Jumat, 18 September 2026

REFLEKSI & KESIMPULAN (“FAKTOR PENYEBAB DAN DAMPAK PERGAULAN BEBAS DAN ZINA”

 Refleksi & Kesimpulan

Kesimpulan Materi

Pergaulan bebas merupakan pola pergaulan yang tidak memperhatikan norma agama, moral, dan batas kesopanan. Zina merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam. Larangan tersebut ditegaskan dalam QS. Al-Isra’ ayat 32, yang memerintahkan umat Islam agar tidak mendekati zina.

Pergaulan bebas dan zina dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri maupun dari lingkungan. Dampaknya dapat dirasakan oleh diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan kehidupan beragama.

Oleh karena itu, murid perlu membangun pergaulan yang sehat dengan memperkuat iman dan ketakwaan, memilih lingkungan yang baik, menjaga batas pergaulan, menggunakan media sosial secara bijak, serta berani menolak ajakan yang dapat membawa kepada perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Refleksi Pembelajaran Kelas XII IPS 2

Kegiatan pembelajaran di kelas XII IPS 2 berjalan dengan lancar dan kondusif. Dari jumlah keseluruhan 35 peserta didik, sebanyak 26 peserta didik hadir mengikuti pembelajaran, 5 peserta didik mengikuti kegiatan studi wisata, 3 peserta didik izin, dan 1 peserta didik sakit.

Selama proses pembelajaran, peserta didik mengikuti penyampaian materi dengan cukup baik. Namun, beberapa peserta didik masih perlu diingatkan beberapa kali untuk tetap fokus dan memperhatikan materi yang sedang disampaikan. Setelah diberikan arahan dan penguatan, peserta didik kembali mengikuti pembelajaran dengan baik.

Secara keseluruhan, tujuan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik. Ke depannya, peserta didik diharapkan dapat meningkatkan fokus, keaktifan, dan kedisiplinan selama proses pembelajaran agar pemahaman terhadap materi dapat lebih optimal.

Jawaban Post Test

1. Pergaulan bebas adalah pola pergaulan yang tidak mengikuti norma agama, moral, dan kesopanan. Zina adalah hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan yang tidak terikat dalam pernikahan yang sah menurut syariat Islam.

2. Dasar larangan mendekati zina terdapat dalam QS. Al-Isra’ ayat 32, yang menegaskan bahwa zina merupakan perbuatan keji dan jalan yang buruk.

3. Faktor internal antara lain lemahnya pemahaman agama, kurangnya pengendalian diri, dan rasa ingin tahu yang tidak diarahkan. Faktor eksternal antara lain pengaruh teman sebaya, media sosial/internet, kurangnya komunikasi keluarga, dan lingkungan yang kurang baik.

4. Dampaknya antara lain dapat merusak kehormatan diri, menimbulkan konflik keluarga, memunculkan persoalan sosial, dan menjauhkan seseorang dari ketaatan kepada Allah Swt.


“FAKTOR PENYEBAB DAN DAMPAK PERGAULAN BEBAS DAN ZINA”

1. Identitas

  • Nama Guru : Rahmattulloh, S.Pd.I.Gr, M.Pd
  • Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
  • Kelas : XII IPS 2
  • Judul Materi : Faktor Penyebab dan Dampak Pergaulan Bebas dan Zina

2. Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase F, murid mampu memahami, menganalisis, dan menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kehormatan diri, menjauhi pergaulan bebas dan zina, serta membangun pergaulan yang sehat sesuai dengan tuntunan Islam.


3. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian pergaulan bebas dan zina serta memahami larangannya dalam Islam.
  2. Menganalisis faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dan zina.
  3. Menganalisis dampak pergaulan bebas dan zina terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan kehidupan beragama.
  4. Menunjukkan sikap menjaga kehormatan diri dan membangun pergaulan yang sehat sesuai ajaran Islam.

Mindful Learning (Berkesadaran)

Murid diajak menyadari bahwa setiap pergaulan dan pilihan perilaku memiliki konsekuensi. Murid merefleksikan pentingnya menjaga kehormatan diri, batas pergaulan, dan tanggung jawab sebagai seorang muslim.

Meaningful Learning (Bermakna)

Murid menghubungkan materi dengan situasi yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pengaruh lingkungan pertemanan, penggunaan media sosial, dan kurangnya pengawasan diri. Murid menganalisis bagaimana keputusan yang tepat dapat mencegah terjadinya perilaku yang menyimpang.

Joyful Learning (Menggembirakan)

Murid mengikuti pembelajaran melalui tayangan video edukatif, diskusi kelompok, studi kasus, dan kuis interaktif mengenai cara membangun pergaulan yang sehat dan Islami.


4. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

No.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Materi Pokok

Indikator Ketercapaian

1

Murid mampu menjelaskan pengertian pergaulan bebas dan zina

Murid mengidentifikasi pengertian pergaulan bebas dan zina serta memahami perbedaannya berdasarkan ajaran Islam.

Pengertian pergaulan bebas dan zina

Murid mampu menjelaskan pengertian keduanya dengan bahasa sendiri.

2

Murid mampu menjelaskan larangan zina dalam Islam

Murid membaca dan memahami ayat Al-Qur’an serta hadis yang berkaitan dengan larangan mendekati zina.

Dalil larangan zina

Murid mampu menyebutkan dalil dan menjelaskan pesan yang terkandung di dalamnya.

3

Murid mampu menganalisis faktor penyebab

Murid mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang dapat mendorong seseorang terjerumus dalam pergaulan bebas dan zina.

Faktor penyebab

Murid mampu menyebutkan dan menjelaskan faktor penyebab.

4

Murid mampu menganalisis dampak

Murid menganalisis dampak pergaulan bebas dan zina terhadap individu, keluarga, masyarakat, dan kehidupan beragama.

Dampak pergaulan bebas dan zina

Murid mampu mengidentifikasi berbagai dampak secara tepat.

5

Murid mampu menunjukkan upaya pencegahan

Murid merumuskan langkah-langkah menjaga diri dan membangun pergaulan yang sehat sesuai nilai-nilai Islam.

Upaya pencegahan

Murid mampu menyusun langkah pencegahan yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.


