KERAS KEPALA DAN KERAS HATI
1. Identitas :
Nama Guru : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Hari/ Tanggal : Senin/ 31 Agustus 2026
Kelas : XII / Semester Ganjil
Materi : A. Keras Kepala (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan) B. Keras Hati (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan dengan Al-Qur'an)
2. Tujuan Pembelajaran :
1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian keras kepala dan keras hati.
2.Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan dalil naqli yang berkaitan dengan keras kepala dan keras hati.
3.Peserta didik mampu mengidentifikasi tanda-tanda sikap keras kepala dan keras hati.
4.Peserta didik mampu menjelaskan cara-cara menyembuhkan sikap keras kepala dan keras hati, khususnya melalui Al-Qur'an.
3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :
QS. Al-Baqarah (2) : 74
“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya...”
QS. Ar-Ra'd (13) : 28
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
QS. Al-Isra' (17) : 82
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman...”
Kaitan dengan materi :
QS. Al-Baqarah ayat 74 menggambarkan keadaan hati yang keras, bahkan lebih keras daripada batu, sebagai akibat dari kelalaian dan sikap menolak kebenaran. Adapun QS. Ar-Ra'd ayat 28 dan QS. Al-Isra' ayat 82 menjadi dalil bahwa mengingat Allah dan Al-Qur'an merupakan obat penenang serta penyembuh bagi hati yang keras dan gelisah. Ketiga ayat ini menjadi dasar utama dalam memahami bahaya sikap keras kepala dan keras hati, serta bagaimana Al-Qur'an berperan sebagai sarana penyembuhannya.
4. Materi Pembelajaran :
Assalamu'alaikum wr. wb.
Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.
Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Keras Kepala dan Keras Hati serta Dalilnya.
Berikut ini materinya :
A. Keras Kepala
Keras kepala (al-'inad) adalah sikap seseorang yang enggan menerima kebenaran, nasihat, atau pendapat orang lain, meskipun ia mengetahui bahwa hal tersebut benar. Sikap ini muncul karena adanya rasa sombong, merasa paling benar, dan enggan mengalah dalam berbagai keadaan.
1. Tanda-Tanda Keras Kepala
•Menolak nasihat dan kritik meskipun disampaikan dengan cara yang baik.
•Selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima pendapat orang lain.
•Enggan meminta maaf atau mengakui kesalahan meskipun sudah jelas keliru.
•Sulit diajak berdiskusi karena selalu ingin menang sendiri.
•Mudah tersinggung apabila pendapatnya dibantah atau dikoreksi.
2. Cara Menyembuhkan Keras Kepala
•Membiasakan diri untuk introspeksi (muhasabah) dan menerima bahwa setiap manusia bisa salah.
•Berlatih mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada sebelum menanggapi.
•Mendekatkan diri kepada Allah melalui doa agar diberikan kelembutan hati dan sikap rendah hati (tawadhu').
•Bergaul dengan orang-orang saleh yang dapat memberikan nasihat dan teladan yang baik.
•Membiasakan diri mengucapkan terima kasih dan menerima kritik sebagai bahan perbaikan diri.
B. Keras Hati
Keras hati (qaswatul qalb) adalah kondisi hati yang tidak lagi mudah tersentuh oleh nasihat, ayat-ayat Allah, atau peringatan, sehingga seseorang menjadi acuh terhadap kebenaran, malas beribadah, dan tidak takut berbuat dosa. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 74, hati yang keras bahkan digambarkan lebih keras daripada batu.
1. Tanda-Tanda Keras Hati
•Tidak tersentuh atau tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.
•Malas dan enggan melaksanakan ibadah, meskipun mengetahui kewajibannya.
•Tidak merasa bersalah atau takut ketika melakukan perbuatan dosa.
•Kurang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain.
•Sering lalai mengingat Allah dan lebih disibukkan dengan urusan duniawi semata.
2. Cara Menyembuhkan Keras Hati dengan Al-Qur'an
•Membaca Al-Qur'an secara rutin disertai dengan tadabbur (merenungkan maknanya), sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Isra' ayat 82 bahwa Al-Qur'an adalah penawar bagi hati.
•Memperbanyak zikir dan mengingat Allah, sesuai QS. Ar-Ra'd ayat 28 yang menjelaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah.
•Mengingat kematian dan akhirat agar hati kembali lunak dan tidak terlena dengan dunia.
•Memperbanyak istighfar dan bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
•Bergaul dengan orang-orang saleh dan aktif mengikuti majelis ilmu untuk menjaga kelembutan hati.
Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan menjadi motivasi bagi kalian untuk menjauhi sikap keras kepala dan keras hati, serta senantiasa melembutkan hati melalui Al-Qur'an dan zikir kepada Allah.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :
5.Jelaskan pengertian keras kepala dan keras hati menurut pemahamanmu!
6.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda sikap keras kepala!
7.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda hati yang keras (qaswatul qalb)!
8.Jelaskan cara menyembuhkan sikap keras kepala berdasarkan uraian materi di atas!
9.Jelaskan bagaimana Al-Qur'an dapat menjadi obat bagi hati yang keras, disertai dalilnya!
6. Refleksi :
(Diisi setelah selesai pembelajaran)
XII – .......... : ................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................