Senin, 10 Agustus 2026

KELAS 10,PERTEMUAN KE 5

                     TANDA-TANDA ORANG BERIMAN DAN DALILNYA

1. Identitas            :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 10 Agustus 2026

Kelas                 : X / Semester Ganjil

Materi                 : Tanda-Tanda Orang Beriman dan Dalilnya

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian orang yang beriman (mukmin) dan pentingnya mengenali tanda-tandanya.

2.Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan dalil naqli yang berkaitan dengan masing-masing tanda orang beriman.

3.Peserta didik mampu menguraikan empat tanda orang beriman, yaitu memiliki rasa khauf, khusyuk dalam ibadah, meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat, dan bertambah keimanannya ketika mendengar bacaan Al-Qur'an.

4.Peserta didik mampu menerapkan keempat tanda tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Anfal (8) : 2

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal.”

QS. Al-Mu'minun (23) : 1-3

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.”

Kaitan dengan materi :

QS. Al-Anfal ayat 2 menjelaskan dua tanda orang beriman, yaitu hati yang bergetar (khauf) ketika nama Allah disebut dan bertambahnya iman ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an. Adapun QS. Al-Mu'minun ayat 1-3 menjelaskan dua tanda lainnya, yaitu khusyuk dalam salat dan menjauhkan diri dari perkara yang tidak bermanfaat (laghwu). Keempat ayat ini menjadi dalil naqli utama yang menguraikan secara rinci ciri-ciri orang yang beriman dengan sebenar-benarnya.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Tanda-Tanda Orang Beriman dan Dalilnya.

Berikut ini materinya :

A. Pengertian Orang yang Beriman (Mukmin)

Orang yang beriman atau mukmin adalah seseorang yang membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan segala sesuatu yang diwajibkan Allah untuk diimani. Keimanan seseorang tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan melalui sikap hati, ibadah, dan perilaku sehari-hari. Berikut ini akan diuraikan empat tanda utama orang yang beriman.

B. Tanda Pertama: Memiliki Rasa Khauf

Dalil : QS. Al-Anfal (8) : 2 — “...apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka...”

Khauf adalah rasa takut yang muncul dalam hati seorang hamba karena menyadari kebesaran dan keagungan Allah, serta khawatir akan murka dan azab-Nya apabila ia lalai atau berbuat dosa. Orang yang beriman akan merasakan getaran di hatinya ketika nama Allah disebut, sebagai bukti kecintaan dan ketundukannya kepada-Nya. Rasa khauf ini mendorong seseorang untuk senantiasa berhati-hati dalam bersikap dan menjauhi larangan Allah.

C. Tanda Kedua: Menghadirkan Rasa Khusyuk dalam Ibadah

Dalil : QS. Al-Mu'minun (23) : 1-2 — “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya.”

Khusyuk adalah kondisi hati yang tenang, fokus, dan sepenuhnya menghadap kepada Allah saat beribadah, disertai kesadaran penuh akan makna setiap ucapan dan gerakan yang dilakukan. Orang yang beriman senantiasa berusaha menghadirkan hatinya dalam setiap ibadah, terutama salat, sehingga ibadahnya tidak sekadar gerakan fisik tanpa makna, melainkan benar-benar menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.

D. Tanda Ketiga: Meninggalkan Perkara yang Tidak Bermanfaat

Dalil : QS. Al-Mu'minun (23) : 3 — “dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.”

Orang yang beriman senantiasa menjaga waktu, ucapan, dan perbuatannya agar tidak sia-sia. Ia menghindari perkataan yang tidak bermanfaat, perbuatan yang membuang-buang waktu, serta pergaulan yang tidak mendatangkan kebaikan. Sikap ini menunjukkan kesadaran seorang mukmin bahwa setiap waktu dan kesempatan yang dimilikinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

E. Tanda Keempat: Bertambah Keimanannya Setiap Mendengar Bacaan Al-Qur'an

Dalil : QS. Al-Anfal (8) : 2 — “...dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya)...”

Orang yang beriman akan merasakan bertambahnya keyakinan dan ketenangan dalam hatinya setiap kali mendengar atau membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Ia senantiasa merenungkan (tadabbur) makna ayat yang didengarnya, sehingga Al-Qur'an menjadi sumber penguat iman yang terus-menerus, bukan sekadar bacaan yang berlalu tanpa bekas dalam hati.

F. Penerapan Keempat Tanda Iman dalam Kehidupan Sehari-hari

•Membiasakan diri berhati-hati dalam bersikap dan segera bertaubat ketika menyadari kesalahan, sebagai wujud rasa khauf kepada Allah.

•Berusaha menghadirkan hati dan memahami makna bacaan saat melaksanakan salat agar tercapai kekhusyukan.

•Memanfaatkan waktu luang untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti belajar, membaca, atau membantu sesama, dan menghindari perbuatan sia-sia.

•Membiasakan diri membaca dan mentadaburi Al-Qur'an secara rutin agar keimanan senantiasa bertambah.

G. Hikmah Mengenali Tanda-Tanda Orang Beriman

•Menjadi bahan introspeksi diri (muhasabah) untuk mengukur kualitas keimanan masing-masing.

•Memotivasi diri untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak.

•Membentuk pribadi muslim yang benar-benar beriman, bukan hanya secara ucapan tetapi juga dalam sikap dan perbuatan.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan mendorong kalian untuk senantiasa berusaha menjadi pribadi yang mencerminkan tanda-tanda orang beriman.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

5.Jelaskan pengertian orang yang beriman (mukmin) menurut pemahamanmu!

6.Jelaskan pengertian khauf dan sebutkan dalilnya!

7.Jelaskan makna khusyuk dalam ibadah dan sebutkan dalilnya!

8.Mengapa orang beriman diperintahkan untuk meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat? Jelaskan disertai dalilnya!

9.Jelaskan mengapa iman seorang mukmin dapat bertambah ketika mendengar bacaan Al-Qur'an, disertai dalilnya!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

X – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

KELAS 12 PERTEMUAN KE 5

 MERAWAT ISLAM: DEFINISI, DALIL, SERTA RUKUN ISLAM

1. Identitas :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 10 Agustus 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : Merawat Islam: Definisi, Dalil, serta Rukun Islam

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian merawat Islam.

2.Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan dalil naqli yang berkaitan dengan pentingnya merawat Islam.

3.Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan rukun Islam sebagai fondasi dalam merawat keislaman.

4.Peserta didik mampu menerapkan sikap dan perilaku dalam merawat serta menjaga keutuhan ajaran Islam melalui pengamalan rukun Islam di kehidupan sehari-hari.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Ali 'Imran (3) : 102

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (berserah diri).”

Hadis Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Diriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kaitan dengan materi :

QS. Ali 'Imran ayat 102 memerintahkan setiap mukmin untuk bertakwa dengan sungguh-sungguh dan menjaga keislamannya hingga akhir hayat, yang menunjukkan bahwa keislaman perlu dirawat dan dijaga secara terus-menerus. Adapun hadis di atas menjelaskan lima rukun Islam sebagai fondasi utama yang harus ditegakkan dan dijaga oleh setiap muslim. Dengan menegakkan rukun Islam secara konsisten, seorang muslim sesungguhnya sedang merawat dan menjaga keislamannya agar tetap kokoh.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Merawat Islam: Definisi, Dalil, serta Rukun Islam.