5. Materi

A. Ayat Al-Qur’an yang Berkaitan dengan Materi

QS. Al-Isra’ Ayat 32

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَىٰ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.”

Kaitan dengan materi

Ayat tersebut memberikan larangan yang tegas untuk tidak mendekati zina, bukan hanya larangan melakukan zina. Hal ini menunjukkan pentingnya menghindari berbagai perilaku atau keadaan yang dapat menjadi jalan menuju zina.

Karena itu, seorang muslim perlu menjaga batas pergaulan, kehormatan diri, pandangan, serta memilih lingkungan pertemanan yang baik.




Link Video Pembelajaran

Untuk bagian video, sebaiknya menggunakan video edukasi yang membahas QS. Al-Isra' ayat 32, pergaulan remaja yang sehat, dan pencegahan zina serta sesuai dengan usia peserta didik.

https://www.youtube.com/watch?v=Njzx7GdcIjM&utm_source=chatgpt.com


6. Asesmen / Post Test

(1) Jelaskan pengertian pergaulan bebas dan zina menurut perspektif Islam!

(2) Tuliskan ayat Al-Qur’an yang menjadi dasar larangan mendekati zina dan jelaskan pesan utama ayat tersebut!

(3) Sebutkan minimal 3 faktor internal dan 3 faktor eksternal yang dapat menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dan zina!

(4) Jelaskan dampak pergaulan bebas dan zina terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat dan kehidupan beragama.





Senin, 14 September 2026

kelas 10,berfoya-foya

 HIDUP BERFOYA-FOYA

1. Identitas :

Nama Guru : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 14 September 2026

Kelas : X / Semester Ganjil

Materi : A. Hidup Berfoya-foya: 1. Pengertiannya, 2. Ciri-ciri Hidup Berfoya-foya

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian hidup berfoya-foya (israf dan tabzir) menurut pandangan Islam.

2.Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan dalil naqli yang berkaitan dengan larangan hidup berfoya-foya.

3.Peserta didik mampu mengidentifikasi ciri-ciri hidup berfoya-foya dalam kehidupan sehari-hari.

4.Peserta didik mampu menghindari sikap hidup berfoya-foya dan membiasakan hidup sederhana serta bersyukur.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Isra' (17) : 26-27

“Dan berikanlah kepada keluarga dekat akan haknya, kepada orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

QS. Al-A'raf (7) : 31

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Kaitan dengan materi :

QS. Al-Isra' ayat 26-27 secara tegas melarang sikap tabzir (menghambur-hamburkan harta secara boros) dan bahkan menyebut para pemboros sebagai saudara setan. Adapun QS. Al-A'raf ayat 31 melarang sikap israf (berlebih-lebihan) dalam segala hal, termasuk dalam makan, minum, dan berpakaian. Kedua ayat ini menjadi dalil naqli utama yang menunjukkan bahwa hidup berfoya-foya merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam karena bertentangan dengan prinsip kesederhanaan dan rasa syukur.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Hidup Berfoya-foya.

Berikut ini materinya :

A. Hidup Berfoya-foya

1. Pengertian Hidup Berfoya-foya

Hidup berfoya-foya adalah gaya hidup yang menghambur-hamburkan harta, waktu, dan tenaga untuk memenuhi kesenangan duniawi secara berlebihan, tanpa memperhatikan kebutuhan yang sesungguhnya maupun manfaatnya. Dalam istilah agama, perilaku ini dikenal dengan dua istilah, yaitu israf (berlebih-lebihan dalam menggunakan sesuatu yang sebenarnya boleh) dan tabzir (menghambur-hamburkan harta untuk hal yang tidak bermanfaat atau bahkan haram). Hidup berfoya-foya mencerminkan sikap tidak bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah dan cenderung mengikuti hawa nafsu semata.

2. Ciri-Ciri Hidup Berfoya-foya

•Membelanjakan harta secara berlebihan untuk kesenangan pribadi tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang lebih penting.

•Gemar bermewah-mewahan dalam berpakaian, makanan, kendaraan, maupun gaya hidup yang jauh melampaui kebutuhan.

•Sering menghambur-hamburkan waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti hiburan berlebihan tanpa tujuan yang jelas.

•Kurang peduli terhadap orang-orang yang membutuhkan, karena lebih mementingkan kesenangan diri sendiri.

•Mudah tergoda mengikuti tren atau gaya hidup konsumtif hanya demi gengsi dan pengakuan sosial.

•Tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik, sehingga sering mengalami pemborosan dan kesulitan di kemudian hari.

B. Dampak Negatif Hidup Berfoya-foya

•Menjauhkan diri dari sikap syukur dan qana'ah (merasa cukup) atas nikmat Allah.

•Menimbulkan kesulitan ekonomi di kemudian hari akibat kebiasaan boros yang tidak terkendali.

•Menumbuhkan sikap individualis dan kurang peduli terhadap sesama yang membutuhkan.

•Menjauhkan diri dari keberkahan harta, karena harta yang dihambur-hamburkan tidak digunakan pada jalan yang bermanfaat.

C. Cara Menghindari Hidup Berfoya-foya

•Membiasakan hidup sederhana dan menggunakan harta sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan semata.

•Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah, sekecil apa pun bentuknya.

•Membuat perencanaan keuangan yang baik, termasuk membiasakan diri menabung dan bersedekah.

•Menjauhi gaya hidup konsumtif yang hanya mengejar gengsi dan pengakuan sosial.

•Memperbanyak kepedulian terhadap sesama, misalnya dengan menyisihkan harta untuk membantu orang yang membutuhkan.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan mendorong kalian untuk senantiasa membiasakan hidup sederhana serta menjauhi sikap hidup berfoya-foya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

5.Jelaskan pengertian hidup berfoya-foya (israf dan tabzir) menurut pandangan Islam!

6.Sebutkan dan jelaskan dalil (ayat) yang melarang sikap hidup berfoya-foya!

7.Sebutkan minimal empat ciri-ciri hidup berfoya-foya dalam kehidupan sehari-hari!

8.Jelaskan dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan hidup berfoya-foya!

