KERAS KEPALA DAN KERAS HATI
1. Identitas :
Nama Guru : Rahmattulloh, S.Pd.I., M.Pd. Gr
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Hari/ Tanggal : Senin/ 7 September 2026
Kelas : XII / Semester Ganjil
Materi : A. Keras Kepala (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan) B. Keras Hati (Tanda-tanda dan Cara Menyembuhkan)
2. Tujuan Pembelajaran :
1.Peserta didik mampu menjelaskan pengertian keras kepala dan keras hati.
2.Peserta didik mampu menyebutkan dan menjelaskan dalil naqli yang berkaitan dengan keras kepala dan keras hati.
3.Peserta didik mampu mengidentifikasi tanda-tanda sikap keras kepala dan keras hati.
4.Peserta didik mampu menjelaskan cara-cara menyembuhkan sikap keras kepala dan keras hati.
3. Ayat Al Qur'an yang berkaitan dengan materi pelajaran :
QS. Al-Baqarah (2) : 74
“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya...”
QS. Ar-Ra'd (13) : 28
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Kaitan dengan materi :
QS. Al-Baqarah ayat 74 menggambarkan keadaan hati yang keras, bahkan lebih keras daripada batu, sebagai akibat dari kelalaian dan sikap menolak kebenaran. Adapun QS. Ar-Ra'd ayat 28 menjadi dalil bahwa mengingat Allah merupakan sarana utama untuk menenangkan dan melunakkan hati yang keras dan gelisah. Kedua ayat ini menjadi dasar utama dalam memahami bahaya sikap keras kepala dan keras hati, serta bagaimana cara menyembuhkannya.
4. Materi Pembelajaran :
Assalamu'alaikum wr. wb.
Anak-anak Bapak yang saleh dan salehah, selamat pagi. Semoga kalian semua senantiasa dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Aamiin.
Pada pertemuan kali ini Bapak akan menyampaikan materi tentang Keras Kepala dan Keras Hati.
Berikut ini materinya :
A. Keras Kepala
Keras kepala (al-'inad) adalah sikap seseorang yang enggan menerima kebenaran, nasihat, atau pendapat orang lain, meskipun ia mengetahui bahwa hal tersebut benar. Sikap ini muncul karena adanya rasa sombong, merasa paling benar, dan enggan mengalah dalam berbagai keadaan.
1. Tanda-Tanda Keras Kepala
•Menolak nasihat dan kritik meskipun disampaikan dengan cara yang baik.
•Selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima pendapat orang lain.
•Enggan meminta maaf atau mengakui kesalahan meskipun sudah jelas keliru.
•Sulit diajak berdiskusi karena selalu ingin menang sendiri.
•Mudah tersinggung apabila pendapatnya dibantah atau dikoreksi.
2. Cara Menyembuhkan Keras Kepala
•Membiasakan diri untuk introspeksi (muhasabah) dan menerima bahwa setiap manusia bisa salah.
•Berlatih mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada sebelum menanggapi.
•Mendekatkan diri kepada Allah melalui doa agar diberikan kelembutan hati dan sikap rendah hati (tawadhu').
•Bergaul dengan orang-orang saleh yang dapat memberikan nasihat dan teladan yang baik.
•Membiasakan diri mengucapkan terima kasih dan menerima kritik sebagai bahan perbaikan diri.
B. Keras Hati
Keras hati (qaswatul qalb) adalah kondisi hati yang tidak lagi mudah tersentuh oleh nasihat, ayat-ayat Allah, atau peringatan, sehingga seseorang menjadi acuh terhadap kebenaran, malas beribadah, dan tidak takut berbuat dosa. Sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 74, hati yang keras bahkan digambarkan lebih keras daripada batu.
1. Tanda-Tanda Keras Hati
•Tidak tersentuh atau tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.
•Malas dan enggan melaksanakan ibadah, meskipun mengetahui kewajibannya.
•Tidak merasa bersalah atau takut ketika melakukan perbuatan dosa.
•Kurang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain.
•Sering lalai mengingat Allah dan lebih disibukkan dengan urusan duniawi semata.
2. Cara Menyembuhkan Keras Hati
•Membaca Al-Qur'an secara rutin disertai dengan tadabbur (merenungkan maknanya).
•Memperbanyak zikir dan mengingat Allah, sesuai QS. Ar-Ra'd ayat 28 yang menjelaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah.
•Mengingat kematian dan akhirat agar hati kembali lunak dan tidak terlena dengan dunia.
•Memperbanyak istighfar dan bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
•Bergaul dengan orang-orang saleh dan aktif mengikuti majelis ilmu untuk menjaga kelembutan hati.
