Senin, 07 September 2026

KELAS 10

 MATERI AJAR

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

Menghindari Perilaku Hidup Berfoya-foya

Satuan Pendidikan : SMA / SMK

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Kelas / Semester : X (SEPULUH) / Ganjil

Materi Pokok : A. Menghindari Hidup Berfoya-foya

Hari / Tanggal : Senin, 7 September 2026

Alokasi Waktu : 2 x 45 menit (1 pertemuan)

Guru Mata Pelajaran : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr.

A. Kompetensi Inti (KI)

KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, dan penguatan, sebagai wujud kemampuan menyelesaikan masalah dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI-3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora.

KI-4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri.

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran melalui pengamatan, diskusi, tanya jawab, dan penugasan, peserta didik mampu:

1.Menjelaskan pengertian hidup berfoya-foya (israf/tabzir) menurut ajaran Islam dengan tepat.

2.Mengidentifikasi contoh-contoh perilaku hidup berfoya-foya dalam kehidupan sehari-hari.

3.Menganalisis ciri-ciri perilaku hidup berfoya-foya.

4.Menguraikan dampak negatif perilaku hidup berfoya-foya bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

5.Menunjukkan dalil naqli (Al-Qur'an dan Hadis) yang berkaitan dengan larangan hidup berfoya-foya.

6.Menunjukkan sikap sederhana dan menghindari perilaku berfoya-foya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud pengamalan ajaran Islam.

C. Materi Ajar

1. Pengertian Hidup Berfoya-foya

Hidup berfoya-foya (dalam istilah fikih disebut israf dan tabzir) adalah gaya hidup yang menghambur-hamburkan harta, waktu, dan tenaga untuk hal-hal yang berlebihan, tidak bermanfaat, bahkan cenderung mubazir, semata-mata untuk memenuhi hawa nafsu dan kesenangan duniawi tanpa memperhitungkan kebutuhan yang sesungguhnya. Israf berarti melampaui batas kewajaran dalam membelanjakan harta, sedangkan tabzir berarti menghambur-hamburkan harta untuk hal yang tidak bermanfaat atau bahkan haram.

2. Contoh Perilaku Hidup Berfoya-foya

•Menghabiskan uang untuk membeli barang-barang mewah hanya demi gengsi, bukan karena kebutuhan.

•Sering makan dan minum secara berlebihan hingga terbuang sia-sia (mubazir).

•Berpesta secara berlebihan dengan menghabiskan biaya besar tanpa tujuan yang jelas.

•Gemar berbelanja pakaian, gawai, atau kendaraan baru hanya untuk mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan.

•Menghambur-hamburkan waktu untuk hiburan yang berlebihan hingga melalaikan ibadah dan kewajiban belajar/bekerja.

•Berutang demi memenuhi gaya hidup mewah yang sebenarnya di luar kemampuan.

3. Ciri-ciri Hidup Berfoya-foya

•Mengutamakan kesenangan sesaat tanpa memikirkan akibat jangka panjang.

•Konsumtif, yaitu gemar membeli sesuatu bukan karena butuh, melainkan karena keinginan semata.

•Tidak memiliki perencanaan keuangan atau pengelolaan harta yang baik.

•Cenderung riya' dan ingin dipandang lebih (gengsi/pamer) di hadapan orang lain.

•Boros dalam membelanjakan harta untuk hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat.

•Melalaikan kewajiban seperti sedekah, zakat, dan menabung untuk masa depan.

4. Dampak Negatif Perilaku Hidup Berfoya-foya

a. Dampak bagi diri sendiri:

•Menimbulkan sifat sombong, riya', dan cinta dunia yang berlebihan.

•Menyebabkan penyesalan di kemudian hari karena harta habis untuk hal yang tidak bermanfaat.

•Menjauhkan diri dari sifat qana'ah (merasa cukup) dan mensyukuri nikmat Allah Swt.

b. Dampak bagi keluarga:

•Menimbulkan kesulitan ekonomi keluarga akibat pengelolaan harta yang tidak bijak.

•Memicu konflik rumah tangga karena masalah keuangan.

c. Dampak bagi masyarakat dan lingkungan:

•Menumbuhkan kesenjangan sosial karena kesenjangan gaya hidup antarindividu.

•Mendorong budaya konsumerisme yang merugikan tatanan sosial.

•Termasuk perbuatan yang dibenci Allah karena dianggap sebagai perbuatan setan (QS. Al-Isra'/17: 27).

D. Dalil Al-Qur'an tentang Larangan Hidup Berfoya-foya

1. Surah Al-A'raf (7): 31

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan."

(QS. Al-A'raf/7: 31)

2. Surah Al-Isra' (17): 26-27

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (٢٦) إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (٢٧)

Artinya: "Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat, juga kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya."

(QS. Al-Isra'/17: 26-27)

3. Surah Al-Furqan (25): 67

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

Artinya: "Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar."

(QS. Al-Furqan/25: 67)

4. Hadis tentang larangan berlebih-lebihan

Rasulullah Saw. bersabda yang artinya: "Makanlah, bersedekahlah, dan berpakaianlah tanpa disertai kesombongan dan sikap berlebih-lebihan." (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Majah)

Hadis ini menegaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana, memenuhi kebutuhan secara wajar, serta menjauhi sifat israf (berlebih-lebihan) dan sombong dalam kehidupan sehari-hari.

E. Model, Pendekatan, dan Metode Pembelajaran

•Pendekatan: Saintifik (Scientific Approach)

•Model: Discovery Learning

•Metode: Ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, dan penugasan

F. Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)

•Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama.

•Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar peserta didik.

•Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi pada kehidupan sehari-hari peserta didik, misalnya bertanya tentang kebiasaan berbelanja atau jajan berlebihan.

•Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan yang akan dilaksanakan.

2. Kegiatan Inti (70 menit)

Aktivitas 1 — Mengamati dan Berdiskusi Kelompok (35 menit)

•Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil (4-5 orang).

•Setiap kelompok diberikan sebuah studi kasus/ilustrasi gambar tentang perilaku hidup berfoya-foya (misalnya kisah seseorang yang boros dalam berbelanja atau berpesta).

•Peserta didik mendiskusikan: pengertian, ciri-ciri, dan dampak negatif dari perilaku dalam studi kasus tersebut, serta mengaitkannya dengan dalil Al-Qur'an yang telah dipelajari.

•Guru berkeliling membimbing dan memfasilitasi jalannya diskusi tiap kelompok.

Aktivitas 2 — Presentasi dan Tanya Jawab (25 menit)

•Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.

•Kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi, bertanya, atau menambahkan pendapat.

•Guru memberikan penguatan (konfirmasi) atas hasil diskusi dan meluruskan konsep yang masih keliru.

Aktivitas 3 — Menghafal dan Menganalisis Dalil (10 menit)

•Peserta didik secara bergantian membaca dan mengartikan QS. Al-Isra'/17: 26-27 dan QS. Al-A'raf/7: 31 dengan bimbingan guru.

•Peserta didik menuliskan satu kesimpulan pribadi tentang hikmah menghindari hidup berfoya-foya berdasarkan dalil yang telah dibaca.

3. Kegiatan Penutup (10 menit)

•Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran hari ini.

•Guru melaksanakan pemeriksaan pemahaman singkat (post-test lisan/tulisan).

•Guru menyampaikan rencana tindak lanjut dan tugas mandiri.

•Guru menutup pelajaran dengan pesan moral, doa, dan salam.

G. Pemeriksaan Pemahaman (Formatif)

Peserta didik menjawab pertanyaan berikut secara lisan atau tertulis singkat sebagai bentuk pengecekan pemahaman:

7.Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa yang dimaksud dengan hidup berfoya-foya (israf/tabzir)!

8.Sebutkan minimal dua contoh perilaku hidup berfoya-foya yang sering terjadi di lingkunganmu!

9.Sebutkan dua ciri utama yang menunjukkan seseorang memiliki gaya hidup berfoya-foya!

10.Jelaskan satu dampak negatif hidup berfoya-foya bagi diri sendiri dan satu dampak bagi masyarakat!



Bandar Lampung, 7 September 2026

Guru Mata Pelajaran PAI




Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr.


96 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Tengku kaifa zivana gavrila hadir pak

    BalasHapus
  3. Qaireen Qisya Ainan Batrisya hadir pak

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. 7. Hidup berfoya-foya, yang sering dikaitkan dengan konsep israf (melampaui batas) dan tabzir (pemborosan), adalah pola gaya hidup di mana seseorang menghabiskan harta, waktu, atau energinya secara berlebihan untuk hal-hal yang tidak penting.