Berikut ini materinya :

A. Pengertian Merawat Islam

Merawat Islam adalah upaya sadar dan berkesinambungan yang dilakukan oleh setiap muslim untuk menjaga, memelihara, serta melestarikan ajaran Islam, baik dalam aspek akidah, ibadah, akhlak, maupun syariat, agar tetap murni dan terjaga dari penyimpangan, kelalaian, maupun pengaruh negatif yang dapat merusaknya. Salah satu cara utama merawat Islam adalah dengan menegakkan rukun Islam secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

B. Dalil tentang Pentingnya Merawat Islam

Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ali 'Imran ayat 102, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya takwa dan menjaga keislamannya hingga akhir hayat. Hal ini menegaskan bahwa status muslim harus terus dijaga dan dirawat melalui ketaatan yang konsisten, salah satunya dengan menegakkan rukun Islam sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

C. Rukun Islam

Rukun Islam adalah lima perkara pokok yang menjadi fondasi dan tiang bangunan keislaman seseorang. Kelima rukun tersebut adalah:

1. Mengucapkan dua kalimat syahadat, yaitu bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang       berhak      disembah selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

2.  Mendirikan salat lima waktu sebagai bentuk komunikasi dan ibadah utama seorang muslim kepada Allah.

3.  Menunaikan zakat bagi yang telah mencukupi syarat, sebagai bentuk kepedulian sosial dan penyucian harta.

4.  Berpuasa pada bulan Ramadan sebagai sarana melatih ketakwaan, kesabaran, dan pengendalian diri.

5.Menunaikan ibadah haji ke Baitullah bagi yang mampu, sebagai puncak penghambaan diri kepada Allah.

D. Kaitan Rukun Islam dengan Upaya Merawat Islam

•Syahadat menjadi fondasi akidah yang harus dijaga kemurniannya sepanjang hayat.

•Salat menjadi sarana rutin untuk senantiasa mengingat Allah dan menjaga kedekatan spiritual.

•Zakat menjaga keseimbangan sosial dan mempererat kepedulian antar sesama muslim.

•Puasa melatih pengendalian diri sehingga seorang muslim lebih mudah menjaga diri dari perbuatan yang merusak keislamannya.

•Haji menguatkan ukhuwah islamiyah dan menumbuhkan semangat untuk terus memperbaiki diri setelah kembali ke tanah air.

E. Cara-Cara Merawat Islam dalam Kehidupan Sehari-hari

•Menegakkan rukun Islam secara konsisten dan penuh kesadaran, bukan sekadar rutinitas.

•Menuntut ilmu agama secara rutin agar pemahaman keislaman semakin kuat.

•Memilih lingkungan dan pergaulan yang mendukung terjaganya nilai-nilai keislaman.

•Aktif dalam kegiatan keagamaan di sekolah maupun masyarakat.

•Menjadi teladan yang baik bagi keluarga dan lingkungan sekitar dalam menerapkan ajaran Islam.

F. Hikmah Merawat Islam

•Terjaganya keimanan dan keislaman seseorang hingga akhir hayat.

•Terbentuknya pribadi muslim yang taat, disiplin, dan bertanggung jawab melalui pengamalan rukun Islam.

•Terciptanya keseimbangan antara hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).

•Terjaganya kemurnian dan keberlangsungan ajaran Islam dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan mendorong kalian untuk senantiasa merawat keislaman melalui pengamalan rukun Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

1. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

2.Jelaskan pengertian merawat Islam menurut pemahamanmu!

3.Sebutkan dan jelaskan dalil (ayat atau hadis) yang menunjukkan pentingnya merawat Islam!

4.Sebutkan lima rukun Islam secara berurutan!

5.Jelaskan kaitan antara pengamalan rukun Islam dengan upaya merawat keislaman seseorang!

6.Berikan satu contoh nyata upaya merawat Islam melalui pengamalan salah satu rukun Islam yang pernah kamu lakukan!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

Jumat, 07 Agustus 2026

KELAS 12,PERTEMUAN KE 4

                         MENYALAKAN IMAN SERTA PENGERTIANNYA

1. Identitas :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 3 Agustus 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : A. Menyalakan Iman serta Pengertiannya

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian iman menurut bahasa dan istilah.

2.Peserta didik mampu menjelaskan makna dan pentingnya menyalakan (menghidupkan) iman dalam kehidupan sehari-hari.

3.Peserta didik mampu mengidentifikasi tanda-tanda iman yang kuat dan iman yang lemah.

4.Peserta didik mampu menerapkan cara-cara menyalakan iman agar senantiasa kokoh dan istiqamah.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Anfal (8) : 2

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal.”

Kaitan dengan materi :

Ayat ini menjelaskan bahwa iman bukanlah sesuatu yang tetap dan diam, melainkan dapat bertambah dan berkurang. Iman yang sejati ditandai dengan hati yang bergetar saat mengingat Allah dan bertambah keyakinannya ketika mendengar ayat-ayat-Nya. Hal ini menunjukkan pentingnya senantiasa 'menyalakan' atau menghidupkan iman agar tidak padam dan semakin kuat dari waktu ke waktu.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Menyalakan Iman serta Pengertiannya.

Berikut ini materinya :

A. Pengertian Iman

Secara bahasa, iman (al-iman) berasal dari kata amana-yu'minu yang berarti percaya atau membenarkan. Secara istilah, iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan (tashdiqun bil qalbi, wa iqrarun bil lisan, wa 'amalun bil arkan). Iman mencakup enam pokok keyakinan yang disebut rukun iman, yaitu iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar.

B. Iman Bersifat Fluktuatif (Yazidu wa Yanqusu)

Iman seorang muslim tidak selalu berada pada satu tingkatan yang sama, melainkan dapat bertambah (yazid) ketika seseorang rajin beribadah dan berbuat kebaikan, dan dapat berkurang (yanqus) ketika seseorang lalai, bermaksiat, atau jauh dari mengingat Allah. Oleh karena itu, iman perlu senantiasa dijaga, dirawat, dan 'dinyalakan' agar tidak meredup dan padam.

C. Makna Menyalakan Iman

Menyalakan iman berarti upaya sadar dan sungguh-sungguh untuk menghidupkan, menguatkan, dan menumbuhkan kembali semangat keimanan dalam diri, terutama ketika iman terasa lemah, futur (menurun semangat ibadahnya), atau mulai lalai dari mengingat Allah. Sebagaimana api yang perlu terus dijaga agar tidak padam, iman juga memerlukan perawatan yang terus-menerus melalui berbagai amal saleh.

D. Tanda-Tanda Iman yang Kuat (Menyala)

•Hati merasa tenang dan bergetar ketika mendengar nama dan ayat-ayat Allah dibacakan.

•Bersemangat dan istiqamah dalam melaksanakan ibadah, seperti salat dan membaca Al-Qur'an.

•Senantiasa bertawakal dan berserah diri kepada Allah dalam segala urusan.

•Memiliki akhlak yang baik dan senang berbuat kebaikan kepada sesama.

E. Tanda-Tanda Iman yang Lemah (Padam)

•Malas dan sering menunda-nunda ibadah.

•Hati terasa keras dan tidak tersentuh ketika mendengar nasihat atau ayat Al-Qur'an.

•Mudah tergoda melakukan perbuatan maksiat tanpa rasa bersalah.

•Kurang peduli terhadap sesama dan mudah berputus asa dari rahmat Allah.

F. Cara-Cara Menyalakan Iman

•Membaca dan merenungkan (tadabbur) ayat-ayat Al-Qur'an secara rutin.

•Memperbanyak zikir dan mengingat Allah dalam setiap keadaan.

•Menjaga salat lima waktu dan memperbanyak ibadah sunnah.

•Bergaul dengan lingkungan dan teman yang saleh serta menghadiri majelis ilmu.

•Merenungkan nikmat, ujian, dan kekuasaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

•Menjauhi perbuatan maksiat dan segera bertaubat apabila melakukan kesalahan.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan menjadi motivasi bagi kalian untuk senantiasa menjaga dan menyalakan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

5.Jelaskan pengertian iman menurut bahasa dan istilah!

6.Jelaskan mengapa iman disebut bersifat fluktuatif (dapat bertambah dan berkurang)!