9.Berikan satu contoh sikap sederhana yang dapat kamu terapkan untuk menghindari hidup berfoya-foya!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

X – .......... : ..................................................

Selasa, 08 September 2026

KELAS 12

  KERAS KEPALA DAN KERAS HATI

1. Identitas :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 7 September 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : A. Keras Kepala (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan) B. Keras Hati (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan)

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian keras kepala dan keras hati.

2.Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan dalil naqli yang berkaitan dengan keras kepala dan keras hati.

3.Peserta didik mampu mengidentifikasi tanda-tanda sikap keras kepala dan keras hati.

4.Peserta didik mampu menjelaskan cara-cara menyembuhkan sikap keras kepala dan keras hati.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Baqarah (2) : 74

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya...”

QS. Ar-Ra'd (13) : 28

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Kaitan dengan materi :

QS. Al-Baqarah ayat 74 menggambarkan keadaan hati yang keras, bahkan lebih keras daripada batu, sebagai akibat dari kelalaian dan sikap menolak kebenaran. Adapun QS. Ar-Ra'd ayat 28 menjadi dalil bahwa mengingat Allah merupakan sarana utama untuk menenangkan dan melunakkan hati yang keras dan gelisah. Kedua ayat ini menjadi dasar utama dalam memahami bahaya sikap keras kepala dan keras hati, serta bagaimana cara menyembuhkannya.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Keras Kepala dan Keras Hati.

Berikut ini materinya :

A. Keras Kepala

Keras kepala (al-'inad) adalah sikap seseorang yang enggan menerima kebenaran, nasihat, atau pendapat orang lain, meskipun ia mengetahui bahwa hal tersebut benar. Sikap ini muncul karena adanya rasa sombong, merasa paling benar, dan enggan mengalah dalam berbagai keadaan.

1. Tanda-Tanda Keras Kepala

•Menolak nasihat dan kritik meskipun disampaikan dengan cara yang baik.

•Selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima pendapat orang lain.

•Enggan meminta maaf atau mengakui kesalahan meskipun sudah jelas keliru.

•Sulit diajak berdiskusi karena selalu ingin menang sendiri.

•Mudah tersinggung apabila pendapatnya dibantah atau dikoreksi.

2. Cara Menyembuhkan Keras Kepala

•Membiasakan diri untuk introspeksi (muhasabah) dan menerima bahwa setiap manusia bisa salah.

•Berlatih mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada sebelum menanggapi.

•Mendekatkan diri kepada Allah melalui doa agar diberikan kelembutan hati dan sikap rendah hati (tawadhu').

•Bergaul dengan orang-orang saleh yang dapat memberikan nasihat dan teladan yang baik.

•Membiasakan diri mengucapkan terima kasih dan menerima kritik sebagai bahan perbaikan diri.

B. Keras Hati

Keras hati (qaswatul qalb) adalah kondisi hati yang tidak lagi mudah tersentuh oleh nasihat, ayat-ayat Allah, atau peringatan, sehingga seseorang menjadi acuh terhadap kebenaran, malas beribadah, dan tidak takut berbuat dosa. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 74, hati yang keras bahkan digambarkan lebih keras daripada batu.

1. Tanda-Tanda Keras Hati

•Tidak tersentuh atau tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.

•Malas dan enggan melaksanakan ibadah, meskipun mengetahui kewajibannya.

•Tidak merasa bersalah atau takut ketika melakukan perbuatan dosa.

•Kurang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain.

•Sering lalai mengingat Allah dan lebih disibukkan dengan urusan duniawi semata.

2. Cara Menyembuhkan Keras Hati

•Membaca Al-Qur'an secara rutin disertai dengan tadabbur (merenungkan maknanya).

•Memperbanyak zikir dan mengingat Allah, sesuai QS. Ar-Ra'd ayat 28 yang menjelaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah.

•Mengingat kematian dan akhirat agar hati kembali lunak dan tidak terlena dengan dunia.

•Memperbanyak istighfar dan bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

•Bergaul dengan orang-orang saleh dan aktif mengikuti majelis ilmu untuk menjaga kelembutan hati.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan menjadi motivasi bagi kalian untuk menjauhi sikap keras kepala dan keras hati, serta senantiasa melembutkan hati melalui zikir dan kedekatan kepada Allah.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

1.Jelaskan pengertian keras kepala dan keras hati menurut pemahamanmu!

2.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda sikap keras kepala!

3.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda hati yang keras (qaswatul qalb)!

4.Jelaskan cara menyembuhkan sikap keras kepala berdasarkan uraian materi di atas!

5.Jelaskan cara menyembuhkan hati yang keras, disertai dalilnya!

 Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

Senin, 07 September 2026

kelas 12

 KERAS KEPALA DAN KERAS HATI

1. Identitas :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 7 September 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : A. Keras Kepala (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan) B. Keras Hati (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan)

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian keras kepala dan keras hati.

2.Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan dalil naqli yang berkaitan dengan keras kepala dan keras hati.

3.Peserta didik mampu mengidentifikasi tanda-tanda sikap keras kepala dan keras hati.

4.Peserta didik mampu menjelaskan cara-cara menyembuhkan sikap keras kepala dan keras hati.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Baqarah (2) : 74

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya...”

QS. Ar-Ra'd (13) : 28

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Kaitan dengan materi :

QS. Al-Baqarah ayat 74 menggambarkan keadaan hati yang keras, bahkan lebih keras daripada batu, sebagai akibat dari kelalaian dan sikap menolak kebenaran. Adapun QS. Ar-Ra'd ayat 28 menjadi dalil bahwa mengingat Allah merupakan sarana utama untuk menenangkan dan melunakkan hati yang keras dan gelisah. Kedua ayat ini menjadi dasar utama dalam memahami bahaya sikap keras kepala dan keras hati, serta bagaimana cara menyembuhkannya.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Keras Kepala dan Keras Hati.

Berikut ini materinya :

A. Keras Kepala

Keras kepala (al-'inad) adalah sikap seseorang yang enggan menerima kebenaran, nasihat, atau pendapat orang lain, meskipun ia mengetahui bahwa hal tersebut benar. Sikap ini muncul karena adanya rasa sombong, merasa paling benar, dan enggan mengalah dalam berbagai keadaan.

1. Tanda-Tanda Keras Kepala

•Menolak nasihat dan kritik meskipun disampaikan dengan cara yang baik.

•Selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima pendapat orang lain.

•Enggan meminta maaf atau mengakui kesalahan meskipun sudah jelas keliru.

•Sulit diajak berdiskusi karena selalu ingin menang sendiri.

•Mudah tersinggung apabila pendapatnya dibantah atau dikoreksi.

2. Cara Menyembuhkan Keras Kepala

•Membiasakan diri untuk introspeksi (muhasabah) dan menerima bahwa setiap manusia bisa salah.

•Berlatih mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada sebelum menanggapi.

•Mendekatkan diri kepada Allah melalui doa agar diberikan kelembutan hati dan sikap rendah hati (tawadhu').

•Bergaul dengan orang-orang saleh yang dapat memberikan nasihat dan teladan yang baik.

•Membiasakan diri mengucapkan terima kasih dan menerima kritik sebagai bahan perbaikan diri.

B. Keras Hati

Keras hati (qaswatul qalb) adalah kondisi hati yang tidak lagi mudah tersentuh oleh nasihat, ayat-ayat Allah, atau peringatan, sehingga seseorang menjadi acuh terhadap kebenaran, malas beribadah, dan tidak takut berbuat dosa. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 74, hati yang keras bahkan digambarkan lebih keras daripada batu.

1. Tanda-Tanda Keras Hati

•Tidak tersentuh atau tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.

•Malas dan enggan melaksanakan ibadah, meskipun mengetahui kewajibannya.

•Tidak merasa bersalah atau takut ketika melakukan perbuatan dosa.

•Kurang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain.

•Sering lalai mengingat Allah dan lebih disibukkan dengan urusan duniawi semata.

2. Cara Menyembuhkan Keras Hati

•Membaca Al-Qur'an secara rutin disertai dengan tadabbur (merenungkan maknanya).

•Memperbanyak zikir dan mengingat Allah, sesuai QS. Ar-Ra'd ayat 28 yang menjelaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah.

•Mengingat kematian dan akhirat agar hati kembali lunak dan tidak terlena dengan dunia.

•Memperbanyak istighfar dan bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

•Bergaul dengan orang-orang saleh dan aktif mengikuti majelis ilmu untuk menjaga kelembutan hati.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan menjadi motivasi bagi kalian untuk menjauhi sikap keras kepala dan keras hati, serta senantiasa melembutkan hati melalui zikir dan kedekatan kepada Allah.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

1.Jelaskan pengertian keras kepala dan keras hati menurut pemahamanmu!

2.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda sikap keras kepala!

3.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda hati yang keras (qaswatul qalb)!

4.Jelaskan cara menyembuhkan sikap keras kepala berdasarkan uraian materi di atas!

5.Jelaskan cara menyembuhkan hati yang keras, disertai dalilnya!

 Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

KELAS 10

 MATERI AJAR

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

Menghindari Perilaku Hidup Berfoya-foya

Satuan Pendidikan : SMA / SMK

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Kelas / Semester : X (SEPULUH) / Ganjil

Materi Pokok : A. Menghindari Hidup Berfoya-foya

Hari / Tanggal : Senin, 7 September 2026

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1 pertemuan)

Guru Mata Pelajaran : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr.

A. Kompetensi Inti (KI)

KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, dan penguatan, sebagai wujud kemampuan menyelesaikan masalah dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora.

KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri.

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran melalui pengamatan, diskusi, tanya jawab, dan penugasan, peserta didik mampu:

1.Menjelaskan pengertian hidup berfoya-foya (israf/tabzir) menurut ajaran Islam dengan tepat.

2.Mengidentifikasi contoh-contoh perilaku hidup berfoya-foya dalam kehidupan sehari-hari.

3.Menganalisis ciri-ciri perilaku hidup berfoya-foya.

4.Menguraikan dampak negatif perilaku hidup berfoya-foya bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

5.Menunjukkan dalil naqli (Al-Qur'an dan Hadis) yang berkaitan dengan larangan hidup berfoya-foya.

6.Menunjukkan sikap sederhana dan menghindari perilaku berfoya-foya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud pengamalan ajaran Islam.

C. Materi Ajar

1. Pengertian Hidup Berfoya-foya

Hidup berfoya-foya (dalam istilah fikih disebut israf dan tabzir) adalah gaya hidup yang menghambur-hamburkan harta, waktu, dan tenaga untuk hal-hal yang berlebihan, tidak bermanfaat, bahkan cenderung mubazir, semata-mata untuk memenuhi hawa nafsu dan kesenangan duniawi tanpa memperhitungkan kebutuhan yang sesungguhnya. Israf berarti melampaui batas kewajaran dalam membelanjakan harta, sedangkan tabzir berarti menghambur-hamburkan harta untuk hal yang tidak bermanfaat atau bahkan haram.

2. Contoh Perilaku Hidup Berfoya-foya

•Menghabiskan uang untuk membeli barang-barang mewah hanya demi gengsi, bukan karena kebutuhan.

•Sering makan dan minum secara berlebihan hingga terbuang sia-sia (mubazir).

•Berpesta secara berlebihan dengan menghabiskan biaya besar tanpa tujuan yang jelas.

•Gemar berbelanja pakaian, gawai, atau kendaraan baru hanya untuk mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan.

•Menghambur-hamburkan waktu untuk hiburan yang berlebihan hingga melalaikan ibadah dan kewajiban belajar/bekerja.

•Berutang demi memenuhi gaya hidup mewah yang sebenarnya di luar kemampuan.

3. Ciri-ciri Hidup Berfoya-foya

•Mengutamakan kesenangan sesaat tanpa memikirkan akibat jangka panjang.

•Konsumtif, yaitu gemar membeli sesuatu bukan karena butuh, melainkan karena keinginan semata.

•Tidak memiliki perencanaan keuangan atau pengelolaan harta yang baik.

•Cenderung riya' dan ingin dipandang lebih (gengsi/pamer) di hadapan orang lain.

•Boros dalam membelanjakan harta untuk hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat.