      8. - Gaya hidup nongkrong berlebihan: Menghabiskan waktu dan uang secara berlebihan.
      - Belanja impulsif barang tren: Membeli pakaian, gawai, atau aksesori terbaru secara terus-menerus.

      9. - Selalu membelanjakan harta atau uang untuk hal-hal yang bersifat tersier, pamer, atau sekadar menuruti gengsi semata.
      - Menggunakan nikmat harta secara berlebihan tanpa perhitungan rasional, sehingga rentan memicu pemborosan (tabzir) dan melampaui batas kewajaran (israf).

      10. - Bagi diri sendiri: Menyebabkan kesulitan finansial dan kebiasaan utang akibat pengeluaran yang tidak terkontrol, serta menghilangkan rasa syukur atas rezeki yang dimiliki.
      - Bagi masyarakat: Memperlebar jurang kesenjangan sosial dan memicu sifat konsumtif serta iri dengki di tengah lingkungan sekitar.

      Hapus
  5. Deantitan clarasyaa hadir bapaa, materinya sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari hari

    BalasHapus
  6. shita el’shafyra hadirr pak

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. DEANTITAN CLARASYA DESCALISTY

    7. Hidup berfoya-foya adalah kebiasaan menggunakan harta atau uang secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan, sehingga termasuk perilaku boros (israf/tabzir).

    8. Contohnya:

    * Membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan hanya karena mengikuti tren.
    * Menghamburkan uang untuk makanan atau hiburan secara berlebihan.

    9. Dua cirinya:

    * Suka menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak penting.
    * Lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan.

    10.

    * Bagi diri sendiri: dapat menyebabkan boros, kesulitan keuangan, dan menyesal di kemudian hari.
    * Bagi masyarakat: dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan mendorong budaya konsumtif.

    BalasHapus
  9. Nabila Khoirunnisa Irsani

    7.Hidup berfoya-foya/israf itu pake duit atau barang secara berlebihan buat hal yang gak penting. Pokoknya boros dan gak mikir kebutuhan.

    8. 1. Jajan tiap hari pake ojol padahal bisa masak di rumah
    2. Ganti hp tiap ada tipe baru padahal hp lama masih bagus

    9. 2 Ciri orang hidup berfoya-foya:
    1. Suka pamer barang mahal dan update terus
    2. Boros, duit abis buat gaya doang bukan buat ditabung

    10. Dampak negatifnya:
    - bagi diri sendiri: Gampang kehabisan duit dan nunggak bayar kebutuhan penting
    - Bagi masyarakat: Bikin kesenjangan sosial, yang liat jadi ikutan pengen hedon juga

    BalasHapus
  10. 7. hidup berfoya-foya adalah kebiasaan memakai uang atau barang secara berlebihan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting

    8.sering membeli barang yang tidak dibutuhkan.
    Menghabiskan uang untuk makan atau jalan-jalan secara berlebihan

    9.suka menghambur-hamburkan uang
    lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan

    10.dampak bagi diri sendiri: uang jadi cepat habis dan bisa kesulitan memenuhi kebutuhan.
    dampak bagi masyarakat: bisa membuat orang lain ikut-ikutan hidup boros dan menimbulkan kesenjangan sosial.

    BalasHapus
  11. 7. Hidup berfoya-foya (israf/tabzir) adalah sikap menggunakan harta atau uang secara berlebihan untuk hal yang tidak perlu sehingga menjadi pemborosan.
    8. Contoh perilaku hidup berfoya-foya:
    -Membeli barang yang tidak dibutuhkan hanya karena ikut tren.
    -Menghabiskan uang untuk jajan atau hiburan secara berlebihan.
    9. Dua ciri utama gaya hidup berfoya-foya:
    -Sering menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting.
    -Lebih mementingkan kemewahan dan kesenangan daripada kebutuhan.
    10.
    -Dampak bagi diri sendiri: keuangan menjadi boros dan dapat mengalami kesulitan ekonomi.
    -Dampak bagi masyarakat: menimbulkan kesenjangan sosial dan mendorong perilaku konsumtif.

    BalasHapus
  12. 7.israf/tabzir adalah kebiasaan menggunakan atau menghabiskan harta secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan atau manfaatnya. contohnya membeli barang yang tidak diperlukan, menghamburkan makanan, atau memakai uang hanya untuk bersenang senang tanpa tujuan yang baik

    8.2 contoh nya:
    • suka beli barang yang sebenarnya engga terlalu dibutuhin cuman karena pengen atau ikut ikutan
    • sering menghabiskan uang buat jalan jalan atau nongkrong secara berkala, padahal uangnya bisa dipake untuk hal yang lebih dibutuhkan

    9.2 ciri utama:
    • sering habisin uang buat hal yang ga berguna
    • suka beli barang yang berlebihan karena keinginan

    10 • bagi diri sendiri: jadi boros dan uang cepet habis buat hal yang ga berguna.

    •bagi masyarakat: bisa bikin kesenjangan, karena ada yang hidup berlebihan sementara yang lain masih kekurangan

    BalasHapus
  13. jawaban
    7. Hidup berfoya foya itu intinya adalah hidup yang boros, berlebih lebihan, dan membuang-buang harta kesempatan tanpa manfaat yang benar benar berarti.
    israf
    contoh nya: beli barang mewah yg tidak butuh,buang buang air yg tidak perlu.
    tabzir
    contoh nya:menghabiskan uang yg tidak bermanfaat

    8.membeli sesuatu yg tidak harus di beli, membeli makan berlebihan sampai sakit

    9.suka menghambur hambur kan uang untuk hal yg tidak jelas,suka boros

    10.duit cepat habis,meningkatkan kesenjagan sosial bisa memicu iri dengki

    BalasHapus
  14. 7. hidup berfoya foya adalah gaya
    hidup yang berlebihan dalam menggunakan harta, waktu, atau tenaga hanya untuk kesenangan sesaat tanpa memperhatikan manfaat atau dampak negatifnya
    8. Dua cirinya:
    membeli perhiasan mewah secara berlipat
    sering nongkrong dan menghabiskan uang di kafe mahal
    9. -belanja tidak sesuat dengan kebutuhan
    -membeli barang mewah demi gengsi
    10. bagi diri sendiri: keuangan hancur, tabungan habis,utang menumpuk
    bagi masyarakat: memamerkan harta mencolok dapat memicu rasa iri dan dengki pada orang yang kurang mampu

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. 7. israf/tabzir adalah kebiasaan menggunakan atau menghabiskan harta secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan atau manfaatnya. contohnya membeli barang yang tidak diperlukan, memakai uang hanya untuk bersenang senang senang hanya untuk bersenang senang tanpa tujuan yang baik

    2 contoh utama
    8. -membuang makanan yang masih bisa dimakan/layak untuk dimakan
    -membeli barang yang tidak dibutuhkan

    2 cirinya
    9. -mengutamakan kesenangan dan kemewahan tanpa memikirkan masa depan dan juga kebutuhan
    -sering menghabiskan uang untuk beli barang yang berguna karna keinginan

    10. bagi diri sendiri: menyebabkan boros, kesusahan uang karna dihabiskan untuk beli barang yang ga bermanfaat
    bagi masyarakat: bisa membuat kesenjangan karna ada yabg hidup berlebihan sementara yang lain masih kekurangan.

    BalasHapus
  17. M. Abyan Musyaffa

    Soal

    7.Hidup berfoya-foya adalah gaya hidup yang suka menghambur-hamburkan uang berlebihan untuk kesenangan dan keinginan tanpa memikirkan kebutuhan untuk masa depan

    8. Contoh

    Membeli makanan atau minuman berlebihan padahal tidak diperlukan.

    Menghabiskan uang untuk nongkrong atau jalan-jalan secara berlebihan

    9.Cirinya:

    Mementingkan kesenangan daripada kebutuhan.

    Suka menghamburkan uang untuk hal-hal yang kurang penting

    10. Dampak bagi diri sendiri:
    Dapat menyebabkan boros dan kesulitan keuangan

    Dampak bagi masyarakat:
    Dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan rasa iri

    BalasHapus
  18. Athaa Naufal Syafiq

    7. hidup berfoya-foya adalah suatu kebiasaan dalam menggunakan uang atau harta secara berlebihan untuk memenuhi keinginan dan kesenangan, bukan untuk memenuhi kebutuhan

    8. • membeli pakaian atau barang baru terus, padahal barang yang lama masih bisa digunakan.
    • mengadakan pesta besar dengan biaya mahal hanya untuk bersenang-senang.

    9.• sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
    • lebih mementingkan kesenangan dan gengsi daripada menggunakan uang dgn hemat & bijak

    10.• bagi diri sendiri: mengalami kesulitan keuangan karena terlalu banyak mengeluarkan uang.
    • bagi masyarakat: bisa menyebabkan munculnya kesenjangan sosial karena adanya perbedaan gaya hidup yang mencolok

    BalasHapus
  19. 7. Pengertian Hidup Berfoya-foya (Israf dan Tabzir)
    Hidup berfoya-foya adalah sikap atau kebiasaan menggunakan barang, uang, atau fasilitas secara berlebihan dan tidak bertanggung jawab.
    8. Contoh Perilaku Berfoya-foya di Lingkungan Sekitar
    Membeli barang branded atau tren hanya demi gengsi: Sering berganti ponsel atau pakaian mahal tiap kali ada keluaran terbaru, padahal barang lama masih sangat baik dan berfungsi normal.
    Membeli makanan secara berlebihan lalu dibuang: Memesan makanan dalam jumlah banyak saat berkumpul atau nongkrong hanya untuk bahan foto/konten, namun ujung-ujungnya tidak dihabiskan dan menjadi sampah.
    9. Ciri Utama Orang yang Memiliki Gaya Hidup Berfoya-foya
    Konsumtif dan Imulsif: Selalu menuruti keinginan (desire) daripada kebutuhan (need), serta mudah membeli barang tanpa pertimbangan matang.
    Berorientasi pada Gengsi dan Pengakuan: Menggunakan harta atau barang mewah terutama untuk dipamerkan (riya') agar dipuji atau diakui status sosialnya oleh orang lain.
    10. Dampak Negatif Hidup Berfoya-foya
    Bagi Diri Sendiri:
    Krisis keuangan dan beban mental. Kebiasaan boros dapat menghabiskan tabungan, memicu utang yang menumpuk, serta menimbulkan stres atau kecemasan terus-menerus ketika sumber dana mulai habis.
    Bagi Masyarakat:
    Meningkatnya kesenjangan sosial dan rasa cemburu. Pamer kemewahan secara berlebihan dapat memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat dan mengurangi rasa kepedulian serta empati terhadap sesama yang kurang mampu.

    BalasHapus
  20. SHITA EL’SHAFYRA
    1. Hidup berfoya-foya adalah kebiasaan menggunakan harta, waktu, atau sesuatu secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan.
    2. Dua contoh:
    • Membeli barang mahal atau mengikuti tren hanya demi gengsi, padahal barang yang dimiliki masih bagus.
    • Menghabiskan uang untuk nongkrong, jajan, atau hiburan secara berlebihan tanpa memikirkan kebutuhan yang lebih penting.
    9. Dua ciri utama:
    • Suka menghamburkan uang untuk keinginan, bukan kebutuhan.
    • Mementingkan gengsi dan tren, serta ingin terlihat mewah di depan orang lain.
    1. Dampak negatif hidup berfoya-foya:
    • Bagi diri sendiri: dapat menyebabkan boros, sulit menabung, bahkan mengalami masalah keuangan karena tidak bisa mengatur pengeluaran.
    • Bagi masyarakat: dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan kecemburuan, karena gaya hidup berlebihan bisa membuat orang lain merasa harus mengikuti standar yang sama.

    BalasHapus
  21. 7. Cara hidup yang berlebihan dalam enggunakan hta atau waktu untuk kesenangan, sampai tidak mempertimbangkan kebutuhan, manfaat, dan prioritasnya.

    8. Contoh perilaku foya foya :
    1.) Beli barang yang tidak berguna hanya untuk kesenangan sesaat
    2.) Membeli mkanan secara berlebihan

    9.) Contohnya :
    1.) Mengutamakan kesenangan sesaat daripada kebutuhan dan kepentingan yang lebih penting.
    2.) Suka menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu diperlukan.

    10.) Dampak bagi diri sendiri :Sulit menabung atau mempersiapkan kebutuhan di masa depan
    Dampak di Masyarakat : Mendorong budaya konsumtif, sehingga masyarakat ikut membeli barang hanya demi mengikuti tren atau gengsi.

    BalasHapus
  22. 7. Hidup berfoya-foya (israf/tabzir) adalah gaya hidup boros yang menghambur-hamburkan harta secara berlebihan atau sia-sia hanya demi gengsi dan kepuasan sesaat.

    8. Gemar berbelanja pakaian, gawai, atau kendaraan baru hanya untuk mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan, dan menghambur-hamburkan waktu untuk hiburan yang berlebihan hingga melalaikan ibadah dan kewajiban belajar/bekerja.

    9. Tidak memiliki perencanaan keuangan atau pengelolaan harta yang baik, dan memiliki sifat konsumtif, yaitu gemar membeli sesuatu bukan karena butuh, melainkan karena keinginan semata.

    10. Dampak negatif berfoya-foya bagi diri sendiri yaitu menjauhkan diri dari sifat qana'ah (merasa cukup) dan mensyukuri nikmat Allah Swt. Sedangkan dampak negatif bagi masyarakat ialah menumbuhkan kesenjangan sosial karena kesenjangan gaya hidup antarindividu

    BalasHapus
  23. muhammad rafi ayyasi

    7.gaya hidup yang berlebihan dengan menghambur hamburkan harta, waktu, tenaga demi kesenangan duniawi semanta tanpa memikirkan manfaat atau kebutuhan yang nyata


    8.membeli barang mewah yang tidak di perlukan
    memesan makanan secara berlebihan

    9.mengejar gengsi sperti membeli barang“ mewah yang tidak di perlukan
    mengabaikan tabungan dan masa depan

    10.bagi diri sendiri:menghabiskan uang secara berlebihan tanpa rencana membuat harta cepat habis
    bagi masyarakat:gaya hidup pamer yg diperlihatkan seseorang yang berfoya foya dapat memicu rasa iri, dengki, serta kecemburuan sosial bagi orang orang di sekitar nya

    BalasHapus
  24. FELISA RAHMALIA
    7. Pengertian Hidup Berfoya-foya (Israf/Tabzir)Hidup berfoya-foya adalah gaya hidup menghambur-hamburkan uang, harta, atau sumber daya demi kesenangan sesaat atau gengsi, tanpa membawa manfaat yang nyata.Israf (Berlebih-lebihan): Menggunakan sesuatu secara berlebihan atau melewati batas wajar, meskipun barang atau hal yang dibeli pada dasarnya halal.Tabzir (Mubazir): Mengeluarkan harta untuk hal-hal yang tidak ada gunanya sama sekali, sia-sia, atau bahkan mengarah pada maksiat.

    8. Contoh Perilaku di Lingkungan Sekitar Membeli makanan berlebihan: Memesan banyak makanan saat nongkrong di kafe atau restoran hanya demi foto estetis, namun akhirnya tidak habis dan dibuang sia-sia.Mengikuti tren fashion dan gadget: Selalu berganti ponsel pintar (smartphone) atau membeli pakaian bermerek setiap bulan hanya karena gengsi agar terlihat keren di mata teman, padahal barang lama masih berfungsi dengan sangat baik.

    9. Dua Ciri Utama Pelaku Hidup Berfoya-foya Konsumtif dan impulsif: Suka membeli barang-barang berdasarkan keinginan sesaat (lapar mata), bukan karena kebutuhan yang mendesak.Gila hormat dan gengsi (Pamer): Fokus utamanya adalah mencari pengakuan, pujian, atau status sosial dari orang lain melalui barang-barang mewah yang mereka tunjukkan.

    10. Dampak Negatif Hidup Berfoya-foyaBagi Diri Sendiri: Menyebabkan kemiskinan atau kesulitan finansial di masa depan (terlilit utang) karena tidak memiliki tabungan atau investasi untuk kebutuhan darurat.Bagi Masyarakat: Memicu kesenjangan sosial yang semakin tajam dan kecemburuan sosial, yang lambat laun bisa meningkatkan angka kriminalitas (seperti pencurian atau penipuan) akibat tekanan gaya hidup.

    BalasHapus
  25. 7. Hidup berfoya-foya (israf/tabzir) adalah gaya hidup boros yang menghambur-hamburkan harta secara berlebihan atau sia-sia hanya demi gengsi dan kepuasan sesaat.

    8. Gemar berbelanja pakaian, gawai, atau kendaraan baru hanya untuk mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kebutuhan, dan menghambur-hamburkan waktu untuk hiburan yang berlebihan hingga melalaikan ibadah dan kewajiban belajar/bekerja.

    9. Tidak memiliki perencanaan keuangan atau pengelolaan harta yang baik, dan memiliki sifat konsumtif, yaitu gemar membeli sesuatu bukan karena butuh, melainkan karena keinginan semata.

    10. Dampak negatif berfoya-foya bagi diri sendiri yaitu menjauhkan diri dari sifat qana'ah (merasa cukup) dan mensyukuri nikmat Allah Swt. Sedangkan dampak negatif bagi masyarakat ialah menumbuhkan kesenjangan sosial karena kesenjangan gaya hidup antarindividu

    BalasHapus
  26. Fathin Priyanta

    Soal

    7.Hidup berfoya-foya adalah gaya hidup yang boros suka menghambur-hamburkan uang berlebihan untuk kesenangan dan keinginan diri sendiri

    8. Contoh

    Membeli makanan atau minuman secara berlebihan

    Sering membeli barang mahal hanya untuk mengikuti tren.

    9.Cirinya:

    Mementingkan kesenangan daripada kebutuhan.

    Suka menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak penting

    10. Dampak bagi diri sendiri:
    Dapat menyebabkan boros dan masalah finansial

    Dampak bagi masyrakat:
    Dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan rasa iri, kecemburuan sosial bagi orang orang disekitar

    BalasHapus
  27. Yugo gany prastio

    7.Pengertian Hidup Berfoya-foya

    Hidup berfoya foya adalah gaya hidup sangat boros dan menghambur hamburkan harta serta sumber daya secara berlebihan, tidak pada tempat yang benar, dan tanpa mempedulikan kebutuhan yang sebenarnya.

    8.Contoh Perilaku di Lingkungan

    Membeli makanan terlalu banyak sampai tidak habis lalu dibuang begitu saja, padahal masih banyak orang yang kekurangan makan.

    Membelanjakan uang untuk barang mewah yang tidak dibutuhkan seperti sering ganti HP atau beli baju mahal hanya agar terlihat keren padahal barang lama masih layak dipakai.

    9.Dua Ciri Utama

    Selalu ingin tampil mewah dan mengikuti tren tanpa memikirkan kebutuhan yang sebenarnya, sehingga uang habis untuk hal yang tidak mendesak.

    Boros dalam menggunakan sumber daya membiarkan lampu dan air menyala terus tanpa keperluan, atau menggunakan kendaraan pribadi padahal jaraknya dekat hanya demi kenyamanan sendiri.

    10.Dampak Negatif

    Bagi diri sendiri: Harta cepat habis, tidak bisa mengelola keuangan dengan baik, mudah jatuh miskin, dan menjadi tidak bersyukur.

    Bagi masyarakat: Menimbulkan kesenjangan sosial, serta mempercepat habisnya sumber daya yang terbatas sehingga menyulitkan orang lain yang membutuhkannya.

    BalasHapus
  28. SITI AMIRAH IRSYAD
    7 .Hidup berfoya-foya adalah kebiasaan menghabiskan uang, waktu, atau tenaga secara berlebihan cuma buat senang-senang atau pamer, padahal sebenarnya nggak butuh-butuh banget.

    8. Contoh:
    -membeli barang tidak sesuai kebutuhan
    - memaksa diri mengikuti setandar hidup mewah

    9.Ciri utama: Konsumtif (membeli karena keinginan, bukan kebutuhan) dan tidak punya perencanaan keuangan yang baik.

    10.Dampak negatif:

    Diri sendiri: Menimbulkan sifat sombong, riya', dan penyesalan karena harta habis sia-sia.

    Masyarakat: Memicu kesenjangan sosial dan merusak tatanan sosial akibat budaya konsumerisme.

    BalasHapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  30. Desrizal Azza Rahma

    7. hidup berfoya-foya adalah hidup berlebihan dalam menggunakan harta dan waktu untuk hal yang tidak penting.

    8.- membeli barang yang mahal dan mewah demi gengsi, padahal barang yang lama masi bagus.
    - sering makan di cafe mahal secara berlebihan untuk mengisi instastory.

    9. *mementingkan keinginan demi gengsi dari pada kebutuhan.
    *suka pamer di sosial media.

    10. dampak bagi diri sendiri : pengeluaran jadi tidak terkontrol dan akan cepat habis.
    dampak bagi masyarakat : dapat membuat iri hati bagi orang orang sekitar dan membuat mereka ingin hidup boros.

    BalasHapus
  31. Azkia syaqeena putri yulianto

    7. Yaitu ketika seseorang menghamburkan kekayaannya atau yang dimilikinya secara berlebih-lebihan untuk kesenangan dirinya sendiri atau kesenangan duniawi

    8.contohnya: sering beli barang yang branded atau bahkan yang gak terlalu di butuhkan dan sering pergi jalan jalan ke suatu tempat atau cafe yang mahal

    9.ciri cirinya: gengsi dan biasanya gajinya lebih kecil dari pada pengeluaran nya

    10. Menyebabkan iri dengki dan dapat memicu stress ketika uang atau hartanya sisa sedikit atau habis

    BalasHapus
  32. A.Soal nomor 1
    Israf: adalah melakukan sesuatu secara berlebihan padahal sebenarnya itu boleh' saja
    contoh israf
    1.pesen makanan 5 menu padahal makan sendiri. ujung' nya gak habis
    2.Lemari udh penuh baju, tapi ada sale beli lagi 10 baju

    Tabzir: buang' buat hal yang gak ada gunanya sama sekali
    Contoh Tabzir
    1.beli roko terus dibuang, pesen makanan online banyak' terus gak di makan, judi, terakhir org buat pamer.

    B.Soal nomor 2
    1.jajan berlebihan
    Bawa uang 50 rb habis buat beli jajan. padahal bekal dari rumah ada
    2.Beli barang kredit demi gaya
    Gaji 3 jt di buat membeli barang kredit demi gaya, Akhirnya gali lubang tutup lubang.

    C.Soal nomor 3
    1.Dampak Hidup Berfoya-foya Pada Diri sndri Adalah: Mengalami Kesulitan Keuangan
    Akibatnya, pada akhir bulan org tersebut akan mengalami kekurangan uang, kesulitan menabung dan tidak memiliki simpanan untuk kebutuhan mendesak di masa depan, Hal ini di karenakan hidup yang berfoya-foya pada diri sendiri dan cenderung tidak dapat mengatur keuangan dengan baik

    2.Dampak Bagi Masyarakat: Menimbulkan Ketimpangan Sosial

    Masyarakat akan berlomba-lomba menunjukkan kemewahan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain, kondisi ini dapat menimbulkan kesenjangan sosial antara kelompok masyarakat yang mampu dan tidak mampu.

    BalasHapus
  33. QAIREEN QISYA AINAN BATRISYA X.1

    7. Hidup berfoya-foya adalah pola perilaku menghabiskan harta, uang, atau sumber daya secara berlebihan untuk memenuhi keinginan nafsu atau kesenangan duniawi. Israf (Berlebih-lebihan): Kondisi ketika seseorang mengonsumsi atau membelanjakan sesuatu melebihi batas kewajaran, meskipun hal yang dibeli pada dasarnya halal atau boleh.Tabzir (Mubazir/Menghambur-hamburkan): Kondisi ketika seseorang mengeluarkan harta untuk hal-hal yang tidak ada gunanya, sia-sia, atau bahkan maksiat.


    8. 1.Membeli pakaian atau barang fashion hanya demi gengsi (FOMO). 2.Membiarkan lampu, AC, atau air tetap menyala saat tidak digunakan.


    9. Didorong oleh "Lapar Mata" dan Gengsi, Bukan Kebutuhan. dan Selalu Merasa Kurang dan Tidak Pernah Puas


    10. Bagi Diri Sendiri: Menimbulkan stres dan kecemasan akibat masalah keuangan. Bagi Masyarakat: Memicu kecemburuan sosial dan kesenjangan.