Demikian materi pelajaran hari ini, untuk penjelasan lebih detail akan Bapak sampaikan saat pembelajaran di kelas. Semoga materi ini dapat dipahami dengan baik dan menjadi motivasi bagi kalian untuk menjauhi sikap keras kepala dan keras hati, serta senantiasa melembutkan hati melalui zikir dan kedekatan kepada Allah.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
5. Assessment (Mengukur ketercapaian TP) :
1.Jelaskan pengertian keras kepala dan keras hati menurut pemahamanmu!
2.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda sikap keras kepala!
3.Sebutkan minimal tiga tanda-tanda hati yang keras (qaswatul qalb)!
4.Jelaskan cara menyembuhkan sikap keras kepala berdasarkan uraian materi di atas!
5.Jelaskan cara menyembuhkan hati yang keras, disertai dalilnya!
Refleksi :
(Diisi setelah selesai pembelajaran)
XII – .......... : ................................................................................................
......................................................................................................................
......................................................................................................................
Rahma Amira Putri
BalasHapus12 IPA 2
1.Keras kepala adalah sifat seseorang yang menolak mengubah keputusan atau menolak mendengarkan saran orang lain, sedangkan keras hati adalah kondisi ketika batin atau perasaan seseorang sudah membeku sehingga sulit menerima kebenaran dan nasihat
2.
•Menolak nasihat dan kritik meskipun disampaikan dengan cara yang baik.
•Selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima pendapat orang lain.
•Enggan meminta maaf atau mengakui kesalahan meskipun sudah jelas keliru.
•Sulit diajak berdiskusi karena selalu ingin menang sendiri.
•Mudah tersinggung apabila pendapatnya dibantah atau dikoreksi.
3.
•Tidak tersentuh atau tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.
•Malas dan enggan melaksanakan ibadah, meskipun mengetahui kewajibannya.
•Tidak merasa bersalah atau takut ketika melakukan perbuatan dosa.
•Kurang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain.
•Sering lalai mengingat Allah dan lebih disibukkan dengan urusan duniawi semata.
4.cara menangani keras kepala dilakukan dengan membiasakan introspeksi diri, berlatih mendengarkan pendapat orang lain, mendekatkan diri kepada Allah, bergaul dengan orang-orang saleh, serta belajar menerima kritik dan berterima kasih.
5.Cara menyembuhkan hati yang keras adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui interaksi rutin dengan Al-Qur'an, zikir, mengingat kematian, beristighfar, serta berteman dengan orang-orang saleh.
Q.S ar-rad ayat 28 اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."
nama : Aisha Sella Putri
BalasHapuskelas : XII IPA
1. Pengertian Keras Kepala dan Keras Hati
Keras kepala adalah sikap tidak mau menerima pendapat, nasihat, atau alasan yang benar dari orang lain karena ego atau merasa dirinya paling benar.
Keras hati (Qaswatul Qalb) adalah keadaan hati yang sulit menerima kebenaran, nasihat, dan ajaran Allah sehingga tidak mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah maupun peringatan agama.
2. Tanda-Tanda Keras Kepala
- Merasa pendapatnya selalu paling benar.
- Sulit menerima kritik atau saran dari orang lain.
- Suka berdebat hanya untuk memenangkan pendapat.
3. Tanda-Tanda Hati yang Keras
- Malas melakukan ibadah seperti salat dan membaca Al-Qur’an.
- Tidak terpengaruh oleh nasihat atau peringatan agama.
- Terus melakukan dosa tanpa merasa bersalah atau menyesal.
4. Cara Mengatasi Keras Kepala
- Menumbuhkan sikap rendah hati dan menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan.
- Mau mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat orang lain.
- Mengendalikan ego dan emosi agar tidak selalu ingin menang sendiri.
5. Cara Mengatasi Hati yang Keras
- Memperbanyak zikir dan mengingat Allah serta kematian.
- Membaca dan merenungkan makna Al-Qur’an.
- Bergaul dengan orang-orang saleh dan mengikuti majelis ilmu.
- Menyayangi anak yatim dan membantu orang yang membutuhkan
dalilnya : "Jika kamu ingin melunakkan hatimu, maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim." (HR. Ahmad).
Aisha sella putri XII IPA 2
Hapusassalammualaikum
BalasHapusNadya Aulia Rahmah XII FA 2
ini jawaban saya untuk 5 pertanyaan diatas pak
1. Keras kepala adalah sikap seseorang yang sulit menerima kebenaran, nasihat, kritik, atau pendapat orang lain meskipun pendapat tersebut benar. Keras hati adalah keadaan hati yang sulit menerima nasihat dan kebenaran serta tidak mudah tergerak untuk berbuat baik dan beribadah kepada Allah.
2. -Menolak nasihat dan kritik meskipun disampaikan dengan baik.
-Selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima pendapat orang lain.