•Melalaikan kewajiban seperti sedekah, zakat, dan menabung untuk masa depan.

4. Dampak Negatif Perilaku Hidup Berfoya-foya

a. Dampak bagi diri sendiri:

•Menimbulkan sifat sombong, riya', dan cinta dunia yang berlebihan.

•Menyebabkan penyesalan di kemudian hari karena harta habis untuk hal yang tidak bermanfaat.

•Menjauhkan diri dari sifat qana'ah (merasa cukup) dan mensyukuri nikmat Allah Swt.

b. Dampak bagi keluarga:

•Menimbulkan kesulitan ekonomi keluarga akibat pengelolaan harta yang tidak bijak.

•Memicu konflik rumah tangga karena masalah keuangan.

c. Dampak bagi masyarakat dan lingkungan:

•Menumbuhkan kesenjangan sosial karena kesenjangan gaya hidup antarindividu.

•Mendorong budaya konsumerisme yang merugikan tatanan sosial.

•Termasuk perbuatan yang dibenci Allah karena dianggap sebagai perbuatan setan (QS. Al-Isra'/17: 27).

D. Dalil Al-Qur'an tentang Larangan Hidup Berfoya-foya

1. Surah Al-A'raf (7): 31

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan."

(QS. Al-A'raf/7: 31)

2. Surah Al-Isra' (17): 26-27

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (٢٦) إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (٢٧)

Artinya: "Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."

(QS. Al-Isra'/17: 26-27)

3. Surah Al-Furqan (25): 67

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

Artinya: "Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar."

(QS. Al-Furqan/25: 67)

4. Hadis tentang larangan berlebih-lebihan

Rasulullah Saw. bersabda yang artinya: "Makanlah, bersedekahlah, dan berpakaianlah tanpa disertai kesombongan dan sikap berlebih-lebihan." (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Majah)

Hadis ini menegaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana, memenuhi kebutuhan secara wajar, serta menjauhi sifat israf (berlebih-lebihan) dan sombong dalam kehidupan sehari-hari.

E. Model, Pendekatan, dan Metode Pembelajaran

•Pendekatan: Saintifik (Scientific Approach)

•Model: Discovery Learning

•Metode: Ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan

F. Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)

•Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama.

•Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar peserta didik.

•Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi pada kehidupan sehari-hari peserta didik, misalnya bertanya tentang kebiasaan berbelanja atau jajan berlebihan.

•Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan yang akan dilaksanakan.

2. Kegiatan Inti (70 menit)

Aktivitas 1 — Mengamati dan Berdiskusi Kelompok (35 menit)

•Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil (4-5 orang).

•Setiap kelompok diberikan sebuah studi kasus/ilustrasi gambar tentang perilaku hidup berfoya-foya (misalnya kisah seseorang yang boros dalam berbelanja atau berpesta).

•Peserta didik mendiskusikan: pengertian, ciri-ciri, dan dampak negatif dari perilaku dalam studi kasus tersebut, serta mengaitkannya dengan dalil Al-Qur'an yang telah dipelajari.

•Guru berkeliling membimbing dan memfasilitasi jalannya diskusi tiap kelompok.

Aktivitas 2 — Presentasi dan Tanya Jawab (25 menit)

•Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.

•Kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi, bertanya, atau menambahkan pendapat.

•Guru memberikan penguatan (konfirmasi) atas hasil diskusi dan meluruskan konsep yang masih keliru.

Aktivitas 3 — Menghafal dan Menganalisis Dalil (10 menit)

•Peserta didik secara bergantian membaca dan mengartikan QS. Al-Isra'/17: 26-27 dan QS. Al-A'raf/7: 31 dengan bimbingan guru.

•Peserta didik menuliskan satu kesimpulan pribadi tentang hikmah menghindari hidup berfoya-foya berdasarkan dalil yang telah dibaca.

3. Kegiatan Penutup (10 menit)

•Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran hari ini.

•Guru melaksanakan pemeriksaan pemahaman singkat (post-test lisan/tulisan).

•Guru menyampaikan rencana tindak lanjut dan tugas mandiri.

•Guru menutup pelajaran dengan pesan moral, doa, dan salam.

G. Pemeriksaan Pemahaman (Formatif)

Peserta didik menjawab pertanyaan berikut secara lisan atau tertulis singkat sebagai bentuk pengecekan pemahaman:

7.Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa yang dimaksud dengan hidup berfoya-foya (israf/tabzir)!

8.Sebutkan minimal dua contoh perilaku hidup berfoya-foya yang sering terjadi di lingkunganmu!

9.Sebutkan dua ciri utama yang menunjukkan seseorang memiliki gaya hidup berfoya-foya!

10.Jelaskan satu dampak negatif hidup berfoya-foya bagi diri sendiri dan satu dampak bagi masyarakat!



Bandar Lampung, 7 September 2026

Guru Mata Pelajaran PAI




Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr.


Kamis, 03 September 2026

kelas 12,pertemuan ke 7

                                 KERAS KEPALA DAN KERAS HATI 

1. Identitas            :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Kamis/ 3 Setember 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : A. Keras Kepala (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan) B. Keras                                            Hati (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan dengan Al-Qur'an)

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian keras kepala dan keras hati.

2.Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan dalil naqli yang berkaitan dengan keras kepala dan keras hati.

3.Peserta didik mampu mengidentifikasi tanda-tanda sikap keras kepala dan keras hati.

4.Peserta didik mampu menjelaskan cara-cara menyembuhkan sikap keras kepala dan keras hati, khususnya melalui Al-Qur'an.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Baqarah (2) : 74

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya...”

QS. Ar-Ra'd (13) : 28

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

QS. Al-Isra' (17) : 82

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman...”

Kaitan dengan materi :

QS. Al-Baqarah ayat 74 menggambarkan keadaan hati yang keras, bahkan lebih keras daripada batu, sebagai akibat dari kelalaian dan sikap menolak kebenaran. Adapun QS. Ar-Ra'd ayat 28 dan QS. Al-Isra' ayat 82 menjadi dalil bahwa mengingat Allah dan Al-Qur'an merupakan obat penenang serta penyembuh bagi hati yang keras dan gelisah. Ketiga ayat ini menjadi dasar utama dalam memahami bahaya sikap keras kepala dan keras hati, serta bagaimana Al-Qur'an berperan sebagai sarana penyembuhannya.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Keras Kepala dan Keras Hati serta Dalilnya.