    BalasHapus
  34. 7. hidup berfoya foya adalah
    prilaku yang menghabiskan harta, uang, yang secara berlebihan untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan

    8. 2 ciri utama
    * Membeli barang mewah demi gengsi
    *Membeli makan secara berlebihan

    9. 2 ciri utama
    *Pengeluaran di luar kemampuan
    *Prioritas pada gengsi/ kesenangan sesaat

    10. Bagi diri sendiri: resiko kesulitan keuangan jangka panjang ( terlilit utang, dan tidak punya dana darurat)
    Bagi masyarakat: Memamerkan harta yang berlebihan dapat memicu rasa iri kepada orang yang kurang mampu

    BalasHapus
  35. 7.hidup berfoya-foya adalah sikap yg membelanjakan harta atau menggunakan nikmat allah yg berlebih,boros,dan tidak pada tempatnya.
    israf : berlebih lebihan(misalnya makan enak sampai mubazir)
    tabzir : mengumbarkan harta untuk hal yg ga bermanfaat kyak judi mabuk,intinya ga bersyukur.

    8.dua contoh

    •membeli makanan atau minuman berlebihan sampai terbuang sia-sia
    •menghabiskan uang untuk membeli barang yg tidak penting

    9.dua ciri
    •tidak punya prioritas lebih mementingkan keinginan sesaat
    •mementingkan gengsi dan tren agar terlihat mewah

    10.dampak negatif hidup berfoya-foya
    • bagi diri sendiri : menjadi pribadi yg lemah,tidak mandiri,dan sulit bangkit saat mengalami kesulitan karna tidak mempunyai tabungan.selain itu hati terasa keras dan jauh dari rasa syukur
    • bagi masyarakat:Menimbulkan kesenjangan sosial (yang kaya makin pamer, yang miskin makin iri) dan menumbuhkan budaya konsumtif di lingkungan sekitar sehingga nilai-nilai kesederhanaan hilang.


    BalasHapus
  36. 7. Hidup berfoya-foya merupakan perilaku menggunakan harta dan nikmat Allah secara berlebihan serta tidak sesuai kebutuhan.
    Israf: menggunakan sesuatu secara berlebihan, contohnya makan terlalu banyak hingga makanan tersisa.
    Tabzir: menggunakan atau menghamburkan harta untuk sesuatu yang tidak berguna atau dilarang, seperti berjudi dan mabuk-mabukan.
    8. Dua contoh:
    Membeli banyak makanan hanya karena ingin, lalu sebagian tidak dimakan.
    Menggunakan uang untuk membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan.
    9. Dua ciri:
    Sulit membedakan kebutuhan dan keinginan sehingga sering membeli sesuatu secara berlebihan.
    Suka mengikuti gaya hidup mewah demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.
    10. Dampak negatif hidup berfoya-foya:
    Bagi diri sendiri: dapat membuat seseorang boros, tidak mampu mengatur keuangan, dan kesulitan ketika membutuhkan uang untuk keperluan penting. Selain itu, dapat mengurangi rasa syukur dan membuat hati menjadi kurang peduli terhadap keadaan orang lain.
    Bagi masyarakat: dapat memicu kecemburuan sosial dan membuat gaya hidup konsumtif semakin berkembang, sehingga kebiasaan hidup sederhana mulai ditinggalkan.

    BalasHapus
  37. 7. Hidup berfoya-foya (israf/tabzir) adalah perilaku menggunakan harta atau sesuatu secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan, sehingga cenderung membuang-buang nikmat yang diberikan Allah Swt.
    8.
    Membeli barang atau pakaian secara berlebihan hanya untuk mengikuti tren.
    Menghabiskan uang untuk bersenang-senang tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang lebih penting.
    9.
    Sering menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan.
    Mengutamakan kesenangan dan kemewahan daripada kebutuhan dan kewajiban.
    10.
    Bagi diri sendiri: dapat menyebabkan pemborosan dan kesulitan keuangan.
    Bagi masyarakat: dapat menimbulkan kesenjangan sosial serta memberikan contoh perilaku konsumtif kepada orang lain.

    BalasHapus
  38. 7. hidup berfoya-foya merupakan kebiasaan hidup yang terlalu mengutamakan kesenangan dengan menggunakan harta secara tidak terkontrol.

    8.

    * sering mengganti HP meskipun HP yang dimiliki masih berfungsi dengan baik.
    * menggunakan uang untuk membeli makanan secara berlebihan sampai ada yang tidak habis.

    9.

    * sering mengeluarkan uang tanpa memikirkan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan.
    * ingin terlihat keren atau lebih unggul di depan orang lain melalui barang yang dimiliki.

    10.

    * bagi diri sendiri: dapat membuat seseorang kesulitan memenuhi kebutuhan penting karena uang sudah banyak digunakan untuk kesenangan.
    * bagi masyarakat: dapat membuat orang lain ikut terdorong mengikuti gaya hidup yang berlebihan.

    BalasHapus
  39. M.haikal.wiransyah.


    7. Hidup berfoya-foya (israf/tabzir) adalah perilaku menggunakan harta atau sesuatu secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan, sehingga cenderung membuang-buang nikmat yang diberikan Allah Swt.
    8.
    Membeli barang atau pakaian secara berlebihan hanya untuk mengikuti tren.
    Menghabiskan uang untuk bersenang-senang tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang lebih penting.
    9.
    Sering menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan.
    Mengutamakan kesenangan dan kemewahan daripada kebutuhan dan kewajiban.
    10.
    Bagi diri sendiri: dapat menyebabkan pemborosan dan kesulitan keuangan.
    Bagi masyarakat: dapat menimbulkan kesenjangan sosial serta memberikan contoh perilaku konsumtif kepada orang lain.

    BalasHapus
  40. ADILA LUTHFI ANISSOFI 10.2

    7. kegiatan menghamburkan uang atau harta secara berlebihan semata-mata untuk mencari kesenangan duniawi

    8. • membeli barang yg tidak penting
    • mubazir makanan

    9. • Mengutamakan kesenangan sesaat tanpa memikirkan akibat jangka panjang.
    • Cenderung riya' dan ingin dipandang lebih (gengsi/pamer) di hadapan orang lain.

    10. •bagi diri sendiri : Menjauhkan diri dari sifat qana'ah (merasa cukup) dan mensyukuri nikmat Allah Swt.

    • bagi masyarakat :
    Menumbuhkan kesenjangan sosial karena kesenjangan gaya hidup antarindividu.

    BalasHapus
  41. 7. menggunakan uang atau harta secara berlebihan hanya untuk kesenangan, tanpa memikirkan kebutuhan dan masa depan.
    8. Sering membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, dan Menghabiskan uang untuk nongkrong atau bersenang-senang secara berlebihan.
    9. Suka menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting, dan Lebih mementingkan kesenangan dan kemewahan daripada kebutuhan.
    10. bagi diri sendiri : dapat menyebabkan boros dan kesulitan mengatur keuangan
    bagi masyarakat : dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan mendorong orang lain untuk ikut hidup konsumtif

    BalasHapus
  42. 7. Hidup berfoya-foya (israf/tabzir) adalah perilaku menggunakan harta atau sesuatu secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan, sehingga menjadi pemborosan.
    8. Contoh perilaku hidup berfoya-foya:
    Membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan hanya karena mengikuti tren.
    Menghabiskan uang untuk nongkrong atau hiburan secara berlebihan.
    9. Dua ciri utama gaya hidup berfoya-foya:
    Suka membeli atau menggunakan sesuatu secara berlebihan.
    Lebih mementingkan keinginan dan kesenangan daripada kebutuhan.
    10. Bagi diri sendiri: dapat menyebabkan boros dan kesulitan mengatur keuangan.
    Bagi masyarakat: dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan mendorong orang lain untuk mengikuti gaya hidup konsumtif.

    BalasHapus
  43. 7. hidup berfoya-foya adalah kebiasaan memakai uang atau barang secara berlebihan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting

    8.sering membeli barang yang tidak dibutuhkan, berfoya foya, boros, hanya mengikuti trend
    Menghabiskan uang untuk makan atau jalan-jalan secara berlebihan

    9.suka menghambur-hamburkan uang
    lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan, gengsi

    10.menimbulkan kesenjangan sosial, ,tidak pandai mengatur keuangan, menyebabkan pemborosan

    BalasHapus
  44. 1. hidup foya foya adalah salah 1 sifat buruk yaitu menghambur hamburkan harta/uang yang di miliki untuk membeli hal hal yang tidak seharusnya di beli/ tidak penting untuk dibeli.