-Enggan meminta maaf atau mengakui kesalahan.
-Sulit diajak berdiskusi karena selalu ingin menang sendiri.
-Mudah tersinggung apabila pendapatnya dibantah atau dikoreksi.**
3. -Tidak tersentuh atau tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.
-Malas dan enggan melaksanakan ibadah meskipun mengetahui kewajibannya.
-Tidak merasa bersalah atau takut ketika melakukan dosa.
-Kurang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain
-Sering lalai mengingat Allah dan lebih disibukkan dengan urusan duniawi.
4.Cara menyembuhkan sikap keras kepala yaitu membiasakan diri untuk introspeksi dan menerima bahwa setiap manusia bisa salah, belajar mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada, mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, bergaul dengan orang-orang saleh yang dapat memberikan nasihat dan teladan yang baik, serta menerima kritik sebagai bahan untuk memperbaiki diri.
5. Cara menyembuhkan hati yang keras yaitu membaca Al-Qur'an secara rutin disertai tadabbur, memperbanyak zikir dan mengingat Allah, mengingat kematian dan akhirat agar hati tidak terlena dengan dunia, memperbanyak istighfar dan bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan, serta bergaul dengan orang-orang saleh dan mengikuti majelis ilmu. Dalilnya adalah QS. Ar-Ra'd ayat 28: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
assalamualaikum pak ini tugas
BalasHapusRAIZA AZZAHRA
12 IPA 2
hadir
jawaban
1. - keras kepala
Keras kepala adalah sikap seseorang yang sulit menerima pendapat, nasihat, atau saran dari orang lain, meskipun pendapatnya belum tentu benar.
- keras hati
Keras hati adalah sikap seseorang yang sulit tersentuh oleh nasihat, teguran, atau perasaan orang lain.
2. tiga tanda sikap keras kepala
• Sulit menerima nasihat atau kritik dari orang lain.
• Tetap mempertahankan pendapat sendiri meskipun sudah terbukti kurang tepat.
• Tidak mau mengakui kesalahan dan sulit meminta maaf.
3. tiga tanda hati yang keras
• Kurang memiliki rasa empati dan kasih sayang terhadap orang lain.
• Sering melakukan kesalahan atau dosa tanpa merasa menyesal.
• Malas beribadah dan kurang mengingat Allah SWT.
4. cara menyembuhkan sikap keras kepala
* Mau menerima nasihat dan mendengarkan pendapat orang lain.
* Introspeksi diri yaitu menyadari dan mengakui kesalahan.
* Belajar mengendalikan emosi agar tidak mudah memaksakan kehendak.
* Membiasakan diri meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
* Berlatih bersikap rendah hati dan menghargai perbedaan pendapat.
* Berdoa kepada Allah SWT agar diberi hati yang lembut dan mudah menerima kebenaran.
5. cara menyembuhkannya serta dalilnya
• Banyak Mengingat Allah (Dzikir) dan Membaca Al-Qur'an Mengingat Allah dan meresapi ayat-ayat Al-Qur'an adalah obat utama untuk melembutkan hati yang kaku.
° Dalilnya
Allah SWT berfirman: "Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka menjadi seperti orang-orang yang menerima Kitab sebelum itu, lalu mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras..." (QS. Al-Hadid: 16).
° Dalil Lainnya : "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28).
Sekar Arum Lanjari XII FA2
BalasHapus1. Keras kepala adalah sifat di mana seseorang sangat sulit menerima pendapat, saran, atau kebenaran dari orang lain, serta bersikukuh mempertahankan pendiriannya sendiri meskipun argumen atau fakta yang ada menunjukkan bahwa dirinya salah. Sementara itu, keras hati atau qaswatul qalb adalah kondisi batin atau rohani di mana seseorang kehilangan kepekaan rasa, tidak mudah tersentuh oleh nasihat agama, kurang memiliki empati, serta sulit menerima kebenaran karena tertutup oleh sifat keakuan atau dosa.
2. 3 tanda sikap keras kepala:
- Menolak mendengarkan masukan atau nasihat dari orang lain secara mentah-mentah tanpa pertimbangan objektif.
- Selalu merasa paling benar dalam setiap perdebatan atau perbedaan pendapat.
- Marah atau defensif ketika orang lain mencoba mengoreksi kesalahan yang diperbuatnya.
3. 3 tanda hati yang keras (qaswatul qalb):
- Keringnya air mata atau tidak merasa menyesal saat melakukan dosa atau maksiat.
- Enggan dan merasa berat untuk melakukan amal saleh atau beribadah kepada Allah SWT.
- Tidak tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat suci Al-Qur'an atau nasihat kebaikan.
4. Cara menyembuhkan sikap keras kepala melibatkan proses introspeksi diri untuk menekan ego, melatih diri agar lebih lapang dada mendengarkan sudut pandang orang lain, serta membiasakan diri untuk mengakui kesalahan secara kesatria tanpa merasa harga diri jatuh.
5. Cara menyembuhkan hati yang keras dapat dilakukan dengan memperbanyak zikir dan mengingat kematian, membaca serta merenungkan isi Al-Qur'an, memperbanyak amal saleh, serta berinteraksi dengan orang-orang saleh.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus
BalasHapusassalamualaikum
khalista hapsari
12 ipa 2 hadir
1. Keras kepala adalah sikap ketika seseorang sulit menerima nasihat, kritik, atau pendapat orang lain, karena merasa pendapatnya sendiri paling benar, meskipun sebenarnya ia bisa aja salah.Keras hati itu keadaan/kondisi hati seseorang yg sulit tersentuh oleh nasihat atau kebaikan, jadi is kurang memiliki rasa takut kepada Allah, rasa bersalah ketika berbuat salah, atau kepedulian terhadap orang lain.
2. - menilak nasihat dan kritik meskipun disampaikan dengan cara yang baik.
- selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima pendapat orang lain
- tidak mau meminta maaf atau mengakui kesalahan meskipun sudah jelas keliru.
•Sulit diajak berdiskusi karena selalu ingin menang sendiri.
•Mudah tersinggung apabila pendapatnya dibantah atau dikoreksi.
3. Tidak tersentuh atau tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.
•Malas dan enggan melaksanakan ibadah, meskipun mengetahui kewajibannya.
•Tidak merasa bersalah atau takut ketika melakukan perbuatan dosa.
•Kurang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain.
•Sering lalai mengingat Allah dan lebih disibukkan dengan urusan duniawi semata.
4. cara menyembuhkan sikap keras kepala yaitu
- biasakan diri untuk introspeksi diri dan percaya bahwa ia juga bisa salah
- berlatih mendengarkan pendapat teman/orang lain
- mendekatkan diri kpd Allah, berdoa agar diberi kelembutan hati
- bergaul dengan orang orang yang sholeh dan baik hati agar bisa memberikan kita nasihat
- biasakan diri kita mengucapkan terima kasih dan menerima kritik
5. cara & dalil menyembuhkan hati yang keras:
Membaca dan merenungkan Al-Qur'an
“Belumkah tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk hati mereka tunduk mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun...” (QS. Al-Hadid: 16)
Banyak mengingat Allah (zikir)
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Bertobat dan kembali kepada Allah
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat...” (QS. Al-Baqarah: 222)
Nama:Murni naura salsabila
BalasHapusKelas:XII IPA 2
Jawaban 5 soal
1. Keras kepala: adalah sikap seseorang yang enggan menerima kebenaran,nasihat, atau pendapat orang lain, meskipun ia mengetahui bahwa hal tersebut benar.
•Keras hati: adalah kondisi hati yang tidak lagi mudah tersentuh oleh nasihat,ayat ayat Allah, atau peringatan, sehingga seseorang menjadi acuh terhadap kebenaran,malas beribadah, dan tidak takut berbuat dosa.
2. •Sulit diajak berdiskusi karena selalu ingin menang sendiri
•selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima pendapat orang lain
•mudah tersinggung apabila pendapatnya dibantah atau dikoreksi
3. •malas dan enggan melaksanakan ibadah, meskipun mengetahui kewajibannya
•sering lalai mengingat Allah dan lebih disibukkan dengan urusan duniawi semata
•tidak tersentuh atau tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al Qur'an atau nasihat agama.
4. •bergaul dengan orang orang saleh yang dapat memberikan nasihat dan teladan yang baik
•berlatih mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada sebelum menanggapi
•membiasakan diri mengucapkan terimakasih dan menerima kritik sebagai bahan perbaikan diri.
5. •Memperbanyak istighfar dan bertaubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan
•bergaul dengan orang orang saleh dan aktif mengikuti majelis ilmu untuk menjaga kelembutan hati
•membaca Al Qur'an secara rutin disertai dengan tadabbur (merenungkan maknanya)
Sesuai dengan dalil QS.Ar-Ra'd ayat 28 yang menjelaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah
Tya Mawar Mauyura
BalasHapusXII IPA 2
1. Pengertian Keras Kepala dan Keras Hati
Keras Kepala: Sikap seseorang yang menolak untuk mengubah pandangan, keyakinan, atau tindakannya meskipun ada alasan atau bukti kuat yang menunjukkan bahwa dia salah. Orang yang keras kepala cenderung merasa paling benar dan sulit menerima masukan dari orang lain.
Keras Hati (Qaswatul Qalb): Kondisi spiritual atau batin seseorang di mana hatinya membatu, kaku, dan membeku, sehingga tidak tersentuh oleh kebenaran, nasihat baik, atau ayat-ayat Allah. Orang yang keras hati kehilangan rasa empati dan sulit merasa takut akan dosa.
2. Tanda-Tanda Sikap Keras Kepala
Menolak masukan: Selalu membantah argumen orang lain meskipun argumen tersebut benar dan logis.
Merasa paling benar: Menganggap pendapat pribadi sebagai satu-satunya kebenaran yang mutlak.
Sulit meminta maaf: Enggan mengakui kesalahan atau meminta maaf meskipun sadar tindakannya salah.
3. Tanda-Tanda Hati yang Keras (Qaswatul Qalb)
Malas beribadah: Merasa berat dan enggan untuk menjalankan kewajiban agama serta amal kebaikan.
Tidak tersentuh ayat Al-Qur'an: Hati tidak merasa bergetar atau takut saat mendengar lantunan ayat suci atau peringatan tentang akhirat.
Merasakan kekosongan jiwa: Mengalami kegelisahan yang terus-menerus dan tidak pernah merasa tenang atau puas (qana'ah).
4. Cara Menyembuhkan Sikap Keras Kepala
Belajar mendengarkan: Membiasakan diri untuk mendengar argumen orang lain secara objektif sebelum langsung membantahnya.
Menurunkan ego: Menyadari bahwa manusia tidak luput dari kesalahan dan ketidaktahuan.
Bermusyawarah: Sering melibatkan diri dalam diskusi sehat untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang.
5. Cara Menyembuhkan Hati yang Keras Beserta Dalilnya
Cara menyembuhkan hati yang keras adalah dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an dengan tadabur, serta menyayangi anak yatim dan orang miskin.
Dalil Penyembuh dengan Zikir & Al-Qur'an:Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra'd ayat 28:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ
Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Dalil Penyembuh dengan Menyayangi Anak Yatim:
Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadis:"Jika kamu ingin melunakkan hatimu, maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim." (HR. Ahmad).
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusniken melita
BalasHapus12 ipa 2
1. •Keras kepala: tidak mau menerima nasihat atau pendapat orang lain.
•Keras hati: sulit menerima kebenaran dan petunjuk Allah.
2.Tidak mau menerima nasihat.
• Merasa selalu benar.
• Tidak mau mengakui kesalahan.
3.• Sulit menerima nasihat.
• Lalai mengingat Allah.
• Tidak menyesal saat berbuat dosa.
4.Sikap keras kepala dapat disembuhkan dengan belajar rendah hati dan mau menerima nasihat. Caranya antara lain:
• Menyadari bahwa manusia bisa salah dan tidak selalu benar.
• Mau mendengarkan pendapat serta nasihat orang lain.
• Membiasakan diri mengakui kesalahan dan meminta maaf.
5. • Banyak berzikir dan membaca Al-Qur’an.
• Memperbanyak ibadah dan berdoa.
• Menjauhi dosa dan memperbanyak amal baik.
Dalil:QS. Ar-Ra'd ayat 28 yang menjelaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Nama : Nayla Rahmadita
BalasHapusKelas : XII IPA 2
1. Pengertian keras kapala dan keras hati :
• Keras kepala (al - 'inad) : keras kepala adalah sebuah sikap egois di mana seseorang menutup diri dan menolak mentah-mentah kebenaran, nasihat, atau masukan dari orang lain. Sikap ini biasanya didasari oleh rasa sombong, gengsi yang tinggi, dan perasaan bahwa dirinya selalu yang paling benar, sehingga tidak mau mengalah meski tau keputusannya keliru.
• Keras hati (qaswatul qalb) : Kondisi batin yang kaku, mati, dan tertutup dari hidayah. Orang yang keras hatinya kehilangan kelembutan jiwa sehingga sulit menerima nasihat agama dan tidak peka terhadap sekitarnya.
2. Tanda sikap keras kepala :
• Selalu merasa pendapatnya paling benar, sehingga sulit untuk menerima atau menghargai pendaat orang lain
• Enggan mengakui kesalahan atau meminta maaf
• Menolak nasihat dan mudah tersinggung
3. Tanda hati yang keras :
• Malas dan berat menjalankan ibadah kepada Allah
• Tidak merasa bersalah ketika melakukan maksiat
• Tidak tersentuh saat mendengarkan lantunan ayat ayat suci Al - Qur'an
4. Cara menyembuhkan sikap keras kepala : Dengan sering introspeksi diri (muhasabah) bahwa kita sebagai manusia pasti bisa salah. Kita juga harus belajar mendengarkan orang lain dengan lapang dada, berdoa minta diturunkan egonya (tawadhu'), bergaul dengan orang saleh, serta membiasakan berterima kasih saat diberi kritik agar bisa jadi bahan perbaikan diri.