Berikut ini materinya :

A. Keras Kepala

Keras kepala (al-'inad) adalah sikap seseorang yang enggan menerima kebenaran, nasihat, atau pendapat orang lain, meskipun ia mengetahui bahwa hal tersebut benar. Sikap ini muncul karena adanya rasa sombong, merasa paling benar, dan enggan mengalah dalam berbagai keadaan.

1. Tanda-Tanda Keras Kepala

•Menolak nasihat dan kritik meskipun disampaikan dengan cara yang baik.

•Selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima pendapat orang lain.

•Enggan meminta maaf atau mengakui kesalahan meskipun sudah jelas keliru.

•Sulit diajak berdiskusi karena selalu ingin menang sendiri.

•Mudah tersinggung apabila pendapatnya dibantah atau dikoreksi.

2. Cara Menyembuhkan Keras Kepala

•Membiasakan diri untuk introspeksi (muhasabah) dan menerima bahwa setiap manusia bisa salah.

•Berlatih mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada sebelum menanggapi.

•Mendekatkan diri kepada Allah melalui doa agar diberikan kelembutan hati dan sikap rendah hati (tawadhu').

•Bergaul dengan orang-orang saleh yang dapat memberikan nasihat dan teladan yang baik.

•Membiasakan diri mengucapkan terima kasih dan menerima kritik sebagai bahan perbaikan diri.

B. Keras Hati

Keras hati (qaswatul qalb) adalah kondisi hati yang tidak lagi mudah tersentuh oleh nasihat, ayat-ayat Allah, atau peringatan, sehingga seseorang menjadi acuh terhadap kebenaran, malas beribadah, dan tidak takut berbuat dosa. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 74, hati yang keras bahkan digambarkan lebih keras daripada batu.

1. Tanda-Tanda Keras Hati

•Tidak tersentuh atau tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.

•Malas dan enggan melaksanakan ibadah, meskipun mengetahui kewajibannya.

•Tidak merasa bersalah atau takut ketika melakukan perbuatan dosa.

•Kurang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain.

•Sering lalai mengingat Allah dan lebih disibukkan dengan urusan duniawi semata.

2. Cara Menyembuhkan Keras Hati dengan Al-Qur'an

•Membaca Al-Qur'an secara rutin disertai dengan tadabbur (merenungkan maknanya), sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Isra' ayat 82 bahwa Al-Qur'an adalah penawar bagi hati.

•Memperbanyak zikir dan mengingat Allah, sesuai QS. Ar-Ra'd ayat 28 yang menjelaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah.

•Mengingat kematian dan akhirat agar hati kembali lunak dan tidak terlena dengan dunia.

•Memperbanyak istighfar dan bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

•Bergaul dengan orang-orang saleh dan aktif mengikuti majelis ilmu untuk menjaga kelembutan hati.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan menjadi motivasi bagi kalian untuk menjauhi sikap keras kepala dan keras hati, serta senantiasa melembutkan hati melalui Al-Qur'an dan zikir kepada Allah.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

5.Jelaskan pengertian keras kepala dan keras hati menurut pemahamanmu!

6.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda sikap keras kepala!

7.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda hati yang keras (qaswatul qalb)!

8.Jelaskan cara menyembuhkan sikap keras kepala berdasarkan uraian materi di atas!

9.Jelaskan bagaimana Al-Qur'an dapat menjadi obat bagi hati yang keras, disertai dalilnya!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

Rabu, 02 September 2026

kelas 12 pertemuan minggu ke 7

                                 KERAS KEPALA DAN KERAS HATI 

1. Identitas            :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Rabu/ 2 September 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : A. Keras Kepala (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan) B. Keras                                            Hati (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan dengan Al-Qur'an)

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian keras kepala dan keras hati.

2.Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan dalil naqli yang berkaitan dengan keras kepala dan keras hati.

3.Peserta didik mampu mengidentifikasi tanda-tanda sikap keras kepala dan keras hati.

4.Peserta didik mampu menjelaskan cara-cara menyembuhkan sikap keras kepala dan keras hati, khususnya melalui Al-Qur'an.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Baqarah (2) : 74

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya...”

QS. Ar-Ra'd (13) : 28

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

QS. Al-Isra' (17) : 82

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman...”

Kaitan dengan materi :

QS. Al-Baqarah ayat 74 menggambarkan keadaan hati yang keras, bahkan lebih keras daripada batu, sebagai akibat dari kelalaian dan sikap menolak kebenaran. Adapun QS. Ar-Ra'd ayat 28 dan QS. Al-Isra' ayat 82 menjadi dalil bahwa mengingat Allah dan Al-Qur'an merupakan obat penenang serta penyembuh bagi hati yang keras dan gelisah. Ketiga ayat ini menjadi dasar utama dalam memahami bahaya sikap keras kepala dan keras hati, serta bagaimana Al-Qur'an berperan sebagai sarana penyembuhannya.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Keras Kepala dan Keras Hati serta Dalilnya.

Berikut ini materinya :

A. Keras Kepala

Keras kepala (al-'inad) adalah sikap seseorang yang enggan menerima kebenaran, nasihat, atau pendapat orang lain, meskipun ia mengetahui bahwa hal tersebut benar. Sikap ini muncul karena adanya rasa sombong, merasa paling benar, dan enggan mengalah dalam berbagai keadaan.

1. Tanda-Tanda Keras Kepala

•Menolak nasihat dan kritik meskipun disampaikan dengan cara yang baik.

•Selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima pendapat orang lain.

•Enggan meminta maaf atau mengakui kesalahan meskipun sudah jelas keliru.

•Sulit diajak berdiskusi karena selalu ingin menang sendiri.

•Mudah tersinggung apabila pendapatnya dibantah atau dikoreksi.

2. Cara Menyembuhkan Keras Kepala

•Membiasakan diri untuk introspeksi (muhasabah) dan menerima bahwa setiap manusia bisa salah.

•Berlatih mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada sebelum menanggapi.

•Mendekatkan diri kepada Allah melalui doa agar diberikan kelembutan hati dan sikap rendah hati (tawadhu').

•Bergaul dengan orang-orang saleh yang dapat memberikan nasihat dan teladan yang baik.

•Membiasakan diri mengucapkan terima kasih dan menerima kritik sebagai bahan perbaikan diri.

B. Keras Hati

Keras hati (qaswatul qalb) adalah kondisi hati yang tidak lagi mudah tersentuh oleh nasihat, ayat-ayat Allah, atau peringatan, sehingga seseorang menjadi acuh terhadap kebenaran, malas beribadah, dan tidak takut berbuat dosa. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 74, hati yang keras bahkan digambarkan lebih keras daripada batu.

1. Tanda-Tanda Keras Hati

•Tidak tersentuh atau tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.

•Malas dan enggan melaksanakan ibadah, meskipun mengetahui kewajibannya.

•Tidak merasa bersalah atau takut ketika melakukan perbuatan dosa.

•Kurang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain.

•Sering lalai mengingat Allah dan lebih disibukkan dengan urusan duniawi semata.

2. Cara Menyembuhkan Keras Hati dengan Al-Qur'an

•Membaca Al-Qur'an secara rutin disertai dengan tadabbur (merenungkan maknanya), sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Isra' ayat 82 bahwa Al-Qur'an adalah penawar bagi hati.

•Memperbanyak zikir dan mengingat Allah, sesuai QS. Ar-Ra'd ayat 28 yang menjelaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah.

•Mengingat kematian dan akhirat agar hati kembali lunak dan tidak terlena dengan dunia.

•Memperbanyak istighfar dan bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

•Bergaul dengan orang-orang saleh dan aktif mengikuti majelis ilmu untuk menjaga kelembutan hati.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan menjadi motivasi bagi kalian untuk menjauhi sikap keras kepala dan keras hati, serta senantiasa melembutkan hati melalui Al-Qur'an dan zikir kepada Allah.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

5.Jelaskan pengertian keras kepala dan keras hati menurut pemahamanmu!

6.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda sikap keras kepala!

7.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda hati yang keras (qaswatul qalb)!

8.Jelaskan cara menyembuhkan sikap keras kepala berdasarkan uraian materi di atas!

9.Jelaskan bagaimana Al-Qur'an dapat menjadi obat bagi hati yang keras, disertai dalilnya!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

Selasa, 01 September 2026

KELAS 12 PERTEMUAN MINGGU KE 7

                                 KERAS KEPALA DAN KERAS HATI 

1. Identitas            :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Selasa/ 1 September 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : A. Keras Kepala (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan) B. Keras                                            Hati (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan dengan Al-Qur'an)

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian keras kepala dan keras hati.

2.Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan dalil naqli yang berkaitan dengan keras kepala dan keras hati.

3.Peserta didik mampu mengidentifikasi tanda-tanda sikap keras kepala dan keras hati.

4.Peserta didik mampu menjelaskan cara-cara menyembuhkan sikap keras kepala dan keras hati, khususnya melalui Al-Qur'an.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Baqarah (2) : 74

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya...”

QS. Ar-Ra'd (13) : 28

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

QS. Al-Isra' (17) : 82

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman...”

Kaitan dengan materi :

QS. Al-Baqarah ayat 74 menggambarkan keadaan hati yang keras, bahkan lebih keras daripada batu, sebagai akibat dari kelalaian dan sikap menolak kebenaran. Adapun QS. Ar-Ra'd ayat 28 dan QS. Al-Isra' ayat 82 menjadi dalil bahwa mengingat Allah dan Al-Qur'an merupakan obat penenang serta penyembuh bagi hati yang keras dan gelisah. Ketiga ayat ini menjadi dasar utama dalam memahami bahaya sikap keras kepala dan keras hati, serta bagaimana Al-Qur'an berperan sebagai sarana penyembuhannya.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Keras Kepala dan Keras Hati serta Dalilnya.

Berikut ini materinya :

A. Keras Kepala

Keras kepala (al-'inad) adalah sikap seseorang yang enggan menerima kebenaran, nasihat, atau pendapat orang lain, meskipun ia mengetahui bahwa hal tersebut benar. Sikap ini muncul karena adanya rasa sombong, merasa paling benar, dan enggan mengalah dalam berbagai keadaan.

1. Tanda-Tanda Keras Kepala

•Menolak nasihat dan kritik meskipun disampaikan dengan cara yang baik.

•Selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima pendapat orang lain.

•Enggan meminta maaf atau mengakui kesalahan meskipun sudah jelas keliru.

•Sulit diajak berdiskusi karena selalu ingin menang sendiri.

•Mudah tersinggung apabila pendapatnya dibantah atau dikoreksi.

2. Cara Menyembuhkan Keras Kepala

•Membiasakan diri untuk introspeksi (muhasabah) dan menerima bahwa setiap manusia bisa salah.

•Berlatih mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada sebelum menanggapi.

•Mendekatkan diri kepada Allah melalui doa agar diberikan kelembutan hati dan sikap rendah hati (tawadhu').

•Bergaul dengan orang-orang saleh yang dapat memberikan nasihat dan teladan yang baik.

•Membiasakan diri mengucapkan terima kasih dan menerima kritik sebagai bahan perbaikan diri.

B. Keras Hati

Keras hati (qaswatul qalb) adalah kondisi hati yang tidak lagi mudah tersentuh oleh nasihat, ayat-ayat Allah, atau peringatan, sehingga seseorang menjadi acuh terhadap kebenaran, malas beribadah, dan tidak takut berbuat dosa. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 74, hati yang keras bahkan digambarkan lebih keras daripada batu.

1. Tanda-Tanda Keras Hati

•Tidak tersentuh atau tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.

•Malas dan enggan melaksanakan ibadah, meskipun mengetahui kewajibannya.

•Tidak merasa bersalah atau takut ketika melakukan perbuatan dosa.

•Kurang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain.

•Sering lalai mengingat Allah dan lebih disibukkan dengan urusan duniawi semata.

2. Cara Menyembuhkan Keras Hati dengan Al-Qur'an

•Membaca Al-Qur'an secara rutin disertai dengan tadabbur (merenungkan maknanya), sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Isra' ayat 82 bahwa Al-Qur'an adalah penawar bagi hati.

•Memperbanyak zikir dan mengingat Allah, sesuai QS. Ar-Ra'd ayat 28 yang menjelaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah.

•Mengingat kematian dan akhirat agar hati kembali lunak dan tidak terlena dengan dunia.

•Memperbanyak istighfar dan bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

•Bergaul dengan orang-orang saleh dan aktif mengikuti majelis ilmu untuk menjaga kelembutan hati.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan menjadi motivasi bagi kalian untuk menjauhi sikap keras kepala dan keras hati, serta senantiasa melembutkan hati melalui Al-Qur'an dan zikir kepada Allah.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

5.Jelaskan pengertian keras kepala dan keras hati menurut pemahamanmu!

6.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda sikap keras kepala!

7.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda hati yang keras (qaswatul qalb)!

8.Jelaskan cara menyembuhkan sikap keras kepala berdasarkan uraian materi di atas!

9.Jelaskan bagaimana Al-Qur'an dapat menjadi obat bagi hati yang keras, disertai dalilnya!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

Senin, 31 Agustus 2026

KELAS 12,PERTEMUAN MINGGU KE 7

                                KERAS KEPALA DAN KERAS HATI 

1. Identitas            :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 31 Agustus 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : A. Keras Kepala (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan) B. Keras                                            Hati (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan dengan Al-Qur'an)

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian keras kepala dan keras hati.

2.Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan dalil naqli yang berkaitan dengan keras kepala dan keras hati.

3.Peserta didik mampu mengidentifikasi tanda-tanda sikap keras kepala dan keras hati.

4.Peserta didik mampu menjelaskan cara-cara menyembuhkan sikap keras kepala dan keras hati, khususnya melalui Al-Qur'an.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Baqarah (2) : 74

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya...”

QS. Ar-Ra'd (13) : 28

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

QS. Al-Isra' (17) : 82

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman...”

Kaitan dengan materi :

QS. Al-Baqarah ayat 74 menggambarkan keadaan hati yang keras, bahkan lebih keras daripada batu, sebagai akibat dari kelalaian dan sikap menolak kebenaran. Adapun QS. Ar-Ra'd ayat 28 dan QS. Al-Isra' ayat 82 menjadi dalil bahwa mengingat Allah dan Al-Qur'an merupakan obat penenang serta penyembuh bagi hati yang keras dan gelisah. Ketiga ayat ini menjadi dasar utama dalam memahami bahaya sikap keras kepala dan keras hati, serta bagaimana Al-Qur'an berperan sebagai sarana penyembuhannya.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Keras Kepala dan Keras Hati serta Dalilnya.

Berikut ini materinya :

A. Keras Kepala

Keras kepala (al-'inad) adalah sikap seseorang yang enggan menerima kebenaran, nasihat, atau pendapat orang lain, meskipun ia mengetahui bahwa hal tersebut benar. Sikap ini muncul karena adanya rasa sombong, merasa paling benar, dan enggan mengalah dalam berbagai keadaan.

1. Tanda-Tanda Keras Kepala

•Menolak nasihat dan kritik meskipun disampaikan dengan cara yang baik.

•Selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima pendapat orang lain.

•Enggan meminta maaf atau mengakui kesalahan meskipun sudah jelas keliru.

•Sulit diajak berdiskusi karena selalu ingin menang sendiri.

•Mudah tersinggung apabila pendapatnya dibantah atau dikoreksi.

2. Cara Menyembuhkan Keras Kepala

•Membiasakan diri untuk introspeksi (muhasabah) dan menerima bahwa setiap manusia bisa salah.

•Berlatih mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada sebelum menanggapi.

•Mendekatkan diri kepada Allah melalui doa agar diberikan kelembutan hati dan sikap rendah hati (tawadhu').

•Bergaul dengan orang-orang saleh yang dapat memberikan nasihat dan teladan yang baik.

•Membiasakan diri mengucapkan terima kasih dan menerima kritik sebagai bahan perbaikan diri.

B. Keras Hati

Keras hati (qaswatul qalb) adalah kondisi hati yang tidak lagi mudah tersentuh oleh nasihat, ayat-ayat Allah, atau peringatan, sehingga seseorang menjadi acuh terhadap kebenaran, malas beribadah, dan tidak takut berbuat dosa. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 74, hati yang keras bahkan digambarkan lebih keras daripada batu.

1. Tanda-Tanda Keras Hati

•Tidak tersentuh atau tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.

•Malas dan enggan melaksanakan ibadah, meskipun mengetahui kewajibannya.

•Tidak merasa bersalah atau takut ketika melakukan perbuatan dosa.

•Kurang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain.

•Sering lalai mengingat Allah dan lebih disibukkan dengan urusan duniawi semata.

2. Cara Menyembuhkan Keras Hati dengan Al-Qur'an

•Membaca Al-Qur'an secara rutin disertai dengan tadabbur (merenungkan maknanya), sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Isra' ayat 82 bahwa Al-Qur'an adalah penawar bagi hati.

•Memperbanyak zikir dan mengingat Allah, sesuai QS. Ar-Ra'd ayat 28 yang menjelaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah.

•Mengingat kematian dan akhirat agar hati kembali lunak dan tidak terlena dengan dunia.

•Memperbanyak istighfar dan bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

•Bergaul dengan orang-orang saleh dan aktif mengikuti majelis ilmu untuk menjaga kelembutan hati.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan menjadi motivasi bagi kalian untuk menjauhi sikap keras kepala dan keras hati, serta senantiasa melembutkan hati melalui Al-Qur'an dan zikir kepada Allah.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

5.Jelaskan pengertian keras kepala dan keras hati menurut pemahamanmu!

6.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda sikap keras kepala!

7.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda hati yang keras (qaswatul qalb)!

8.Jelaskan cara menyembuhkan sikap keras kepala berdasarkan uraian materi di atas!

9.Jelaskan bagaimana Al-Qur'an dapat menjadi obat bagi hati yang keras, disertai dalilnya!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................