7.Sebutkan minimal tiga tanda iman yang kuat dan tiga tanda iman yang lemah!

8.Uraikan minimal empat cara yang dapat dilakukan untuk menyalakan (menguatkan) iman!

9.Ceritakan satu pengalamanmu ketika berhasil mengembalikan semangat ibadah setelah merasa iman sedang lemah/futur!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – IPS 2 : 

70 % siswa mampu menjelaskan di depan kelas tentang iman walau pun masih kurang sempurna,tp sudah berani tampil untuk menjelaskan materi hari itu

Kamis, 06 Agustus 2026

KELAS 12,PERTEMUAN KE 4

                      MENYALAKAN IMAN SERTA PENGERTIANNYA

1. Identitas :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 3 Agustus 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : A. Menyalakan Iman serta Pengertiannya

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian iman menurut bahasa dan istilah.

2.Peserta didik mampu menjelaskan makna dan pentingnya menyalakan (menghidupkan) iman dalam kehidupan sehari-hari.

3.Peserta didik mampu mengidentifikasi tanda-tanda iman yang kuat dan iman yang lemah.

4.Peserta didik mampu menerapkan cara-cara menyalakan iman agar senantiasa kokoh dan istiqamah.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Anfal (8) : 2

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal.”

Kaitan dengan materi :

Ayat ini menjelaskan bahwa iman bukanlah sesuatu yang tetap dan diam, melainkan dapat bertambah dan berkurang. Iman yang sejati ditandai dengan hati yang bergetar saat mengingat Allah dan bertambah keyakinannya ketika mendengar ayat-ayat-Nya. Hal ini menunjukkan pentingnya senantiasa 'menyalakan' atau menghidupkan iman agar tidak padam dan semakin kuat dari waktu ke waktu.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Menyalakan Iman serta Pengertiannya.

Berikut ini materinya :

A. Pengertian Iman

Secara bahasa, iman (al-iman) berasal dari kata amana-yu'minu yang berarti percaya atau membenarkan. Secara istilah, iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan (tashdiqun bil qalbi, wa iqrarun bil lisan, wa 'amalun bil arkan). Iman mencakup enam pokok keyakinan yang disebut rukun iman, yaitu iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar.

B. Iman Bersifat Fluktuatif (Yazidu wa Yanqusu)

Iman seorang muslim tidak selalu berada pada satu tingkatan yang sama, melainkan dapat bertambah (yazid) ketika seseorang rajin beribadah dan berbuat kebaikan, dan dapat berkurang (yanqus) ketika seseorang lalai, bermaksiat, atau jauh dari mengingat Allah. Oleh karena itu, iman perlu senantiasa dijaga, dirawat, dan 'dinyalakan' agar tidak meredup dan padam.

C. Makna Menyalakan Iman

Menyalakan iman berarti upaya sadar dan sungguh-sungguh untuk menghidupkan, menguatkan, dan menumbuhkan kembali semangat keimanan dalam diri, terutama ketika iman terasa lemah, futur (menurun semangat ibadahnya), atau mulai lalai dari mengingat Allah. Sebagaimana api yang perlu terus dijaga agar tidak padam, iman juga memerlukan perawatan yang terus-menerus melalui berbagai amal saleh.

D. Tanda-Tanda Iman yang Kuat (Menyala)

•Hati merasa tenang dan bergetar ketika mendengar nama dan ayat-ayat Allah dibacakan.

•Bersemangat dan istiqamah dalam melaksanakan ibadah, seperti salat dan membaca Al-Qur'an.

•Senantiasa bertawakal dan berserah diri kepada Allah dalam segala urusan.

•Memiliki akhlak yang baik dan senang berbuat kebaikan kepada sesama.

E. Tanda-Tanda Iman yang Lemah (Padam)

•Malas dan sering menunda-nunda ibadah.

•Hati terasa keras dan tidak tersentuh ketika mendengar nasihat atau ayat Al-Qur'an.

•Mudah tergoda melakukan perbuatan maksiat tanpa rasa bersalah.

•Kurang peduli terhadap sesama dan mudah berputus asa dari rahmat Allah.

F. Cara-Cara Menyalakan Iman

•Membaca dan merenungkan (tadabbur) ayat-ayat Al-Qur'an secara rutin.

•Memperbanyak zikir dan mengingat Allah dalam setiap keadaan.

•Menjaga salat lima waktu dan memperbanyak ibadah sunnah.

•Bergaul dengan lingkungan dan teman yang saleh serta menghadiri majelis ilmu.

•Merenungkan nikmat, ujian, dan kekuasaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

•Menjauhi perbuatan maksiat dan segera bertaubat apabila melakukan kesalahan.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan menjadi motivasi bagi kalian untuk senantiasa menjaga dan menyalakan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

5.Jelaskan pengertian iman menurut bahasa dan istilah!

6.Jelaskan mengapa iman disebut bersifat fluktuatif (dapat bertambah dan berkurang)!

7.Sebutkan minimal tiga tanda iman yang kuat dan tiga tanda iman yang lemah!

8.Uraikan minimal empat cara yang dapat dilakukan untuk menyalakan (menguatkan) iman!

9.Ceritakan satu pengalamanmu ketika berhasil mengembalikan semangat ibadah setelah merasa iman sedang lemah/futur!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

Rabu, 05 Agustus 2026

KELAS 12,PERTEMUAN KE 4

                            MENYALAKAN IMAN SERTA PENGERTIANNYA

1. Identitas :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 3 Agustus 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : A. Menyalakan Iman serta Pengertiannya

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian iman menurut bahasa dan istilah.

2.Peserta didik mampu menjelaskan makna dan pentingnya menyalakan (menghidupkan) iman dalam kehidupan sehari-hari.

3.Peserta didik mampu mengidentifikasi tanda-tanda iman yang kuat dan iman yang lemah.

4.Peserta didik mampu menerapkan cara-cara menyalakan iman agar senantiasa kokoh dan istiqamah.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Anfal (8) : 2

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal.”

Kaitan dengan materi :

Ayat ini menjelaskan bahwa iman bukanlah sesuatu yang tetap dan diam, melainkan dapat bertambah dan berkurang. Iman yang sejati ditandai dengan hati yang bergetar saat mengingat Allah dan bertambah keyakinannya ketika mendengar ayat-ayat-Nya. Hal ini menunjukkan pentingnya senantiasa 'menyalakan' atau menghidupkan iman agar tidak padam dan semakin kuat dari waktu ke waktu.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Menyalakan Iman serta Pengertiannya.

Berikut ini materinya :

A. Pengertian Iman

Secara bahasa, iman (al-iman) berasal dari kata amana-yu'minu yang berarti percaya atau membenarkan. Secara istilah, iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan (tashdiqun bil qalbi, wa iqrarun bil lisan, wa 'amalun bil arkan). Iman mencakup enam pokok keyakinan yang disebut rukun iman, yaitu iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar.

B. Iman Bersifat Fluktuatif (Yazidu wa Yanqusu)

Iman seorang muslim tidak selalu berada pada satu tingkatan yang sama, melainkan dapat bertambah (yazid) ketika seseorang rajin beribadah dan berbuat kebaikan, dan dapat berkurang (yanqus) ketika seseorang lalai, bermaksiat, atau jauh dari mengingat Allah. Oleh karena itu, iman perlu senantiasa dijaga, dirawat, dan 'dinyalakan' agar tidak meredup dan padam.

C. Makna Menyalakan Iman

Menyalakan iman berarti upaya sadar dan sungguh-sungguh untuk menghidupkan, menguatkan, dan menumbuhkan kembali semangat keimanan dalam diri, terutama ketika iman terasa lemah, futur (menurun semangat ibadahnya), atau mulai lalai dari mengingat Allah. Sebagaimana api yang perlu terus dijaga agar tidak padam, iman juga memerlukan perawatan yang terus-menerus melalui berbagai amal saleh.

