama dengan dalil-dalil yang pasti, baik dalil akal maupun dalil syara‘.

  3. Ibnu Khaldun
    Ilmu Kalam adalah ilmu yang mengandung argumentasi rasional untuk membela akidah iman dan membantah ahli bid‘ah yang menyimpang dari jalan salaf.

  4. Muhammad Abduh
    Ilmu Kalam adalah ilmu yang membahas kepercayaan-kepercayaan agama Islam serta pembuktiannya dengan akal yang sehat.

Kesimpulan:
Menurut para ulama, Ilmu Kalam berfungsi sebagai alat pembela akidah Islam melalui pendekatan rasional dan tekstual.


C. Ruang Lingkup Ilmu Kalam

Ruang lingkup Ilmu Kalam meliputi pembahasan-pembahasan pokok berikut:

1. Ketuhanan (Ilahiyyat)

Membahas segala hal yang berkaitan dengan Allah SWT, seperti:

  • Wujud Allah

  • Sifat-sifat Allah (wajib, mustahil, jaiz)

  • Asmaul Husna

  • Af‘al Allah (perbuatan Allah)

2. Kenabian (Nubuwwat)

Membahas tentang:

  • Hakikat nabi dan rasul

  • Sifat-sifat nabi dan rasul

  • Mukjizat

  • Kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW

3. Alam Ghaib (Sam‘iyyat)

Membahas perkara yang diketahui melalui wahyu, seperti:

  • Malaikat

  • Jin dan setan

  • Hari akhir

  • Surga dan neraka

  • Takdir dan qadha

4. Manusia dan Perbuatannya

Membahas:

  • Kehendak manusia (ikhtiar)

  • Hubungan kehendak manusia dengan kehendak Allah

  • Aliran Jabariyah, Qadariyah, dan Ahlussunnah

5. Aliran-aliran dalam Ilmu Kalam

Membahas berbagai mazhab teologi Islam, seperti:

  • Khawarij

  • Murji’ah

  • Mu’tazilah

  • Asy’ariyah

  • Maturidiyah


D. Tujuan Mempelajari Ilmu Kalam

  1. Memperkuat keimanan kepada Allah SWT

  2. Membela akidah Islam dari pemikiran menyimpang

  3. Menumbuhkan sikap berpikir kritis dan rasional dalam beragama

  4. Menjadi pedoman dalam memahami perbedaan teologis dalam Islam

Rabu, 14 Januari 2026

ILMU KALAM KELAS XII

 Nama Penyusun : Rahmattulloh, S.Pd.I, M.Pd.

Satuan Pendidikan : SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung

Kelas/Fase : XII (Dua Belas) F

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

1.     Capaian Pembelajaran


 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan pengertian Ilmu kalam.
  2. Mengidentifikasi ruang lingkup ilmu kalam.
  3. Menyebutkan penertian menurut tokoh ulama.
  4. Menunjukkan tujuan ilmu kalam


A. Pengertian Ilmu Kalam

1. Secara Bahasa (Etimologis)

Kata kalam berasal dari bahasa Arab الكلام yang berarti pembicaraan, ucapan, atau perkataan.
Ilmu Kalam dinamakan demikian karena banyak membahas perdebatan (dialog argumentatif) tentang akidah dengan menggunakan dalil rasional dan dalil naqli.

2. Secara Istilah (Terminologis)

Ilmu Kalam adalah ilmu yang membahas akidah Islam (keimanan) dengan menggunakan dalil-dalil rasional (akal) dan dalil naqli (Al-Qur’an dan Hadis) untuk mempertahankan keyakinan Islam serta menolak paham-paham yang menyimpang.


B. Pengertian Ilmu Kalam Menurut Para Ulama

  1. Al-Imam Al-Ghazali
    Ilmu Kalam adalah ilmu yang bertujuan menjaga akidah Ahlussunnah dan melindunginya dari penyimpangan, serta membantah bid‘ah dengan hujjah yang kuat.

  2. Al-Imam Al-Iji
    Ilmu Kalam adalah ilmu yang membahas penetapan akidah agama dengan dalil-dalil yang pasti, baik dalil akal maupun dalil syara‘.

  3. Ibnu Khaldun
    Ilmu Kalam adalah ilmu yang mengandung argumentasi rasional untuk membela akidah iman dan membantah ahli bid‘ah yang menyimpang dari jalan salaf.

  4. Muhammad Abduh
    Ilmu Kalam adalah ilmu yang membahas kepercayaan-kepercayaan agama Islam serta pembuktiannya dengan akal yang sehat.

Kesimpulan:
Menurut para ulama, Ilmu Kalam berfungsi sebagai alat pembela akidah Islam melalui pendekatan rasional dan tekstual.


C. Ruang Lingkup Ilmu Kalam

Ruang lingkup Ilmu Kalam meliputi pembahasan-pembahasan pokok berikut:

1. Ketuhanan (Ilahiyyat)

Membahas segala hal yang berkaitan dengan Allah SWT, seperti:

  • Wujud Allah

  • Sifat-sifat Allah (wajib, mustahil, jaiz)

  • Asmaul Husna

  • Af‘al Allah (perbuatan Allah)

2. Kenabian (Nubuwwat)

Membahas tentang:

  • Hakikat nabi dan rasul

  • Sifat-sifat nabi dan rasul

  • Mukjizat

  • Kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW

3. Alam Ghaib (Sam‘iyyat)

Membahas perkara yang diketahui melalui wahyu, seperti:

  • Malaikat

  • Jin dan setan

  • Hari akhir

  • Surga dan neraka

  • Takdir dan qadha

4. Manusia dan Perbuatannya

Membahas:

  • Kehendak manusia (ikhtiar)

  • Hubungan kehendak manusia dengan kehendak Allah

  • Aliran Jabariyah, Qadariyah, dan Ahlussunnah

5. Aliran-aliran dalam Ilmu Kalam

Membahas berbagai mazhab teologi Islam, seperti:

  • Khawarij

  • Murji’ah

  • Mu’tazilah

  • Asy’ariyah

  • Maturidiyah


D. Tujuan Mempelajari Ilmu Kalam

  1. Memperkuat keimanan kepada Allah SWT

  2. Membela akidah Islam dari pemikiran menyimpang

  3. Menumbuhkan sikap berpikir kritis dan rasional dalam beragama

  4. Menjadi pedoman dalam memahami perbedaan teologis dalam Islam