    2. - membeli handphone yang terbaru demi untuk mencuri perhatian khalayak luas, yang dimana hp lamanya pun masih bisa berfungsi dengan baik.
    - membeli blindbox berlebihan untuk memenuhi hasrat kesenangan belaka, yang ujungnya berakhir di lemari boneka

    3. - ingin terlihat lebih unggul dari teman atau orang orang yang ada di sekitarnya
    - sering menghamburkan uang yang dimilikinya untuk memenuhi status sosial

    4. bagi diri sendiri: menjadikan kita tidak sistematis dalam menata keuangan, hanya memenuhi kesenangan sebentar dan hanya untuk membuang buang uang
    bagi masyarakat: banyaknya orang yang meniru hal hal seperti itu yang dimana itu bisa di ikuti oleh orang yang tidak mampu namun memaksa untuk memenuhi standar sosial yang berakhir pada hutang dan judi.

    BalasHapus

  45. 7. Hidup berfoya-foya (israf/tabzir) adalah perilaku menggunakan harta atau sesuatu secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan, sehingga cenderung membuang-buang nikmat yang diberikan Allah Swt.
    8.
    Membeli barang atau pakaian secara berlebihan hanya untuk mengikuti tren.
    Menghabiskan uang untuk bersenang-senang tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang lebih penting.
    9.
    Sering menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan.
    Mengutamakan kesenangan dan kemewahan daripada kebutuhan dan kewajiban.
    10.
    Bagi diri sendiri: dapat menyebabkan pemborosan dan kesulitan keuangan.
    Bagi masyarakat: dapat menimbulkan kesenjangan sosial serta memberikan contoh perilaku konsumtif kepada orang lain.

    BalasHapus
  46. 7. Hidup berfoya-foya itu adalah perilaku dimana seseorang membeli sesuatu secara berlebihan atau bahkan yang tidak diperlukan semata mata untuk dilihat oleh orang lain
    8.membeli barang mewah demi gengsi
    Sering membeli barang karena lapar mata
    9.mengutamakan keinginan diatas kebutuhan
    Suka pamer harta dan gengsi
    10.memiliki sifat serakah dan yodah pernah puas
    Masyarakat : memicu kecemburuan sosial

    BalasHapus
  47. 7. Hidup berfoya-foya (israf/tabzir) adalah perilaku menggunakan harta atau sesuatu secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan, sehingga menjadi pemborosan.
    8. Contoh perilaku hidup berfoya-foya:
    Membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan hanya karena mengikuti tren.
    Menghabiskan uang untuk nongkrong atau hiburan secara berlebihan.
    9. Dua ciri utama gaya hidup berfoya-foya:
    Suka membeli atau menggunakan sesuatu secara berlebihan.
    Lebih mementingkan keinginan dan kesenangan daripada kebutuhan.
    10.
    Bagi diri sendiri: dapat menyebabkan boros dan kesulitan mengatur keuangan.
    Bagi masyarakat: dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan mendorong orang lain untuk mengikuti gaya hidup konsumtif.

    BalasHapus
  48. 7. Hidup berfoya-foya adalah tindakan menghabiskan harta secara berlebihan untuk kesenangan duniawi yang tidak bermanfaat, pamer, atau mengarah pada kemaksiatan.

    8. nongkrong dan membeli makanan atau minuman mahal di kafe demi gengsi.
    serta membeli gawai atau pakaian bermerek baru secara terus-menerus padahal barang lama masih berfungsi dengan baik.

    9. kebiasaan belanja yang tidak terkontrol
    dan selalu mengutamakan gengsi demi kesenangan sesaat.

    10. Bagi diri sendiri: Mengalami kesulitan finansial di masa depan

    Kebiasaan ini memicu sifat boros yang bisa menyebabkan stres, penumpukan utang, bahkan kebangkrutan saat pendapatan tidak lagi mampu menutupi gaya hidup

    Bagi masyarakat: Memicu kecemburuan sosial.dapat merusak keharmonisan, menimbulkan kesenjangan, dan memicu kecemburuan sosial yang berpotensi meningkatkan kriminalitas.

    BalasHapus
  49. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  50. 7.hidup berfoya berfoya adalah (israf/tabzir) adalah perilaku menggunakan harta eatau seusatu secara berlebihandan tidak sesuai kebutuhan,sehingga menjadi pemborosan.
    8.membeli barang mewah demi gengsi
    9.mengutamakan keinginan dari pada kebutuhan suka pamer pamer harta dan gengsi
    10.bagi diri sendiri:dapat menyebabkan boros dan kesulitan mengatur keuangan . bagi masyarakat: dapat menimbulkan kesenjangan social dan mendorong orang lain untuk mengikuti gaya hidup konsumtif

    BalasHapus
  51. 7. Hidup berfoya-foya (israf/tabzir) adalah perilaku menggunakan harta atau sesuatu secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan, sehingga cenderung membuang-buang nikmat yang diberikan Allah Swt.

    8.Membeli barang atau pakaian secara berlebihan hanya untuk mengikuti tren.
    Menghabiskan uang untuk bersenang-senang tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang lebih penting.

    9.Sering menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan.
    Mengutamakan kesenangan dan kemewahan daripada kebutuhan dan kewajiban.
    10.Bagi diri sendiri: dapat menyebabkan pemborosan dan kesulitan keuangan.
    Bagi masyarakat: dapat menimbulkan kesenjangan sosial serta memberikan contoh perilaku konsumtif kepada orang lain.

    BalasHapus
  52. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  53. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  54. 7. Hidup berfoya-foya (israf/tabzir) adalah perilaku menggunakan harta atau sesuatu secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan, sehingga cenderung membuang-buang nikmat yang diberikan Allah Swt.

    8.Membeli barang atau pakaian secara berlebihan hanya untuk mengikuti tren.
    Menghabiskan uang untuk bersenang-senang tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang lebih penting.

    9.Sering menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan.
    Mengutamakan kesenangan dan kemewahan daripada kebutuhan dan kewajiban.
    10.Bagi diri sendiri: dapat menyebabkan pemborosan dan kesulitan keuangan.
    Bagi masyarakat: dapat menimbulkan kesenjangan sosial serta memberikan contoh perilaku konsumtif kepada orang lain.

    BalasHapus
  55. 7. hidup berfoya-foya adalah gaya hidup yang mendahulukan keinginan (gengsi dan kesenangan) di atas kebutuhan, tanpa memedulikan nilai manfaat dan masa depan.

    8. - Sering ganti barang mewah demi gengsi Banyak orang membeli gawai (ponsel pintar), pakaian, atau kendaraan keluaran terbaru secara terus-menerus.
    - Mengadakan pesta atau perayaan secara berlebihan.

    9. - Sifat Konsumtif (Boros)
    - Suka Pamer (Hedonisme)

    10. - Dampak bagi Diri SendiriKrisis Keuangan: Orang yang berfoya-foya sering menghabiskan uang untuk hal yang tidak penting. Uang tabungan cepat habis. Saat ada kebutuhan mendadak, mereka tidak punya uang dan bisa terlilit utang.
    - Dampak bagi Masyarakat Kecemburuan Sosial: Gaya hidup mewah yang sering dipamerkan dapat memicu rasa iri pada orang yang kurang mampu. Hal ini bisa merusak keharmonisan dan memicu ketegangan di dalam lingkungan sosial.

    BalasHapus
  56. 7.Hidup berfoya-foya adalah pola perilaku menghamburkan uang, harta atau sumber daya secara berlebihan untuk kesenangan duniawi yg tidak memberikan manfaat nyata.
    8.-membeli barang mewaj atau bermerek hanya demi gengsi atau pamer. padahal tidak dibutuhkan
    - membuang buang makanan dan minuman saat berpesta atau makan diluar karna memesan secara berlebihan
    9. konsumtif dan impulsif suka berbelanja barang barang non primer tanpa perencanaan dan hanya mengikuti kemauan sesaat
    suka pamer(Riya/Sum'ah) selalu ingin menunjukan kemewahan atau apa yg dimilikinya agar mendapat pujian dr orang lain.
    10. menimbulkan sikap serakah,berpotensiterlilit hutang, serta menyebabkan hati tidak tenang karena selalu merasa kurang.