D. Tanda-Tanda Iman yang Kuat (Menyala)

•Hati merasa tenang dan bergetar ketika mendengar nama dan ayat-ayat Allah dibacakan.

•Bersemangat dan istiqamah dalam melaksanakan ibadah, seperti salat dan membaca Al-Qur'an.

•Senantiasa bertawakal dan berserah diri kepada Allah dalam segala urusan.

•Memiliki akhlak yang baik dan senang berbuat kebaikan kepada sesama.

E. Tanda-Tanda Iman yang Lemah (Padam)

•Malas dan sering menunda-nunda ibadah.

•Hati terasa keras dan tidak tersentuh ketika mendengar nasihat atau ayat Al-Qur'an.

•Mudah tergoda melakukan perbuatan maksiat tanpa rasa bersalah.

•Kurang peduli terhadap sesama dan mudah berputus asa dari rahmat Allah.

F. Cara-Cara Menyalakan Iman

•Membaca dan merenungkan (tadabbur) ayat-ayat Al-Qur'an secara rutin.

•Memperbanyak zikir dan mengingat Allah dalam setiap keadaan.

•Menjaga salat lima waktu dan memperbanyak ibadah sunnah.

•Bergaul dengan lingkungan dan teman yang saleh serta menghadiri majelis ilmu.

•Merenungkan nikmat, ujian, dan kekuasaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

•Menjauhi perbuatan maksiat dan segera bertaubat apabila melakukan kesalahan.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan menjadi motivasi bagi kalian untuk senantiasa menjaga dan menyalakan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

5.Jelaskan pengertian iman menurut bahasa dan istilah!

6.Jelaskan mengapa iman disebut bersifat fluktuatif (dapat bertambah dan berkurang)!

7.Sebutkan minimal tiga tanda iman yang kuat dan tiga tanda iman yang lemah!

8.Uraikan minimal empat cara yang dapat dilakukan untuk menyalakan (menguatkan) iman!

9.Ceritakan satu pengalamanmu ketika berhasil mengembalikan semangat ibadah setelah merasa iman sedang lemah/futur!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

Selasa, 04 Agustus 2026

KELAS 12,PERTEMUAN KE 4

 MENYALAKAN IMAN SERTA PENGERTIANNYA

1. Identitas :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 3 Agustus 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : A. Menyalakan Iman serta Pengertiannya

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian iman menurut bahasa dan istilah.

2.Peserta didik mampu menjelaskan makna dan pentingnya menyalakan (menghidupkan) iman dalam kehidupan sehari-hari.

3.Peserta didik mampu mengidentifikasi tanda-tanda iman yang kuat dan iman yang lemah.

4.Peserta didik mampu menerapkan cara-cara menyalakan iman agar senantiasa kokoh dan istiqamah.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Anfal (8) : 2

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal.”

Kaitan dengan materi :

Ayat ini menjelaskan bahwa iman bukanlah sesuatu yang tetap dan diam, melainkan dapat bertambah dan berkurang. Iman yang sejati ditandai dengan hati yang bergetar saat mengingat Allah dan bertambah keyakinannya ketika mendengar ayat-ayat-Nya. Hal ini menunjukkan pentingnya senantiasa 'menyalakan' atau menghidupkan iman agar tidak padam dan semakin kuat dari waktu ke waktu.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Menyalakan Iman serta Pengertiannya.

Berikut ini materinya :

A. Pengertian Iman

Secara bahasa, iman (al-iman) berasal dari kata amana-yu'minu yang berarti percaya atau membenarkan. Secara istilah, iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan (tashdiqun bil qalbi, wa iqrarun bil lisan, wa 'amalun bil arkan). Iman mencakup enam pokok keyakinan yang disebut rukun iman, yaitu iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar.

B. Iman Bersifat Fluktuatif (Yazidu wa Yanqusu)

Iman seorang muslim tidak selalu berada pada satu tingkatan yang sama, melainkan dapat bertambah (yazid) ketika seseorang rajin beribadah dan berbuat kebaikan, dan dapat berkurang (yanqus) ketika seseorang lalai, bermaksiat, atau jauh dari mengingat Allah. Oleh karena itu, iman perlu senantiasa dijaga, dirawat, dan 'dinyalakan' agar tidak meredup dan padam.

C. Makna Menyalakan Iman

Menyalakan iman berarti upaya sadar dan sungguh-sungguh untuk menghidupkan, menguatkan, dan menumbuhkan kembali semangat keimanan dalam diri, terutama ketika iman terasa lemah, futur (menurun semangat ibadahnya), atau mulai lalai dari mengingat Allah. Sebagaimana api yang perlu terus dijaga agar tidak padam, iman juga memerlukan perawatan yang terus-menerus melalui berbagai amal saleh.

D. Tanda-Tanda Iman yang Kuat (Menyala)

•Hati merasa tenang dan bergetar ketika mendengar nama dan ayat-ayat Allah dibacakan.

•Bersemangat dan istiqamah dalam melaksanakan ibadah, seperti salat dan membaca Al-Qur'an.

•Senantiasa bertawakal dan berserah diri kepada Allah dalam segala urusan.

•Memiliki akhlak yang baik dan senang berbuat kebaikan kepada sesama.

E. Tanda-Tanda Iman yang Lemah (Padam)

•Malas dan sering menunda-nunda ibadah.

•Hati terasa keras dan tidak tersentuh ketika mendengar nasihat atau ayat Al-Qur'an.

•Mudah tergoda melakukan perbuatan maksiat tanpa rasa bersalah.

•Kurang peduli terhadap sesama dan mudah berputus asa dari rahmat Allah.

F. Cara-Cara Menyalakan Iman

•Membaca dan merenungkan (tadabbur) ayat-ayat Al-Qur'an secara rutin.

•Memperbanyak zikir dan mengingat Allah dalam setiap keadaan.

•Menjaga salat lima waktu dan memperbanyak ibadah sunnah.

•Bergaul dengan lingkungan dan teman yang saleh serta menghadiri majelis ilmu.

•Merenungkan nikmat, ujian, dan kekuasaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

•Menjauhi perbuatan maksiat dan segera bertaubat apabila melakukan kesalahan.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan menjadi motivasi bagi kalian untuk senantiasa menjaga dan menyalakan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

5.Jelaskan pengertian iman menurut bahasa dan istilah!

6.Jelaskan mengapa iman disebut bersifat fluktuatif (dapat bertambah dan berkurang)!

7.Sebutkan minimal tiga tanda iman yang kuat dan tiga tanda iman yang lemah!

8.Uraikan minimal empat cara yang dapat dilakukan untuk menyalakan (menguatkan) iman!

9.Ceritakan satu pengalamanmu ketika berhasil mengembalikan semangat ibadah setelah merasa iman sedang lemah/futur!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

Senin, 03 Agustus 2026

KELAS 12 TENTANG IMAN PERTUAN KE 4

 MENYALAKAN IMAN SERTA PENGERTIANNYA

1. Identitas :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 3 Agustus 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : A. Menyalakan Iman serta Pengertiannya

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian iman menurut bahasa dan istilah.

2.Peserta didik mampu menjelaskan makna dan pentingnya menyalakan (menghidupkan) iman dalam kehidupan sehari-hari.

3.Peserta didik mampu mengidentifikasi tanda-tanda iman yang kuat dan iman yang lemah.

4.Peserta didik mampu menerapkan cara-cara menyalakan iman agar senantiasa kokoh dan istiqamah.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Anfal (8) : 2

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal.”

