MATERI AJAR
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
Menghindari Perilaku Hidup Berfoya-foya
Satuan Pendidikan : SMA / SMK
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas / Semester : X (SEPULUH) / Ganjil
Materi Pokok : A. Menghindari Hidup Berfoya-foya
Hari / Tanggal : Senin, 7 September 2026
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1 pertemuan)
Guru Mata Pelajaran : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr.
A. Kompetensi Inti (KI)
KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, dan penguatan, sebagai wujud kemampuan menyelesaikan masalah dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora.
KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri.
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran melalui pengamatan, diskusi, tanya jawab, dan penugasan, peserta didik mampu:
1.Menjelaskan pengertian hidup berfoya-foya (israf/tabzir) menurut ajaran Islam dengan tepat.
2.Mengidentifikasi contoh-contoh perilaku hidup berfoya-foya dalam kehidupan sehari-hari.
3.Menganalisis ciri-ciri perilaku hidup berfoya-foya.
4.Menguraikan dampak negatif perilaku hidup berfoya-foya bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
5.Menunjukkan dalil naqli (Al-Qur'an dan Hadis) yang berkaitan dengan larangan hidup berfoya-foya.
6.Menunjukkan sikap sederhana dan menghindari perilaku berfoya-foya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud pengamalan ajaran Islam.
C. Materi Ajar
1. Pengertian Hidup Berfoya-foya
Hidup berfoya-foya (dalam istilah fikih disebut israf dan tabzir) adalah gaya hidup yang menghambur-hamburkan harta, waktu, dan tenaga untuk hal-hal yang berlebihan, tidak bermanfaat, bahkan cenderung mubazir, semata-mata untuk memenuhi hawa nafsu dan kesenangan duniawi tanpa memperhitungkan kebutuhan yang sesungguhnya. Israf berarti melampaui batas kewajaran dalam membelanjakan harta, sedangkan tabzir berarti menghambur-hamburkan harta untuk hal yang tidak bermanfaat atau bahkan haram.
2. Contoh Perilaku Hidup Berfoya-foya
•Menghabiskan uang untuk membeli barang-barang mewah hanya demi gengsi, bukan karena kebutuhan.
•Sering makan dan minum secara berlebihan hingga terbuang sia-sia (mubazir).
•Berpesta secara berlebihan dengan menghabiskan biaya besar tanpa tujuan yang jelas.
•Gemar berbelanja pakaian, gawai, atau kendaraan baru hanya untuk mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan.
•Menghambur-hamburkan waktu untuk hiburan yang berlebihan hingga melalaikan ibadah dan kewajiban belajar/bekerja.
•Berutang demi memenuhi gaya hidup mewah yang sebenarnya di luar kemampuan.
3. Ciri-ciri Hidup Berfoya-foya
•Mengutamakan kesenangan sesaat tanpa memikirkan akibat jangka panjang.
•Konsumtif, yaitu gemar membeli sesuatu bukan karena butuh, melainkan karena keinginan semata.
•Tidak memiliki perencanaan keuangan atau pengelolaan harta yang baik.
•Cenderung riya' dan ingin dipandang lebih (gengsi/pamer) di hadapan orang lain.
•Boros dalam membelanjakan harta untuk hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat.
•Melalaikan kewajiban seperti sedekah, zakat, dan menabung untuk masa depan.
4. Dampak Negatif Perilaku Hidup Berfoya-foya
a. Dampak bagi diri sendiri:
•Menimbulkan sifat sombong, riya', dan cinta dunia yang berlebihan.
•Menyebabkan penyesalan di kemudian hari karena harta habis untuk hal yang tidak bermanfaat.
•Menjauhkan diri dari sifat qana'ah (merasa cukup) dan mensyukuri nikmat Allah Swt.
b. Dampak bagi keluarga:
•Menimbulkan kesulitan ekonomi keluarga akibat pengelolaan harta yang tidak bijak.
•Memicu konflik rumah tangga karena masalah keuangan.
c. Dampak bagi masyarakat dan lingkungan:
•Menumbuhkan kesenjangan sosial karena kesenjangan gaya hidup antarindividu.