    BalasHapus

  57. 7. Hidup berfoya-foya (israf/tabzir) adalah gaya hidup berlebihan yang menghabiskan harta,waktu,atau tenaga hanya untuk kesenangan sesaat tanpa manfaat yang jelas
    8.Membeli barang mahal demi gangsi atau pakaian secara berlebihan mempertimbangkan kebutuhan yang lebih penting .
    9.Sering menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak diperlukan.
    10.Bagi diri sendiri: dapat menyebabkan kesulitan finansial
    Bagi masyarakat: dapat menimbulkan kesenjangan sosial serta memberikan contoh perilaku konsumtif kepada orang lain

    BalasHapus
  58. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  59. 7. gaya hidup yang menghambur-hamburkan harta, waktu, dan tenaga untuk hal-hal yang berlebihan
    8. •Menghambur-hamburkan waktu untuk hiburan yang berlebihan hingga melalaikan ibadah dan kewajiban belajar/bekerja.

    •Berutang demi memenuhi gaya hidup mewah yang sebenarnya di luar kemampuan.

    9. •Konsumtif, yaitu gemar membeli sesuatu bukan karena butuh, melainkan karena keinginan semata.

    •Tidak memiliki perencanaan keuangan atau pengelolaan harta yang baik.

    10. bagi diri sendiri: •Menyebabkan penyesalan di kemudian hari karena harta habis untuk hal yang tidak bermanfaat.

    bagi masyarakat : •Menumbuhkan kesenjangan sosial karena kesenjangan gaya hidup antarindividu.

    BalasHapus
  60. 7 Hidup berfoya-foya, gaya hidup yang menghambur-hamburkan harta secara berlebihan untuk kesenangan dan hawa nafsu bukan untuk kebutuhan.

    8 menghabiskan uang untuk
    hiburan secara berlebihan.
    membeli barang yang tidak
    dibutuhkan hanya karena sedang tren.

    9 ingin dipandang lebih di hadapan orang lain.
    dan boros dalam menggunakan uang atau harta

    10 bagi diri sendiri: dapat menyebabkan kehabisan uang, boros, dan kesulitan memenuhi kebutuhan penting.
    bagi masyarakat: dapat menimbulkan kesenjangan sosial, karena orang lain bisa merasa iri atau terdorong mengikuti gaya hidup yang berlebihan.

    BalasHapus
  61. 7.Hidup berfoya-foya adalah kebiasaan menggunakan harta, uang, atau barang secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan, sehingga banyak yang terbuang sia-sia dan tidak bermanfaat.
    8.
    1. Membeli pakaian atau barang baru terus-menerus meskipun yang lama masih layak digunakan.
    2. Membeli makanan atau minuman berlebihan hingga banyak yang terbuang.
    3. Menghamburkan uang untuk hiburan secara berlebihan tanpa memikirkan kebutuhan yang lebih penting.
    9.
    1. Sering mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak penting atau tidak dibutuhkan.
    2. Tidak mempertimbangkan manfaat dan akibat dari pengeluaran yang dilakukan.
    10.Bagi diri sendiri: Dapat menyebabkan pemborosan sehingga keuangan menjadi tidak teratur dan berisiko mengalami kesulitan ekonomi.
    Bagi masyarakat: Dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan mendorong orang lain untuk ikut hidup konsumtif secara berlebihan.

    BalasHapus
  62. 7. israf/tabzir adalah kebiasaan menggunakan harta atau sesuatu secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan, sehingga menjadi pemborosan.
    8. Contoh perilaku hidup berfoya-foya:
    Sering membeli barang mahal hanya untuk mengikuti tren, padahal belum membutuhkannya.
    Menghabiskan uang untuk pesta atau hiburan secara berlebihan.
    9. Dua ciri utama gaya hidup berfoya-foya:
    - Suka menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak penting.
    jadi
    - Selalu ingin memiliki barang mewah atau mengikuti gaya hidup orang lain.
    10. Dampak negatif bagi diri sendiri adalah dapat menyebabkan boros dan kesulitan keuangan. Dampak bagi masyarakat adalah dapat menimbulkan kesenjangan sosial karena menunjukkan gaya hidup berlebihan di tengah masyarakat yang masih kekurangan.

    BalasHapus
  63. 7. Hidup berfoya-foya adalah gaya hidup atau perilaku menghamburkan uang, harta, dan waktu secara berlebihan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
    Israf: Melampaui batas dalam menggunakan sesuatu.
    Tabzir: Mengeluarkan harta untuk hal-hal yang sia-sia.

    8. 1. Membeli barang-barang mewah.
    2. Mengadakan pesta atau perayaan yang menyediakan makanan berlebihan hingga mubazir.

    9. 1. Konsumtif dan impulsif
    2. Pamer (Riya' dan Sum'ah)

    10. 1. Bagi diri sendiri: Menimbulkan kecemasan finansial
    2. Bagi masyarakat: Memicu kecemburuan sosial






    BalasHapus
  64. 7. hidup berfoya foya adalah gaya hidup yang berlebihan dalam memakai harta untuk kesenangan dan tidak memikirkan manfaat/dampaknya

    8. membeli barang yang tidak dibutuhkan, boros dalam memakai uang

    9. menghamburkan hartanya untuk hal yg tidak dibutuhkan, mengejar kesenangan sesaat

    10. diri sendiri: stress dimasa depan, tidak ada arah hidup
    masyarakat: memicu kesenjangan sosial

    BalasHapus
  65. adelia annastasya x.2

    7. -hidup berfoya-foya itu gaya hidup yang boros banget, gak hemat, dan buang buang harta tanpa kebutuhan yang mendesak.
    -israf itu berlebih lebihan dalam menggunakan harta, bahkan untuk hal yang sebenernya boleh, tapi pakainya melampaui batas kebutuhan dan kewajaran.
    -tabzir, itu lebih parah lagi. membuang harta atau menghabiskan untuk hal yang ga berguna, sia sia, atau bahkan hal yang salah.
    Jadi intinya, hidup berfoya-foya foya itu sama dengan memboroskan harta, bukan untuk kebutuhan yang wajar, tapi cuma buat kesenangan sesaat atau pamer. yang ujungnya sia sia dan ngerugiin diri sendiri maupun orang lain.

    8. (1.) Belanja barang cuma buat gaya/pamer — beli HP terbaru, baju bermerek, atau barang mewah padahal yang lama masih bagus dan berfungsi baik, cuma biar terlihat keren atau diikut tren.
    (2.) Pesta atau hiburan berlebihan — menggelar acara yang pengeluarannya sangat besar, hura-hura sampai larut malam habis-habisan uang, padahal kebutuhan pokok saja belum tentu terjamin.

    9. •Mengutamakan kesenangan sesaat tanpa memikirkan akibat jangka panjang.
    •Konsumtif, yaitu gemar membeli sesuatu bukan karena butuh, melainkan karena keinginan semata.

    10. -Dampak bagi diri sendiri:
    •Menimbulkan sifat sombong, riya', dan cinta dunia yang berlebihan.

    -Dampak bagi masyarakat dan lingkungan:
    •Menumbuhkan kesenjangan sosial karena kesenjangan gaya hidup antarindividu.

    BalasHapus

  66. 7.Hidup berfoya-foya (israf dan tabzir) adalah gaya hidup yang berlebihan dalam menggunakan harta, uang, atau sumber daya untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya atau melebihi batas keperluan yang wajar. Dalam sudut pandang agama, israf berarti melampaui batas dalam hal yang mubah (seperti makan berlebihan), sedangkan tabzir (membazir) adalah menghamburkan harta untuk hal yang sia-sia atau maksiat.Dua contoh perilaku berfoya-foya yang sering terjadi di lingkungan sekitar:

    8. Membeli barang mewah atau gadget baru hanya demi gengsi dan tren, padahal barang lama masih berfungsi dengan sangat baik.Membeli makanan dan minuman secara berlebihan saat berkumpul atau pesta, yang ujung-ujungnya tidak termakan dan akhirnya dibuang menjadi sampah.

    9. Dua ciri utama seseorang yang memiliki gaya hidup berfoya-foya:

    Konsumtif dan impulsif: Selalu ingin membeli sesuatu berdasarkan keinginan sesaat, bukan karena kebutuhan mendasar.Suka memamerkan kekayaan (flexing): Fokus utamanya adalah mendapatkan pengakuan, pujian, atau status sosial dari orang lain melalui apa yang ia miliki.

    10. Dampak negatif hidup berfoya-foya:

    Bagi diri sendiri: Menyebabkan ketidakstabilan finansial yang bisa berujung pada tumpukan utang, serta menimbulkan penyakit hati seperti stres, tidak pernah merasa cukup (kurang bersyukur), dan kecemasan sosial.

    Bagi masyarakat: Memicu kesenjangan sosial yang semakin tajam dan kecemburuan sosial, yang pada akhirnya dapat meningkatkan angka kriminalitas akibat adanya tekanan gaya hidup.

    BalasHapus
  67. 7.Hidup berfoya-foya dalam pandangan Islam sering kali dikaitkan dengan dua istilah penting, yaitu israf dan tabzir. Secara sederhana, hidup berfoya-foya adalah gaya hidup berlebih-lebihan, menghambur-hamburkan harta, atau menggunakan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT tanpa arah dan tujuan yang bermanfaat.
    -Israf (Berlebih-lebihan): Kondisi ketika seseorang menggunakan atau membelanjakan sesuatu secara melewati batas wajar, meskipun barang yang dibeli itu pada dasarnya halal. Contohnya adalah makan dan minum secara kekenyangan hingga membuang-buang makanan, atau membeli pakaian bermerek dalam jumlah yang sangat banyak hingga tidak terpakai.
    -Tabzir (Mubazir/Menghambur-hamburkan): Kondisi ketika seseorang mengeluarkan harta atau menggunakan sesuatu untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya, salah sasaran, atau bahkan mengarah pada kemaksiatan. Contohnya adalah membeli barang hanya demi gengsi (pamer), berjudi, atau mendanai kegiatan yang merugikan orang lain. Orang yang melakukan tabzir ini biasa kita sebut sebagai orang yang mubazir.
    8.Contoh Perilaku Berfoya-foyaSering
    -nongkrong di kafe mahal
    -membeli tas bermerek
    9.Dua ciri utama seseorang memiliki gaya hidup berfoya-foya adalah perilaku konsumtif yang ekstrem dan kebiasaan menghabiskan uang demi gengsi.
    "Konsumtif Berlebihan"
    -Membeli barang mewah atau tidak berguna.
    -Mengutamakan keinginan di atas kebutuhan pokok.
    "Orientasi Gengsi dan Kesenangan Sesaat"
    -Sering mentraktir atau berpesta demi pengakuan sosial.
    -Tidak memikirkan tabungan atau masa depan keuangan.
    10."Memicu Stress dan" -Frustrasi: Kebiasaan menghamburkan uang untuk kesenangan sesaat membuat seseorang rentan mengalami tekanan mental atau keputusasaan saat kekayaan atau pemasukannya habis.

    BalasHapus
  68. 7. Hidup berfoya-foya adalah kebiasaan menggunakan harta secara berlebihan hanya untuk kesenangan, tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan manfaatnya.
    8.Membeli barang mahal hanya karena mengikuti tren, padahal tidak terlalu dibutuhkan.
    Sering menghabiskan uang untuk nongkrong atau hiburan secara berlebihan.
    9.Menggunakan uang secara boros untuk memenuhi keinginan.
    Suka memamerkan barang atau gaya hidup mewah kepada orang lain.
    10.Bagi diri sendiri: dapat membuat seseorang boros dan mengalami kesulitan dalam mengatur keuangan.
    Bagi masyarakat: dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan mendorong masyarakat untuk mengikuti gaya hidup konsumtif.

    BalasHapus
  69. 7. Arti Hidup Berfoya-foya (Israf & Tabzir)
    Secara sederhana, hidup berfoya-foya itu kebiasaan menghambur-hamburkan uang atau barang untuk hal-hal yang nggak penting atau berlebihan.
    Israf: Memakai sesuatu secara berlebihan melebihi batas wajar, padahal barang itu sebenarnya bermanfaat.
    Tabzir: Membuang-buang harta untuk hal yang sama sekali nggak ada gunanya atau malah buat hal yang maksiat.
    8. Contoh di Lingkungan Sekitar
    Nongkrong dan beli kopi mahal tiap hari: Bukan karena haus atau butuh tempat kerja, tapi cuma demi gengsi dan bikin konten, sampai uang bulanan cepat habis.
    Sering beli baju baru cuma buat sekali pakai: Mengikuti tren fashion yang cepat berganti, padahal baju di lemari masih menumpuk dan banyak yang belum pernah dipakai lagi.
    9. Dua Ciri Utama
    Susah membedakan "butuh" dan "ingin": Selalu merasa harus beli barang yang lagi viral atau disukai saat itu juga, tanpa mikir panjang apakah barang itu benar-benar dibutuhkan.
    Suka pamer (flexing): Membeli atau mengonsumsi sesuatu hanya untuk mendapatkan pujian, pengakuan, atau kesan kaya dari orang lain.
    10 .Dampak Negatif
    Bagi diri sendiri: Bikin keuangan berantakan dan rawan terlilit utang. Saat ada kebutuhan mendesak di masa depan, jadi bingung karena nggak punya simpanan uang sama sekali.
    Bagi masyarakat: Memicu kecemburuan sosial. Kesenjangan antara orang yang suka memamerkan kemewahan dan masyarakat kurang mampu di sekitarnya akan makin terasa menonjol.

    BalasHapus
  70. 7. israf/tabzir adalah kebiasaan menggunakan atau menghabiskan harta secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan atau manfaatnya. contohnya membeli barang yang tidak diperlukan, memakai uang hanya untuk bersenang senang senang hanya untuk bersenang senang tanpa tujuan yang baik

    2 contoh utama
    8. -membuang makanan yang masih bisa dimakan/layak untuk dimakan
    -membeli barang yang tidak dibutuhkan

    2 cirinya
    9. -mengutamakan kesenangan dan kemewahan tanpa memikirkan masa depan dan juga kebutuhan
    -sering menghabiskan uang untuk beli barang yang berguna karna keinginan

    10. bagi diri sendiri: menyebabkan boros, kesusahan uang karna dihabiskan untuk beli barang yang ga bermanfaat
    bagi masyarakat: bisa membuat kesenjangan karna ada yabg hidup berlebihan sementara yang lain masih kekurangan.

    BalasHapus
  71. 7.menghambur'kan harta untung sesuatu yang tidak berguna
    8.membeli barang yang tidak diperlukan,dn membeli barang yang harusnya di beli hanya 1 malah dibeli berlebihan
    9.pamer barang mahal,selalu membeli barang secara berlebih
    10.bagi diri sendiri akan membuat harta menjadi cepat habis,dan bagi masyarakat akan lebih parah

    BalasHapus
  72. 7. hidup berfoya-foya merupakan kebiasaan hidup yang terlalu mengutamakan kesenangan dengan menggunakan harta secara tidak terkontrol.

    8.

    * sering mengganti HP meskipun HP yang dimiliki masih berfungsi dengan baik.
    * menggunakan uang untuk membeli makanan secara berlebihan sampai ada yang tidak habis.

    9.

    * sering mengeluarkan uang tanpa memikirkan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan.
    * ingin terlihat keren atau lebih unggul di depan orang lain melalui barang yang dimiliki.

    10.

    * bagi diri sendiri: dapat membuat seseorang kesulitan memenuhi kebutuhan penting karena uang sudah banyak digunakan untuk kesenangan.
    * bagi masyarakat: dapat membuat orang lain ikut terdorong mengikuti gaya hidup yang berlebihan.

    BalasHapus
  73. 7. hidup berfoya-foya merupakan kebiasaan hidup yang terlalu mengutamakan kesenangan dengan menggunakan harta secara tidak terkontrol.

    8.

    * sering mengganti HP meskipun HP yang dimiliki masih berfungsi dengan baik.
    * menggunakan uang untuk membeli makanan secara berlebihan sampai ada yang tidak habis.

    9.

    * sering mengeluarkan uang tanpa memikirkan apakah barang tersebut benar-benar diperlukan.
    * ingin terlihat keren atau lebih unggul di depan orang lain melalui barang yang dimiliki.

    10.

    * bagi diri sendiri: dapat membuat seseorang kesulitan memenuhi kebutuhan penting karena uang sudah banyak digunakan untuk kesenangan.
    * bagi masyarakat: dapat membuat orang lain ikut terdorong mengikuti gaya hidup yang berlebihan.

    BalasHapus