Kaitan dengan materi :

Ayat ini menjelaskan bahwa iman bukanlah sesuatu yang tetap dan diam, melainkan dapat bertambah dan berkurang. Iman yang sejati ditandai dengan hati yang bergetar saat mengingat Allah dan bertambah keyakinannya ketika mendengar ayat-ayat-Nya. Hal ini menunjukkan pentingnya senantiasa 'menyalakan' atau menghidupkan iman agar tidak padam dan semakin kuat dari waktu ke waktu.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Menyalakan Iman serta Pengertiannya.

Berikut ini materinya :

A. Pengertian Iman

Secara bahasa, iman (al-iman) berasal dari kata amana-yu'minu yang berarti percaya atau membenarkan. Secara istilah, iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan (tashdiqun bil qalbi, wa iqrarun bil lisan, wa 'amalun bil arkan). Iman mencakup enam pokok keyakinan yang disebut rukun iman, yaitu iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar.

B. Iman Bersifat Fluktuatif (Yazidu wa Yanqusu)

Iman seorang muslim tidak selalu berada pada satu tingkatan yang sama, melainkan dapat bertambah (yazid) ketika seseorang rajin beribadah dan berbuat kebaikan, dan dapat berkurang (yanqus) ketika seseorang lalai, bermaksiat, atau jauh dari mengingat Allah. Oleh karena itu, iman perlu senantiasa dijaga, dirawat, dan 'dinyalakan' agar tidak meredup dan padam.

C. Makna Menyalakan Iman

Menyalakan iman berarti upaya sadar dan sungguh-sungguh untuk menghidupkan, menguatkan, dan menumbuhkan kembali semangat keimanan dalam diri, terutama ketika iman terasa lemah, futur (menurun semangat ibadahnya), atau mulai lalai dari mengingat Allah. Sebagaimana api yang perlu terus dijaga agar tidak padam, iman juga memerlukan perawatan yang terus-menerus melalui berbagai amal saleh.

D. Tanda-Tanda Iman yang Kuat (Menyala)

•Hati merasa tenang dan bergetar ketika mendengar nama dan ayat-ayat Allah dibacakan.

•Bersemangat dan istiqamah dalam melaksanakan ibadah, seperti salat dan membaca Al-Qur'an.

•Senantiasa bertawakal dan berserah diri kepada Allah dalam segala urusan.

•Memiliki akhlak yang baik dan senang berbuat kebaikan kepada sesama.

E. Tanda-Tanda Iman yang Lemah (Padam)

•Malas dan sering menunda-nunda ibadah.

•Hati terasa keras dan tidak tersentuh ketika mendengar nasihat atau ayat Al-Qur'an.

•Mudah tergoda melakukan perbuatan maksiat tanpa rasa bersalah.

•Kurang peduli terhadap sesama dan mudah berputus asa dari rahmat Allah.

F. Cara-Cara Menyalakan Iman

•Membaca dan merenungkan (tadabbur) ayat-ayat Al-Qur'an secara rutin.

•Memperbanyak zikir dan mengingat Allah dalam setiap keadaan.

•Menjaga salat lima waktu dan memperbanyak ibadah sunnah.

•Bergaul dengan lingkungan dan teman yang saleh serta menghadiri majelis ilmu.

•Merenungkan nikmat, ujian, dan kekuasaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

•Menjauhi perbuatan maksiat dan segera bertaubat apabila melakukan kesalahan.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan menjadi motivasi bagi kalian untuk senantiasa menjaga dan menyalakan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

5.Jelaskan pengertian iman menurut bahasa dan istilah!

6.Jelaskan mengapa iman disebut bersifat fluktuatif (dapat bertambah dan berkurang)!

7.Sebutkan minimal tiga tanda iman yang kuat dan tiga tanda iman yang lemah!

8.Uraikan minimal empat cara yang dapat dilakukan untuk menyalakan (menguatkan) iman!

9.Ceritakan satu pengalamanmu ketika berhasil mengembalikan semangat ibadah setelah merasa iman sedang lemah/futur!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

KELAS X PERTUAN KE 4

                                 SYU'ABUL IMAN: DEFINISI DAN DALIL NAQLI

1. Identitas :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 3 Agustus 2026

Kelas                 : X / Semester Ganjil

Materi                 : Syu'abul Iman: Definisi dan Dalil Naqli

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian syu'abul iman (cabang-cabang iman).

2.Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan dalil naqli yang berkaitan dengan syu'abul iman.

3.Peserta didik mampu mengklasifikasikan cabang-cabang iman berdasarkan kategori hati, lisan, dan perbuatan anggota badan.

4.Peserta didik mampu memberikan contoh penerapan cabang-cabang iman dalam kehidupan sehari-hari.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Baqarah (2) : 177

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Hadis Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam (Dalil Naqli Utama)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya: “Iman itu memiliki lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan la ilaha illallah, dan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang dari iman.” (HR. Muslim)

Kaitan dengan materi :

Ayat dan hadis di atas menunjukkan bahwa iman bukan sekadar keyakinan dalam hati, melainkan terwujud dalam berbagai bentuk amal, mulai dari ucapan yang paling agung yaitu kalimat tauhid hingga perbuatan sederhana seperti menyingkirkan gangguan dari jalan. Hal ini menjadi dasar utama (dalil naqli) tentang adanya syu'abul iman, yaitu cabang-cabang iman yang jumlahnya sangat banyak dan meliputi seluruh aspek kehidupan seorang muslim.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Syu'abul Iman: Definisi dan Dalil Naqli.

Berikut ini materinya :

A. Pengertian Syu'abul Iman

Secara bahasa, syu'abul iman berasal dari kata syu'bah (cabang/bagian) dan iman (keyakinan). Secara istilah, syu'abul iman adalah cabang-cabang atau bagian-bagian dari iman yang mencakup seluruh bentuk keyakinan, ucapan, dan perbuatan yang menunjukkan kesempurnaan iman seseorang. Konsep ini menegaskan bahwa iman bukan hanya berada dalam hati, tetapi juga harus terwujud dalam ucapan lisan dan amal perbuatan anggota badan.

B. Dalil Naqli tentang Syu'abul Iman

Dasar utama tentang syu'abul iman terdapat dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, yang menjelaskan bahwa iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang, dengan cabang tertinggi berupa kalimat tauhid (la ilaha illallah) dan cabang terendah berupa menyingkirkan gangguan dari jalan, serta rasa malu sebagai salah satu cabang iman. Selain itu, QS. Al-Baqarah ayat 177 juga menguraikan berbagai bentuk kebajikan yang termasuk cabang keimanan, seperti percaya kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, nabi, berinfak, mendirikan salat, menunaikan zakat, menepati janji, dan bersabar.

C. Klasifikasi Cabang-Cabang Iman

•Amalan hati (qalbiyyah) — yaitu keyakinan batin, seperti iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, qada dan qadar, rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, ikhlas, tawakal, serta rasa takut dan berharap kepada Allah.

•Amalan lisan (qauliyyah) — yaitu ucapan yang menunjukkan keimanan, seperti mengucapkan dua kalimat syahadat, membaca Al-Qur'an, berzikir, berdakwah, dan menyampaikan kebenaran.

•Amalan anggota badan (amaliyyah) — yaitu perbuatan nyata sebagai wujud iman, seperti mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa, menuntut ilmu, menjaga kebersihan, berbuat baik kepada sesama, hingga menyingkirkan gangguan dari jalan.

D. Contoh Penerapan Cabang-Cabang Iman dalam Kehidupan Sehari-hari

•Mengucapkan kalimat tauhid dan menjaga keyakinan kepada Allah dalam setiap keadaan.

•Menjaga lisan dari perkataan dusta, ghibah, dan perkataan yang menyakiti orang lain.

•Rajin melaksanakan salat, membaca Al-Qur'an, dan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.

•Bersikap malu untuk melakukan perbuatan tercela sebagai bentuk kehalusan iman.

•Peduli terhadap lingkungan, misalnya dengan menyingkirkan benda berbahaya dari jalan umum.

E. Hikmah Mempelajari Syu'abul Iman

•Memahami bahwa iman mencakup seluruh aspek kehidupan, tidak hanya keyakinan hati semata.

•Memotivasi diri untuk senantiasa meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak.

•Menyadarkan bahwa amal sekecil apa pun, seperti menyingkirkan gangguan dari jalan, tetap bernilai sebagai bagian dari iman.

•Membentuk pribadi muslim yang utuh, baik dalam keyakinan, ucapan, maupun perbuatan.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan mendorong kalian untuk mengamalkan cabang-cabang iman dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

5.Jelaskan pengertian syu'abul iman menurut bahasa dan istilah!

6.Sebutkan dan jelaskan dalil naqli (hadis) yang menjadi dasar utama konsep syu'abul iman!

7.Jelaskan tiga klasifikasi cabang-cabang iman beserta masing-masing satu contohnya!

8.Mengapa cabang iman yang paling tinggi adalah kalimat tauhid dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan? Jelaskan maknanya!

9.Berikan satu contoh penerapan cabang iman dalam kehidupanmu sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

X – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

Kamis, 30 Juli 2026

MANFAAT HIDUP SABAR 12

 MANFAAT HIDUP SABAR

1. Identitas :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : KAMIS/ 30 Juli 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : Manfaat Hidup Sabar

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian sabar sebagai bagian dari akhlak mulia.

2.Peserta didik mampu mengidentifikasi manfaat hidup sabar bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

3.Peserta didik mampu menganalisis dampak buruk sikap tidak sabar dalam kehidupan sehari-hari.

4.Peserta didik mampu membiasakan diri menerapkan sikap sabar dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Ali 'Imran (3) : 200

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

QS. Az-Zumar (39) : 10

“Katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.' Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Sesungguhnya orang-orang yang sabar disempurnakan pahalanya tanpa batas.”

Kaitan dengan materi :

Kedua ayat di atas menunjukkan bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk terus bersabar dan menguatkan kesabaran, karena keberuntungan dan kesuksesan hidup, baik di dunia maupun akhirat, sangat berkaitan erat dengan sikap sabar. Allah bahkan menjanjikan pahala yang tidak terbatas bagi orang-orang yang sabar.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Manfaat Hidup Sabar.

Berikut ini materinya :

A. Sabar sebagai Bekal Hidup Seorang Muslim

Sabar merupakan salah satu akhlak mulia yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari ujian, baik berupa kesenangan maupun kesulitan. Sikap sabar menjadi bekal penting agar seseorang tetap teguh, tenang, dan tidak mudah putus asa dalam menjalani berbagai keadaan tersebut.

B. Manfaat Hidup Sabar

•Mendekatkan diri kepada Allah — orang yang sabar senantiasa mengingat Allah dan yakin bahwa pertolongan-Nya akan datang, sehingga hatinya menjadi lebih dekat dengan-Nya.

•Menenangkan hati dan pikiran — sikap sabar membantu seseorang berpikir jernih dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan saat menghadapi masalah.

•Melatih pengendalian diri — orang yang sabar mampu mengendalikan emosi, amarah, dan hawa nafsu sehingga terhindar dari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

•Membentuk pribadi yang kuat dan tangguh — kesabaran menjadikan seseorang tidak mudah menyerah dan mampu bangkit dari kegagalan atau musibah.

•Menjaga keharmonisan hubungan sosial — sikap sabar mencegah timbulnya konflik, pertengkaran, dan permusuhan dalam pergaulan sehari-hari.

•Mendatangkan pahala yang besar di sisi Allah — sebagaimana dijelaskan dalam QS. Az-Zumar ayat 10, orang yang sabar akan diberi pahala tanpa batas.

•Menjadi jalan keluar dari kesulitan — sabar yang disertai ikhtiar dan doa akan mengantarkan seseorang menemukan solusi terbaik atas persoalan yang dihadapinya.

C. Dampak Negatif Jika Tidak Memiliki Sikap Sabar

•Mudah marah, mengeluh, dan berputus asa dalam menghadapi masalah.

•Mengambil keputusan secara terburu-buru sehingga berisiko merugikan diri sendiri dan orang lain.

•Mudah terlibat konflik dan merusak hubungan dengan sesama.

•Menjauhkan diri dari sikap tawakal dan husnuzan kepada Allah.

D. Penerapan Sikap Sabar dalam Kehidupan Sehari-hari

•Sabar dalam belajar dan menuntut ilmu meskipun menghadapi kesulitan memahami pelajaran.

•Sabar dalam menghadapi perbedaan pendapat dengan teman maupun keluarga.

•Sabar dalam menunggu hasil dari usaha yang telah dilakukan.

•Sabar dalam menghadapi cobaan hidup, seperti sakit, kehilangan, atau kegagalan.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan bermanfaat bagi kalian dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh kesabaran.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

1. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

2.Jelaskan pengertian sabar sebagai salah satu akhlak mulia dalam Islam!

3.Sebutkan dan jelaskan minimal empat manfaat hidup sabar bagi diri sendiri dan orang lain!

4.Analisislah dampak negatif yang dapat terjadi apabila seseorang tidak memiliki sikap sabar!

5.Jelaskan kaitan antara sikap sabar dengan datangnya pahala yang besar dari Allah berdasarkan QS. Az-Zumar ayat 10!

6.Berikan contoh penerapan sikap sabar yang pernah kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

Rabu, 29 Juli 2026

MANFAAT HIDUP SABAR KELAS 12

                                     MANFAAT HIDUP SABAR

1. Identitas             :

Nama Guru          : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Rabu/ 29 Juli 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : Manfaat Hidup Sabar

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian sabar sebagai bagian dari akhlak mulia.

2.Peserta didik mampu mengidentifikasi manfaat hidup sabar bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

3.Peserta didik mampu menganalisis dampak buruk sikap tidak sabar dalam kehidupan sehari-hari.

4.Peserta didik mampu membiasakan diri menerapkan sikap sabar dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Ali 'Imran (3) : 200

“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu), dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

QS. Az-Zumar (39) : 10

“Katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.' Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Sesungguhnya orang-orang yang sabar disempurnakan pahalanya tanpa batas.”

Kaitan dengan materi :

Kedua ayat di atas menunjukkan bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk terus bersabar dan menguatkan kesabaran, karena keberuntungan dan kesuksesan hidup, baik di dunia maupun akhirat, sangat berkaitan erat dengan sikap sabar. Allah bahkan menjanjikan pahala yang tidak terbatas bagi orang-orang yang sabar.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Manfaat Hidup Sabar.

Berikut ini materinya :

A. Sabar sebagai Bekal Hidup Seorang Muslim

Sabar merupakan salah satu akhlak mulia yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari ujian, baik berupa kesenangan maupun kesulitan. Sikap sabar menjadi bekal penting agar seseorang tetap teguh, tenang, dan tidak mudah putus asa dalam menjalani berbagai keadaan tersebut.

B. Manfaat Hidup Sabar

•Mendekatkan diri kepada Allah — orang yang sabar senantiasa mengingat Allah dan yakin bahwa pertolongan-Nya akan datang, sehingga hatinya menjadi lebih dekat dengan-Nya.

•Menenangkan hati dan pikiran — sikap sabar membantu seseorang berpikir jernih dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan saat menghadapi masalah.

•Melatih pengendalian diri — orang yang sabar mampu mengendalikan emosi, amarah, dan hawa nafsu sehingga terhindar dari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

•Membentuk pribadi yang kuat dan tangguh — kesabaran menjadikan seseorang tidak mudah menyerah dan mampu bangkit dari kegagalan atau musibah.

•Menjaga keharmonisan hubungan sosial — sikap sabar mencegah timbulnya konflik, pertengkaran, dan permusuhan dalam pergaulan sehari-hari.

•Mendatangkan pahala yang besar di sisi Allah — sebagaimana dijelaskan dalam QS. Az-Zumar ayat 10, orang yang sabar akan diberi pahala tanpa batas.

•Menjadi jalan keluar dari kesulitan — sabar yang disertai ikhtiar dan doa akan mengantarkan seseorang menemukan solusi terbaik atas persoalan yang dihadapinya.

C. Dampak Negatif Jika Tidak Memiliki Sikap Sabar

•Mudah marah, mengeluh, dan berputus asa dalam menghadapi masalah.

•Mengambil keputusan secara terburu-buru sehingga berisiko merugikan diri sendiri dan orang lain.

•Mudah terlibat konflik dan merusak hubungan dengan sesama.

•Menjauhkan diri dari sikap tawakal dan husnuzan kepada Allah.

D. Penerapan Sikap Sabar dalam Kehidupan Sehari-hari

•Sabar dalam belajar dan menuntut ilmu meskipun menghadapi kesulitan memahami pelajaran.

•Sabar dalam menghadapi perbedaan pendapat dengan teman maupun keluarga.

•Sabar dalam menunggu hasil dari usaha yang telah dilakukan.

•Sabar dalam menghadapi cobaan hidup, seperti sakit, kehilangan, atau kegagalan.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan bermanfaat bagi kalian dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh kesabaran.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

5.Jelaskan pengertian sabar sebagai salah satu akhlak mulia dalam Islam!

6.Sebutkan dan jelaskan minimal empat manfaat hidup sabar bagi diri sendiri dan orang lain!

7.Analisislah dampak negatif yang dapat terjadi apabila seseorang tidak memiliki sikap sabar!

8.Jelaskan kaitan antara sikap sabar dengan datangnya pahala yang besar dari Allah berdasarkan QS. Az-Zumar ayat 10!

9.Berikan contoh penerapan sikap sabar yang pernah kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

Selasa, 28 Juli 2026

KELAS 12 SABAR DAN PRINSIP SABAR

  BAGIAN-BAGIAN DAN PRINSIP-PRINSIP KESABARAN

1. Identitas            :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Selasa/ 28 Juli 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : Bagian-Bagian dan Prinsip-Prinsip Kesabaran

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian sabar menurut Al-Qur'an dan Hadis.

2.Peserta didik mampu menguraikan bagian-bagian (macam-macam) kesabaran.

3.Peserta didik mampu menjelaskan prinsip-prinsip kesabaran dalam ajaran Islam.

4.Peserta didik mampu menerapkan sikap sabar dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam ketaatan, menjauhi maksiat, maupun menghadapi musibah.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Baqarah (2) : 153

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

QS. Al-Baqarah (2) : 155-156

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un' (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).”

Kaitan dengan materi :

Kedua ayat di atas menegaskan bahwa sabar merupakan salah satu bekal utama seorang mukmin dalam menjalani kehidupan, baik dalam menghadapi ujian berupa ketakutan, kekurangan harta, maupun kehilangan orang yang dicintai. Allah menjanjikan kebersamaan dan kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Bagian-Bagian dan Prinsip-Prinsip Kesabaran.

Berikut ini materinya :

A. Pengertian Sabar

Secara bahasa, sabar (ash-shabr) berarti menahan diri. Secara istilah, sabar adalah menahan diri dari sikap keluh kesah, menahan lisan dari keluhan, dan menahan anggota badan dari perbuatan yang tidak baik, dalam rangka mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan sikap teguh, tenang, dan konsisten dalam menghadapi berbagai keadaan.

B. Bagian-Bagian (Macam-Macam) Kesabaran

•Sabar dalam ketaatan kepada Allah (sabar fi ath-tha'ah) — yaitu kesabaran dalam menjalankan perintah Allah, seperti sabar melaksanakan salat lima waktu, berpuasa, menuntut ilmu, dan berbagai bentuk ibadah lainnya.

•Sabar dalam menjauhi maksiat (sabar 'an al-ma'shiyah) — yaitu kesabaran menahan diri dari perbuatan yang dilarang Allah, seperti menahan hawa nafsu, godaan, dan hal-hal yang dapat menjerumuskan pada dosa.

•Sabar dalam menghadapi musibah (sabar 'ala al-mushibah) — yaitu kesabaran ketika ditimpa ujian, cobaan, atau kesulitan hidup, seperti sakit, kehilangan, kemiskinan, maupun bencana.

C. Prinsip-Prinsip Kesabaran

•Ikhlas karena Allah — kesabaran dilakukan semata-mata mengharap ridha Allah, bukan karena dilihat atau dipuji orang lain.

•Yakin akan pertolongan dan janji Allah — meyakini bahwa setiap kesulitan pasti disertai kemudahan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Insyirah ayat 5-6.

•Tidak berkeluh kesah dan tidak menampakkan kemarahan — menahan lisan dan sikap dari keluhan yang berlebihan atau menyalahkan takdir.

•Konsisten dan istiqamah — sabar dilakukan secara terus-menerus, tidak hanya sesaat, hingga masalah terselesaikan atau ujian berlalu.

•Disertai usaha dan doa — sabar tidak berarti diam tanpa ikhtiar, tetapi tetap diiringi dengan usaha maksimal dan doa kepada Allah.

•Berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah — meyakini bahwa segala ketentuan Allah mengandung hikmah dan kebaikan, meskipun belum tentu dipahami saat itu juga.

D. Keutamaan Sabar

•Allah bersama orang-orang yang sabar (QS. Al-Baqarah: 153).

•Mendapatkan pahala tanpa batas (QS. Az-Zumar: 10).

•Menjadi sebab datangnya pertolongan Allah dalam berbagai urusan.

•Melatih kekuatan mental dan ketenangan jiwa dalam menghadapi kehidupan.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan bermanfaat bagi kalian dalam menerapkan sikap sabar di kehidupan sehari-hari.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

1.Jelaskan pengertian sabar menurut bahasa dan istilah!

2.Sebutkan dan jelaskan tiga bagian (macam) kesabaran beserta contohnya masing-masing!

3.Uraikan minimal empat prinsip kesabaran yang harus dimiliki seorang muslim!

4.Jelaskan hikmah/keutamaan bersikap sabar berdasarkan QS. Al-Baqarah ayat 153 dan 155-156!

5.Berikan satu contoh penerapan sikap sabar dalam kehidupanmu sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : 

Senin, 27 Juli 2026

kelas 10

 QS. AL-MA'IDAH : 48 — PERILAKU BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN

1. Identitas :

Nama Guru : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 27 Juli 2026

Kelas : XII / Semester Ganjil

Materi : QS. Al-Ma'idah : 48 tentang Perilaku Berlomba-lomba dalam Kebaikan (Fastabiqul Khairat)

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu membaca dan menjelaskan kandungan QS. Al-Ma'idah ayat 48 dengan benar.

2.Peserta didik mampu menjelaskan makna berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat).

3.Peserta didik mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku berlomba-lomba dalam kebaikan pada kehidupan sehari-hari.

4.Peserta didik mampu membiasakan diri berperilaku berlomba-lomba dalam kebaikan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Ma'idah (5) : 48

“...Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan. Hanya kepada Allah-lah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.”

Kaitan dengan materi :

Penggalan ayat ini merupakan bagian dari QS. Al-Ma'idah ayat 48 yang menjelaskan bahwa Allah menurunkan syariat yang berbeda-beda kepada setiap umat sesuai dengan zamannya, namun tujuan akhirnya sama, yaitu kebaikan. Oleh karena itu, Allah memerintahkan agar manusia tidak berselisih karena perbedaan, melainkan saling berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat), karena semua akan kembali kepada Allah dan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang QS. Al-Ma'idah Ayat 48 mengenai Perilaku Berlomba-lomba dalam Kebaikan.

Berikut ini materinya :

A. Kandungan QS. Al-Ma'idah Ayat 48

QS. Al-Ma'idah ayat 48 menjelaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan sebagai kitab yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjadi batu ujian (mengoreksi) terhadapnya. Allah menegaskan bahwa setiap umat diberikan syariat dan jalan yang berbeda sesuai dengan kondisi zamannya, dan seandainya Allah menghendaki, niscaya seluruh manusia dijadikan satu umat saja. Namun Allah hendak menguji manusia melalui apa yang telah diberikan kepada mereka. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan agar manusia tidak sibuk berselisih karena perbedaan syariat, tetapi justru saling berlomba-lomba dalam kebaikan.

B. Makna Fastabiqul Khairat (Berlomba-lomba dalam Kebaikan)

Fastabiqul khairat berarti bersegera dan bersungguh-sungguh dalam melakukan berbagai amal kebaikan, tanpa menunda-nunda dan tanpa merasa cukup dengan kebaikan yang telah dilakukan. Sikap ini mendorong seorang muslim untuk senantiasa aktif, produktif, dan kompetitif secara positif dalam berbuat kebaikan, bukan untuk mengalahkan orang lain, melainkan untuk meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala.

C. Bentuk-Bentuk Perilaku Berlomba-lomba dalam Kebaikan

•Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan meningkatkan prestasi belajar.

•Bersegera melaksanakan ibadah wajib maupun sunnah, seperti salat tepat waktu dan memperbanyak sedekah.

•Aktif membantu sesama yang membutuhkan, baik berupa tenaga, harta, maupun pikiran.

•Menjaga persaudaraan dan tidak mudah berselisih karena perbedaan pendapat atau latar belakang.

•Menjadi teladan yang baik dalam bersikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

D. Hikmah Berlomba-lomba dalam Kebaikan

•Mendorong seseorang untuk selalu produktif dan tidak menunda-nunda kebaikan.

•Menumbuhkan semangat positif dalam meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak.

•Mempererat ukhuwah dan mengurangi perselisihan di tengah perbedaan yang ada.

•Menjadi sebab diperolehnya kebaikan di dunia dan pahala di akhirat.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan mendorong kalian untuk senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

1.Jelaskan kandungan pokok yang terdapat dalam QS. Al-Ma'idah ayat 48!

2.Jelaskan makna fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) menurut pemahamanmu!

3.Sebutkan minimal empat bentuk perilaku berlomba-lomba dalam kebaikan yang dapat diterapkan oleh pelajar!

4.Jelaskan hikmah yang dapat diperoleh seseorang yang membiasakan diri berlomba-lomba dalam kebaikan!

5.aBerikan satu contoh nyata perilaku berlomba-lomba dalam kebaikan yang pernah kamu lakukan di sekolah atau di rumah!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... : ................................................................................................

......................................................................................................................

......................................................................................................................

KELAS 12 BAGIAN DAN PRINSIP SABAR

 BAGIAN-BAGIAN DAN PRINSIP-PRINSIP KESABARAN

1. Identitas            :

Nama Guru         : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Hari/ Tanggal : Senin/ 27 Juli 2026

Kelas                 : XII / Semester Ganjil

Materi                 : Bagian-Bagian dan Prinsip-Prinsip Kesabaran

2. Tujuan Pembelajaran :

1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian sabar menurut Al-Qur'an dan Hadis.

2.Peserta didik mampu menguraikan bagian-bagian (macam-macam) kesabaran.

3.Peserta didik mampu menjelaskan prinsip-prinsip kesabaran dalam ajaran Islam.

4.Peserta didik mampu menerapkan sikap sabar dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam ketaatan, menjauhi maksiat, maupun menghadapi musibah.

3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :

QS. Al-Baqarah (2) : 153

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

QS. Al-Baqarah (2) : 155-156

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un' (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).”

Kaitan dengan materi :

Kedua ayat di atas menegaskan bahwa sabar merupakan salah satu bekal utama seorang mukmin dalam menjalani kehidupan, baik dalam menghadapi ujian berupa ketakutan, kekurangan harta, maupun kehilangan orang yang dicintai. Allah menjanjikan kebersamaan dan kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar.

4. Materi Pembelajaran :

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.

Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Bagian-Bagian dan Prinsip-Prinsip Kesabaran.

Berikut ini materinya :

A. Pengertian Sabar

Secara bahasa, sabar (ash-shabr) berarti menahan diri. Secara istilah, sabar adalah menahan diri dari sikap keluh kesah, menahan lisan dari keluhan, dan menahan anggota badan dari perbuatan yang tidak baik, dalam rangka mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan sikap teguh, tenang, dan konsisten dalam menghadapi berbagai keadaan.

B. Bagian-Bagian (Macam-Macam) Kesabaran

•Sabar dalam ketaatan kepada Allah (sabar fi ath-tha'ah) — yaitu kesabaran dalam menjalankan perintah Allah, seperti sabar melaksanakan salat lima waktu, berpuasa, menuntut ilmu, dan berbagai bentuk ibadah lainnya.

•Sabar dalam menjauhi maksiat (sabar 'an al-ma'shiyah) — yaitu kesabaran menahan diri dari perbuatan yang dilarang Allah, seperti menahan hawa nafsu, godaan, dan hal-hal yang dapat menjerumuskan pada dosa.

•Sabar dalam menghadapi musibah (sabar 'ala al-mushibah) — yaitu kesabaran ketika ditimpa ujian, cobaan, atau kesulitan hidup, seperti sakit, kehilangan, kemiskinan, maupun bencana.

C. Prinsip-Prinsip Kesabaran

•Ikhlas karena Allah — kesabaran dilakukan semata-mata mengharap ridha Allah, bukan karena dilihat atau dipuji orang lain.

•Yakin akan pertolongan dan janji Allah — meyakini bahwa setiap kesulitan pasti disertai kemudahan, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Insyirah ayat 5-6.

•Tidak berkeluh kesah dan tidak menampakkan kemarahan — menahan lisan dan sikap dari keluhan yang berlebihan atau menyalahkan takdir.

•Konsisten dan istiqamah — sabar dilakukan secara terus-menerus, tidak hanya sesaat, hingga masalah terselesaikan atau ujian berlalu.

•Disertai usaha dan doa — sabar tidak berarti diam tanpa ikhtiar, tetapi tetap diiringi dengan usaha maksimal dan doa kepada Allah.

•Berprasangka baik (husnuzan) kepada Allah — meyakini bahwa segala ketentuan Allah mengandung hikmah dan kebaikan, meskipun belum tentu dipahami saat itu juga.

D. Keutamaan Sabar

•Allah bersama orang-orang yang sabar (QS. Al-Baqarah: 153).

•Mendapatkan pahala tanpa batas (QS. Az-Zumar: 10).

•Menjadi sebab datangnya pertolongan Allah dalam berbagai urusan.

•Melatih kekuatan mental dan ketenangan jiwa dalam menghadapi kehidupan.

Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan bermanfaat bagi kalian dalam menerapkan sikap sabar di kehidupan sehari-hari.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :

1.Jelaskan pengertian sabar menurut bahasa dan istilah!

2.Sebutkan dan jelaskan tiga bagian (macam) kesabaran beserta contohnya masing-masing!

3.Uraikan minimal empat prinsip kesabaran yang harus dimiliki seorang muslim!

4.Jelaskan hikmah/keutamaan bersikap sabar berdasarkan QS. Al-Baqarah ayat 153 dan 155-156!

5.Berikan satu contoh penerapan sikap sabar dalam kehidupanmu sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat!

6. Refleksi :

(Diisi setelah selesai pembelajaran)

XII – .......... :