•Mendorong budaya konsumerisme yang merugikan tatanan sosial.
•Termasuk perbuatan yang dibenci Allah karena dianggap sebagai perbuatan setan (QS. Al-Isra'/17: 27).
D. Dalil Al-Qur'an tentang Larangan Hidup Berfoya-foya
1. Surah Al-A'raf (7): 31
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya: "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan."
(QS. Al-A'raf/7: 31)
2. Surah Al-Isra' (17): 26-27
وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (٢٦) إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (٢٧)
Artinya: "Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."
(QS. Al-Isra'/17: 26-27)
3. Surah Al-Furqan (25): 67
وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا
Artinya: "Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar."
(QS. Al-Furqan/25: 67)
4. Hadis tentang larangan berlebih-lebihan
Rasulullah Saw. bersabda yang artinya: "Makanlah, bersedekahlah, dan berpakaianlah tanpa disertai kesombongan dan sikap berlebih-lebihan." (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Majah)
Hadis ini menegaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana, memenuhi kebutuhan secara wajar, serta menjauhi sifat israf (berlebih-lebihan) dan sombong dalam kehidupan sehari-hari.
E. Model, Pendekatan, dan Metode Pembelajaran
•Pendekatan: Saintifik (Scientific Approach)
•Model: Discovery Learning
•Metode: Ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan
F. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
•Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama.
•Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar peserta didik.
•Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi pada kehidupan sehari-hari peserta didik, misalnya bertanya tentang kebiasaan berbelanja atau jajan berlebihan.
•Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan yang akan dilaksanakan.
2. Kegiatan Inti (70 menit)
Aktivitas 1 — Mengamati dan Berdiskusi Kelompok (35 menit)
•Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil (4-5 orang).
•Setiap kelompok diberikan sebuah studi kasus/ilustrasi gambar tentang perilaku hidup berfoya-foya (misalnya kisah seseorang yang boros dalam berbelanja atau berpesta).
•Peserta didik mendiskusikan: pengertian, ciri-ciri, dan dampak negatif dari perilaku dalam studi kasus tersebut, serta mengaitkannya dengan dalil Al-Qur'an yang telah dipelajari.
•Guru berkeliling membimbing dan memfasilitasi jalannya diskusi tiap kelompok.
Aktivitas 2 — Presentasi dan Tanya Jawab (25 menit)
•Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
•Kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi, bertanya, atau menambahkan pendapat.
•Guru memberikan penguatan (konfirmasi) atas hasil diskusi dan meluruskan konsep yang masih keliru.
Aktivitas 3 — Menghafal dan Menganalisis Dalil (10 menit)
•Peserta didik secara bergantian membaca dan mengartikan QS. Al-Isra'/17: 26-27 dan QS. Al-A'raf/7: 31 dengan bimbingan guru.
•Peserta didik menuliskan satu kesimpulan pribadi tentang hikmah menghindari hidup berfoya-foya berdasarkan dalil yang telah dibaca.
3. Kegiatan Penutup (10 menit)
•Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran hari ini.
•Guru melaksanakan pemeriksaan pemahaman singkat (post-test lisan/tulisan).
•Guru menyampaikan rencana tindak lanjut dan tugas mandiri.
•Guru menutup pelajaran dengan pesan moral, doa, dan salam.
G. Pemeriksaan Pemahaman (Formatif)
Peserta didik menjawab pertanyaan berikut secara lisan atau tertulis singkat sebagai bentuk pengecekan pemahaman:
7.Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa yang dimaksud dengan hidup berfoya-foya (israf/tabzir)!
8.Sebutkan minimal dua contoh perilaku hidup berfoya-foya yang sering terjadi di lingkunganmu!
9.Sebutkan dua ciri utama yang menunjukkan seseorang memiliki gaya hidup berfoya-foya!
10.Jelaskan satu dampak negatif hidup berfoya-foya bagi diri sendiri dan satu dampak bagi masyarakat!
Bandar Lampung, 7 September 2026
Guru Mata Pelajaran PAI
Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr.