Senin, 12 Oktober 2026

MENGKLASIFIKASIKAN ZAWIL FURUDH DAN ASABAH

1. Identitas

  • Nama Guru      : H. Rahmattulloh, S.Pd.I, Gr. M.Pd
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
  • Kelas                 : XII
  • Judul Materi    : Mengklasifikasikan Zawil Furudh dan Asabah

2. Capaian Pembelajaran

Pada elemen fikih, peserta didik mampu menganalisis ketentuan mawaris dalam Islam, mengidentifikasi golongan ahli waris, mengklasifikasikan bagian ahli waris, serta menerapkan ketentuan pembagian harta warisan sesuai syariat Islam. Capaian ini selaras dengan CP PAI dan Budi Pekerti Fase F pada aspek fikih.

3. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian zawil furudh dan asabah dengan benar.
  2. Mengidentifikasi bagian-bagian ahli waris zawil furudh.
  3. Mengklasifikasikan ahli waris ke dalam kelompok zawil furudh dan asabah berdasarkan ketentuan faraid.
  4. Menganalisis contoh sederhana pembagian harta warisan dengan tepat.
  5. Menunjukkan sikap adil, amanah, bertanggung jawab, dan menghargai hak setiap ahli waris.

Mindful Learning (Berkesadaran)

Peserta didik diajak menyadari bahwa pembagian harta warisan merupakan ketentuan syariat Islam yang harus dipahami dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Peserta didik mencermati perbedaan kedudukan ahli waris dan menyadari pentingnya ketelitian dalam menentukan hak setiap ahli waris.

Meaningful Learning (Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi zawil furudh dan asabah dengan kehidupan keluarga dan masyarakat. Melalui contoh kasus sederhana, peserta didik belajar bahwa pemahaman ilmu mawaris dapat membantu menjaga hak ahli waris, mencegah perselisihan, dan menumbuhkan sikap adil dalam keluarga.

Joyful Learning (Menggembirakan)

Peserta didik mengikuti pembelajaran melalui diskusi kelompok, pengelompokan kartu nama ahli waris, analisis kasus, dan latihan sederhana. Kegiatan ini diharapkan membuat pembelajaran ilmu mawaris lebih menarik, aktif, dan mudah dipahami.

4. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

No.

Tujuan Pembelajaran

Alur Tujuan Pembelajaran

Materi Pokok

Indikator Ketercapaian

1

Memahami konsep ahli waris

Mengamati dan memahami pengertian mawaris serta ahli waris

Pengertian mawaris

Mampu menjelaskan pengertian ahli waris

2

Memahami zawil furudh

Mengidentifikasi ahli waris yang memperoleh bagian tertentu

Pengertian dan bagian zawil furudh

Mampu menyebutkan bagian-bagian pasti

3

Memahami asabah

Menganalisis ahli waris yang memperoleh sisa harta warisan

Pengertian dan macam asabah

Mampu menjelaskan pengertian asabah

4

Mengklasifikasikan ahli waris

Mengelompokkan contoh ahli waris sesuai kategori dan kondisinya

Klasifikasi zawil furudh dan asabah

Mampu mengklasifikasikan ahli waris secara tepat

5

Menerapkan pemahaman

Menganalisis kasus sederhana dan menyimpulkan hikmah ilmu mawaris

Contoh kasus pembagian warisan

Mampu menjelaskan pembagian sederhana dengan benar


5. Materi Pelajaran

A. Ayat Al-Qur’an yang Berkaitan dengan Materi

QS. An-Nisa’ ayat 11

Ayat ini menjelaskan ketentuan pembagian warisan bagi anak-anak dan orang tua, termasuk bagian anak laki-laki dan perempuan serta bagian ayah dan ibu dalam kondisi tertentu.

QS. An-Nisa’ ayat 12

Ayat ini menjelaskan ketentuan bagian suami atau istri dalam pembagian harta warisan serta ketentuan lain yang berkaitan dengan ahli waris.

QS. An-Nisa’ ayat 176

Ayat ini menjelaskan ketentuan warisan yang berkaitan dengan kalalah, yaitu keadaan pewaris yang tidak meninggalkan anak dan ayah menurut pembahasan fikih mawaris.

Kaitan ayat dengan materi:

Ayat-ayat tersebut menjadi landasan penting dalam mempelajari ilmu mawaris. Ketentuan warisan mengajarkan bahwa hak ahli waris harus ditentukan berdasarkan aturan syariat, bukan semata-mata berdasarkan keinginan atau kesepakatan sepihak.

B. Konsep Materi






Video dan Sumber Belajar

Untuk menambah pemahaman, peserta didik dapat mempelajari materi melalui sumber berikut:

Peserta didik diharapkan menyimak materi, mencatat istilah penting, dan mendiskusikan contoh klasifikasi ahli waris bersama guru.


6. Asesmen / Post Test

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

  1. Jelaskan pengertian zawil furudh dan asabah dengan menggunakan bahasamu sendiri!
  2. Sebutkan enam bagian pasti yang dikenal dalam ilmu faraid!
  3. Jelaskan perbedaan asabah binafsih, asabah bil ghair, dan asabah ma’al ghair, masing-masing disertai satu contoh!
  4. Seorang pewaris meninggalkan seorang istri, seorang anak laki-laki, dan seorang anak perempuan. Jika harta warisan bersih sebesar Rp120.000.000, tentukan bagian istri dan sisa bagian yang diterima masing-masing anak!





Rabu, 23 September 2026

REFLEKSI & KESIMPULAN MATERI MENGHALANGI PROGRES DIRI DENGAN NIFAK, KERAS KEPALA, DAN KERAS HATI

 Refleksi Pembelajaran Kelas XII IPA 5

Kegiatan pembelajaran di kelas XII IPA 5 berjalan dengan baik dan cukup kondusif. Dari 34 peserta didik, sebanyak 31 siswa hadir, 2 siswa sakit, dan 1 siswa izin. Materi pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

Secara umum, peserta didik mengikuti pembelajaran dengan cukup baik dan dapat memperhatikan materi yang disampaikan. Namun, beberapa siswa di bagian belakang sebelah kiri kelas beberapa kali membuat gaduh sehingga perlu diberikan teguran dan arahan untuk kembali fokus. Setelah diberikan pengingat, kondisi kelas kembali lebih tertib dan pembelajaran dapat dilanjutkan dengan baik.

Secara keseluruhan, proses pembelajaran berjalan lancar dan materi dapat tersampaikan sesuai rencana. Ke depannya, peserta didik diharapkan dapat meningkatkan fokus, kedisiplinan, dan kesadaran dalam menjaga suasana kelas agar tetap kondusif sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal.

MENGHALANGI PROGRES DIRI DENGAN NIFAK, KERAS KEPALA, DAN KERAS HATI

 1. Identitas

  • Nama Guru : Rahmattulloh, S.Pd.I.Gr, M.Pd
  • Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
  • Kelas : XII IPA 5
  • Judul Materi : Menghalangi Progres Diri dengan Nifak, Keras Kepala, dan Keras Hati

2. Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase F, murid mampu memahami dan menganalisis ajaran Islam yang berkaitan dengan akhlak tercela serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Murid mampu memahami bahaya nifak, keras kepala, dan keras hati serta berupaya menghindari perilaku tersebut sebagai bagian dari pembentukan akhlak mulia.


3. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian nifak, keras kepala, dan keras hati.
  2. Mengidentifikasi ciri-ciri perilaku nifak, keras kepala, dan keras hati.
  3. Menganalisis faktor penyebab dan dampak perilaku nifak, keras kepala, dan keras hati terhadap perkembangan diri.
  4. Menjelaskan cara menghindari perilaku nifak, keras kepala, dan keras hati.
  5. Menunjukkan sikap terbuka terhadap nasihat, mau melakukan introspeksi diri, dan berusaha memperbaiki diri.

Mindful Learning (Berkesadaran)

Murid diajak menyadari bahwa perkembangan diri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh akhlak dan sikap dalam menerima nasihat, mengakui kesalahan, serta bersedia melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Meaningful Learning (Bermakna)

Murid menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, seperti sikap sulit menerima kritik, tidak mau mengakui kesalahan, berkata tidak sesuai dengan kenyataan, atau menolak nasihat meskipun mengetahui bahwa nasihat tersebut benar.

Joyful Learning (Menggembirakan)

Murid mengikuti pembelajaran melalui diskusi, analisis kasus sederhana, tanya jawab, dan refleksi diri sehingga pembelajaran tentang akhlak dapat dipahami secara dekat dengan kehidupan mereka.


4. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

No.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Materi Pokok

Indikator Ketercapaian

1

Murid mampu memahami pengertian nifak, keras kepala, dan keras hati

Murid mengidentifikasi pengertian ketiga perilaku tersebut melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian nifak, keras kepala, dan keras hati

Murid mampu menjelaskan pengertian masing-masing perilaku dengan bahasa sendiri.

2

Murid mampu menjelaskan ciri-ciri nifak

Murid menganalisis ciri-ciri perilaku nifak berdasarkan Al-Qur'an dan hadis.

Ciri-ciri nifak

Murid mampu menyebutkan dan menjelaskan ciri-ciri nifak.

3

Murid mampu menganalisis perilaku keras kepala dan keras hati

Murid mengidentifikasi contoh perilaku keras kepala dan keras hati serta membedakan karakteristik keduanya.

Keras kepala dan keras hati

Murid mampu memberikan contoh perilaku keras kepala dan keras hati.

4

Murid mampu menganalisis dampak ketiga perilaku tersebut

Murid menganalisis bagaimana nifak, keras kepala, dan keras hati dapat menghambat perkembangan diri dan hubungan dengan orang lain.

Dampak perilaku tercela

Murid mampu menjelaskan dampak terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.

5

Murid mampu menerapkan upaya menghindari perilaku tersebut

Murid merumuskan langkah-langkah memperbaiki diri melalui kejujuran, keterbukaan terhadap nasihat, introspeksi, dan kesediaan menerima kebenaran.

Cara menghindari perilaku tercela

Murid mampu menyusun langkah nyata untuk memperbaiki diri.


5. Materi

A. Ayat Al-Qur'an yang Berkaitan dengan Materi

1. QS. Al-Baqarah Ayat 10

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

Artinya:

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.”

Kaitan dengan materi:

Ayat ini berkaitan dengan perilaku nifak. Kemunafikan merupakan penyakit hati yang dapat menghambat seseorang untuk memperbaiki diri karena adanya ketidaksesuaian antara apa yang ditampakkan dengan apa yang sebenarnya ada di dalam hati.


2. QS. Al-Munafiqun Ayat 1

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

Artinya:

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, ‘Kami mengakui bahwa engkau adalah Rasul Allah.’ Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.”

Kaitan dengan materi:

Ayat ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara ucapan dan keadaan yang sebenarnya. Oleh karena itu, seorang muslim harus berusaha menjaga kejujuran dalam ucapan dan perbuatan.


B. Konsep Materi








Link Video Pembelajaran

Video pembelajaran dapat digunakan untuk memperkuat pemahaman murid mengenai nifak, penyakit hati, keras kepala, dan pentingnya introspeksi diri.

Link Video:

https://youtu.be/Zj-JpSj1uvs?si=dFENmiJzvMylVt2x

6. Asesmen / Post Test

(1) Jelaskan pengertian nifak, keras kepala, dan keras hati!

(2) Sebutkan minimal tiga ciri perilaku nifak!

(3) Jelaskan perbedaan antara memiliki pendirian dengan bersikap keras kepala!

(4) Mengapa perilaku nifak, keras kepala, dan keras hati dapat menghambat progres atau perkembangan diri seseorang?

(5) Sebutkan minimal lima cara yang dapat dilakukan untuk menghindari perilaku nifak, keras kepala, dan keras hati!


Demikian materi pembelajaran hari ini. Semoga materi ini dapat membantu kita memahami pentingnya menjaga hati dan akhlak serta mendorong diri untuk terus melakukan perbaikan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Selasa, 22 September 2026

MENGHALANGI PROGRES DIRI DENGAN NIFAK, KERAS KEPALA, DAN KERAS HATI

 1. Identitas

  • Nama Guru : Rahmattulloh, S.Pd.I.Gr, M.Pd
  • Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
  • Kelas : XII IPA 2
  • Judul Materi : Menghalangi Progres Diri dengan Nifak, Keras Kepala, dan Keras Hati

2. Capaian Pembelajaran

Pada akhir fase F, murid mampu memahami dan menganalisis ajaran Islam yang berkaitan dengan akhlak tercela serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Murid mampu memahami bahaya nifak, keras kepala, dan keras hati serta berupaya menghindari perilaku tersebut sebagai bagian dari pembentukan akhlak mulia.


3. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, murid diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian nifak, keras kepala, dan keras hati.
  2. Mengidentifikasi ciri-ciri perilaku nifak, keras kepala, dan keras hati.
  3. Menganalisis faktor penyebab dan dampak perilaku nifak, keras kepala, dan keras hati terhadap perkembangan diri.
  4. Menjelaskan cara menghindari perilaku nifak, keras kepala, dan keras hati.
  5. Menunjukkan sikap terbuka terhadap nasihat, mau melakukan introspeksi diri, dan berusaha memperbaiki diri.

Mindful Learning (Berkesadaran)

Murid diajak menyadari bahwa perkembangan diri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh akhlak dan sikap dalam menerima nasihat, mengakui kesalahan, serta bersedia melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Meaningful Learning (Bermakna)

Murid menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, seperti sikap sulit menerima kritik, tidak mau mengakui kesalahan, berkata tidak sesuai dengan kenyataan, atau menolak nasihat meskipun mengetahui bahwa nasihat tersebut benar.

Joyful Learning (Menggembirakan)

Murid mengikuti pembelajaran melalui diskusi, analisis kasus sederhana, tanya jawab, dan refleksi diri sehingga pembelajaran tentang akhlak dapat dipahami secara dekat dengan kehidupan mereka.


4. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

No.

Tujuan Pembelajaran (TP)

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Materi Pokok

Indikator Ketercapaian

1

Murid mampu memahami pengertian nifak, keras kepala, dan keras hati

Murid mengidentifikasi pengertian ketiga perilaku tersebut melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian nifak, keras kepala, dan keras hati

Murid mampu menjelaskan pengertian masing-masing perilaku dengan bahasa sendiri.

2

Murid mampu menjelaskan ciri-ciri nifak

Murid menganalisis ciri-ciri perilaku nifak berdasarkan Al-Qur'an dan hadis.

Ciri-ciri nifak

Murid mampu menyebutkan dan menjelaskan ciri-ciri nifak.

3

Murid mampu menganalisis perilaku keras kepala dan keras hati

Murid mengidentifikasi contoh perilaku keras kepala dan keras hati serta membedakan karakteristik keduanya.

Keras kepala dan keras hati

Murid mampu memberikan contoh perilaku keras kepala dan keras hati.

4

Murid mampu menganalisis dampak ketiga perilaku tersebut

Murid menganalisis bagaimana nifak, keras kepala, dan keras hati dapat menghambat perkembangan diri dan hubungan dengan orang lain.

Dampak perilaku tercela

Murid mampu menjelaskan dampak terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.

5

Murid mampu menerapkan upaya menghindari perilaku tersebut

Murid merumuskan langkah-langkah memperbaiki diri melalui kejujuran, keterbukaan terhadap nasihat, introspeksi, dan kesediaan menerima kebenaran.

Cara menghindari perilaku tercela

Murid mampu menyusun langkah nyata untuk memperbaiki diri.


5. Materi

A. Ayat Al-Qur'an yang Berkaitan dengan Materi

1. QS. Al-Baqarah Ayat 10

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

Artinya:

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.”

Kaitan dengan materi:

Ayat ini berkaitan dengan perilaku nifak. Kemunafikan merupakan penyakit hati yang dapat menghambat seseorang untuk memperbaiki diri karena adanya ketidaksesuaian antara apa yang ditampakkan dengan apa yang sebenarnya ada di dalam hati.


2. QS. Al-Munafiqun Ayat 1

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

Artinya:

“Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, ‘Kami mengakui bahwa engkau adalah Rasul Allah.’ Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.”

Kaitan dengan materi:

Ayat ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara ucapan dan keadaan yang sebenarnya. Oleh karena itu, seorang muslim harus berusaha menjaga kejujuran dalam ucapan dan perbuatan.


B. Konsep Materi








Link Video Pembelajaran

Video pembelajaran dapat digunakan untuk memperkuat pemahaman murid mengenai nifak, penyakit hati, keras kepala, dan pentingnya introspeksi diri.

Link Video:

https://youtu.be/Zj-JpSj1uvs?si=dFENmiJzvMylVt2x

6. Asesmen / Post Test

(1) Jelaskan pengertian nifak, keras kepala, dan keras hati!

(2) Sebutkan minimal tiga ciri perilaku nifak!

(3) Jelaskan perbedaan antara memiliki pendirian dengan bersikap keras kepala!

(4) Mengapa perilaku nifak, keras kepala, dan keras hati dapat menghambat progres atau perkembangan diri seseorang?

(5) Sebutkan minimal lima cara yang dapat dilakukan untuk menghindari perilaku nifak, keras kepala, dan keras hati!


Demikian materi pembelajaran hari ini. Semoga materi ini dapat membantu kita memahami pentingnya menjaga hati dan akhlak serta mendorong diri untuk terus melakukan perbaikan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.