5. Cara menyembuhkan hati yang keras beserta dalilnya : Dengan rajin membaca Al-Qur'an yang disertai dengan tadabbur (merenungkan makna dari setiap ayatnya), sering mengingat kematian dan kehidupan akhirat agar kita tidak terus-menerus terlena oleh tipu daya urusan dunia, memperbanyak istighfar memohon ampunan atas dosa-dosa, serta memperbanyak zikir. Hal ini didasarkan pada dalil QS. Ar-Ra'd ayat 28, yang secara jelas menegaskan bahwa hanya dengan mengingat Allah (berzikir), hati manusia akan menjadi tenang, tenteram, dan kembali lembut.
Jahra Syafiah Sahputra
BalasHapusXII IPA 2
1. Keras kepala adalah sikap orang yang susah dibilangin karena merasa dirinya sudah benar, tidak mau mendengar pendapat orang lain. Sedangkan keras hati adalah keaadan hati yang sudah sulit menerima nasihat.
2.
- enggan meminta maaf atau mengakui kesalahan
- sulit menerima kritik dan saran dari orang lain
- selalu merasa pendapatnyan yang paling benar
3.
- malas sholat
- sering melupakan Allah untuk kegiatan duniawi
- hatinya tidak tergerak untuk membaca ayat ayat suci Al Quran
4. Caranya dengan membiasakan diri intropeksi dan percaya semua manusia pasti punya salah. Belajar mendengarkan pendapat orang lain dan menerima pendapat orang lain
5. Cara menyembuhkan hati yang keras adalah dengan
mendekatkan diri kepada Allah melalui interaksi rutin dengan Al-Qur'an, zikir, mengingat kematian, beristighfar, serta berteman dengan orang-orang saleh.
الَّذِيْنَ امَنُوْا وَتَطْمَئِنّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّهِ الا بِذِكْرِ اللّهِ O.S ar-rad ayat 28
تَطْمَيِنّ الْقُلُوْبُ
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."
nike deza aulia
BalasHapusXII IPA 2
1• Pengertian Keras Kepala dan Keras Hati
• Keras Kepala (Al-'Inad): Sikap seseorang yang enggan atau menolak menerima kebenaran, nasihat, atau pendapat orang lain, padahal ia tahu bahwa hal tersebut benar. Sikap ini didasari rasa sombong, merasa paling benar, dan tidak mau mengalah.
• Keras Hati (Qaswatul Qalb): Kondisi hati yang sudah tumpul atau tidak mudah tersentuh oleh nasihat, ayat-ayat Allah, maupun peringatan. Hal ini membuat seseorang menjadi acuh pada kebenaran, malas beribadah, dan tidak takut melakukan dosa.
2• Tanda-tanda Sikap Keras Kepala:
• Menolak nasihat dan kritik meskipun disampaikan secara baik-baik.
• Selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima pandangan orang lain.
• Enggan meminta maaf atau mengakui kesalahan meski sudah jelas keliru.
3• Tanda-tanda Hati yang Keras / Qaswatul Qalb:
• Tidak tersentuh hatinya saat mendengar ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.
• Malas dan enggan menjalankan ibadah padahal tahu itu kewajiban.
• Tidak merasa bersalah atau takut saat melakukan dosa.
4• Cara Menyembuhkan Sikap Keras Kepala:
• Membiasakan introspeksi diri (muhasabah) dan menyadari bahwa manusia bisa salah.
• Berlatih mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada sebelum merespons.
• Mendekatkan diri kepada Allah lewat doa agar diberi kelembutan hati dan sikap tawadhu' (rendah hati).
• Bergaul dengan orang-orang saleh yang memberi nasihat dan teladan baik.
• Membiasakan diri mengucapkan terima kasih serta menerima kritik demi perbaikan diri.
5• Cara Menyembuhkan Hati yang Keras beserta Dalilnya:
• Membaca Al-Qur'an dan Tadabbur: Rutin membaca serta merenungkan makna ayat-ayat Al-Qur'an.
• Memperbanyak Zikir: Mengingat Allah agar hati menjadi tenang dan lembut, sesuai dengan dalil QS. Ar-Ra'd ayat 28 yang menjelaskan bahwa dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
• Mengingat Kematian dan Akhirat: Supaya hati kembali lunak dan tidak terbuai oleh dunia.
• Bertaubat dan Istighfar: Memperbanyak memohon ampun atas dosa yang telah diperbuat.
• Berkumpul dengan Orang Saleh: Aktif ikut majelis ilmu dan bergaul dengan orang-orang saleh untuk menjaga kelembutan hati.
Assalamualaikum
BalasHapusLentera Kirana 12.IPA 2
1. Pengertian kers kepala dan keras hati : Keras kepala (al-'inad) adalah sikap seseorang yang enggan menerima kebenaran, nasihat, atau pendapat orang lain, meskipun ia mengetahui bahwa hal tersebut benar. Sedangkan keras hati (qaswatul qalb) adalah kondisi hati yang tidak lagi mudah tersentuh oleh nasihat, ayat-ayat Allah, atau peringatan, sehingga orang itu tidak takut berbuat dosa.
2. Tanda-tanda keras kepala :
-Menolak nasihat dan kritik
-Selalu merasa pendapatnya paling benar
-Sulit menerima pendapat orang lain.
-Enggan meminta maaf atau mengakui kesalahan
-Sulit diajak berdiskusi karena selalu ingin menang sendiri.
-Mudah tersinggung apabila pendapatnya dibantah atau dikoreksi.
3. Tanda-tanda keras hati :
-Tidak tersentuh atau tergerak hatinya ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.
•Malas dan enggan melaksanakan ibadah.
•Tidak merasa bersalah atau takut ketika melakukan perbuatan dosa.
•Kurang memiliki rasa empati dan kepedulian terhadap penderitaan orang lain.
•Sering lalai mengingat Allah
4. Cara menyembuhkan sikap keras kepala : Membiasakan diri untuk introspeksi, menerima bahwa setiap manusia bisa salah, berlatih mendengarkan pendapat orang lain dengan lapang dada sebelum menanggapi, mendekatkan diri kepada Allah agar diberikan kelembutan hati dan sikap rendah hati (tawadhu'), bergaul dengan orang-orang saleh, membiasakan diri mengucapkan terima kasih dan menerima kritik sebagai bahan perbaikan diri.
5. Cara menyembuhkan hati yang keras, disertai dalilnya : Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur (merenungkan maknanya), memperbanyak zikir dan mengingat Allah, sesuai QS. Ar-Ra'd ayat 28
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram."
mengingat kematian dan akhirat agar tidak terlena dengan dunia, memperbanyak istighfar dan bertaubat, dan bergaul dengan orang-orang saleh
Nailah Firstya
BalasHapusXII IPA 2
1. keras kepala: tidak mau mendengarkan nasihat atau pendapat orang lain, dan merasa yang paling benar.
keras hati: hatinya tidak mudah tersentuh oleh nasihat atau perintah, dan ayat ayat Allah, sehingga seseorang cuek terhadap kebenaran dan tidak takut berbuat dosa.
2. • menolak nasihat meskipun disampaikan dengan cara yang baik.
• selalu merasa yang paling benar
• enggan meminta maaf dan tidak mau mengakui kesalahan
• sulit diajak diskusi karena ingin menang sendiri
• gampang tersinggung apabila pendapatnya dibantah
3. • tidak tersentuh hatinya ketika mendengar ayat ayat al quran dan nasihat agama
• malah beribadah
• tidak takut melakukan perbuatan dosa
• kurang memiliki rasa empati atau iba terhadap penderitaan orang lain
• lebih sibuk dengan urusan duniawi sampai lupa dengan Allah
4. dengan cara intropeksi diri, menerima pendapat orang lain dengan lapang dada, mendekatkan diri kepada Allah, menjaga pergaulan, biasakan ucapkan terimakasih dan menerima kritik.
5. dengan cara perbanyak baca al quran, berizikir seperti yg ada pada Q.S Ar ra'd ayat 28 menjelaskan bahwa hati menjadi tentram debgan mengingat Allah, perbanyak istighfar dan bertaubat, serta mengingat kematian dan akhirat agar hati kembali lunak.
Ferdinand Yulian Saputra
BalasHapusXII.F.A.2
1. Pengertian Keras Kepala dan Keras Hati
Keras Kepala: Perilaku atau sifat seseorang yang enggan mengubah pendapat, keputusan, atau tindakannya meskipun ada alasan, bukti, atau nasihat yang jelas dan logis dari orang lain. Sikap ini berfokus pada ketidakmauan untuk berkompromi.
Keras Hati (Qaswatul Qalb): Kondisi kejiwaan atau spiritual seseorang yang tertutup pintu hatinya dari kebenaran, sulit menerima kebaikan, serta tidak tersentuh oleh peringatan, empati, atau nilai-nilai keagamaan.
2. Tanda-Tanda Sikap Keras Kepala
Enggan mendengarkan: Selalu memotong pembicaraan atau mengabaikan saran dan masukan orang lain.
Menolak mengakui kesalahan: Bertahan pada posisinya meskipun argumennya sudah terbukti keliru.
Merasa paling benar: Menganggap pemikiran sendiri sebagai satu-satunya cara yang tepat dan memandang rendah pandangan orang lain.
3. Tanda-Tanda Hati yang Keras (Qaswatul Qalb)
Malas beribadah: Merasa berat dan tidak menikmati aktivitas ibadah atau kebaikan.
Tidak tersentuh peringatan: Mengabaikan musibah, kematian, atau nasihat keagamaan tanpa ada rasa takut atau cemas di dalam hati.
Minim empati: Acuh tak acuh terhadap penderitaan sesama dan mudah merasa iri, dengki, serta sombong.
4. Cara Menyembuhkan Sikap Keras Kepala
Melatih kesadaran diri (self-awareness): Menerima fakta bahwa manusia tidak selalu benar dan bisa membuat kesalahan.
Membuka diri untuk mendengarkan: Membiasakan diri mendengarkan pendapat orang lain secara utuh sebelum mengambil keputusan.
Menurunkan ego: Mengendalikan rasa gengsi dan belajar meminta maaf serta mengakui kesalahan secara terbuka.
5. Cara Menyembuhkan Hati yang Keras dan Dalilnya
Cara Menyembuhkan
Banyak mengingat Allah (zikir) dan membaca Al-Qur'an: Mengisi pikiran dan hati dengan kalimat-kalimat kebaikan.
Mengingat kematian dan menziarahi kubur: Menyadarkan diri akan sifat dunia yang sementara.
Mengasihi anak yatim dan menyantuni orang miskin: Melatih rasa empati dan melembutkan perasaan.
Dalil
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman mengenai penawar bagi hati: QS. Ar-Ra'd [13]: 28
"الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ"
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.
Khairan fa huwa khairullah XII IPA 2
BalasHapus1. Keras kepala adalah sikap seseorang yang sulit menerima nasihat, pendapat, atau kebenaran dari orang lain karena terlalu mempertahankan pendapat dan keinginannya sendiri. Keras hati adalah kondisi hati yang sulit menerima kebenaran, nasihat, dan petunjuk dari Allah SWT
2. Tanda’ sikap keras kepala, antara lain:
* Sulit menerima nasihat dari orang lain
* Selalu merasa pendapatnya paling benar
* Tidak mau mengakui kesalahan.
* Memaksakan kehendak kepada orang lain
3. Tanda’ hati yg keras, antara lain:
* Sulit menerima nasihat dan kebenaran
* Tidak tersentuh ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur’an
* Malas beribadah dan melakukan kebaikan
* Mudah melakukan perbuatan dosa tanpa merasa bersalah
4. Cara menyembuhkan sikap keras kepala adalah dengan belajar rendah hati, mau menerima nasihat dan kritik, menghargai pendapat orang lain, serta berusaha mengendalikan ego dan mengakui kesalahan
5. Cara menyembuhkan hati yg keras adalah dengan memperbanyak mengingat Allah SWT, membaca dan memahami Al-Qur’an, memperbanyak ibadah, berdoa, bertobat, serta bergaul dengan orang-orang saleh. Dalilnya terdapat dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28, yang menjelaskan bahwa dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenteram
Sela Nuraini
BalasHapusXII IPA2
1.-Keras kepala adalah sikap seseorang yang sulit menerima nasihat atau pendapat orang lain dan tetap mempertahankan pendiriannya meskipun pendapat tersebut kurang tepat.
-Keras hati adalah keadaan hati yang tidak mudah tersentuh oleh nasihat agama, ayat-ayat Al-Qur'an, atau peringatan tentang dosa dan akhirat, sehingga seseorang menjadi lalai dan sulit melakukan kebaikan.
2. - Tidak mau menerima nasihat atau pendapat orang lain.
- Tetap mempertahankan pendapat meskipun sudah terbukti salah.
- Sulit mengakui kesalahan dan meminta maaf.
- Merasa pendapatnya selalu benar.
3.- Tidak tergerak hatinya ketika mendengar ayat Al-Qur'an atau nasihat agama.
- Malas dan enggan melaksanakan ibadah meskipun mengetahui kewajibannya.
- Tidak merasa bersalah atau takut ketika melakukan dosa.
4. mau menerima nasihat, belajar menghargai pendapat orang lain, mengakui kesalahan, bersikap rendah hati, dan membiasakan diri untuk bermusyawarah**. Selain itu, kita perlu mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak membaca Al-Qur'an, berdoa, serta bergaul dengan orang-orang yang baik agar sikap keras kepala dapat berkurang.
5.Membaca dan mentadabburi Al-Qur'an secara rutin.
- Memperbanyak zikir dan mengingat Allah.
- Mengingat kematian dan kehidupan akhirat.
- Memperbanyak istighfar dan bertaubat dari dosa.
- Bergaul dengan orang-orang saleh dan mengikuti majelis ilmu.
Dalil: Allah berfirman dalam QS. Ar-Ra'd ayat 28:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
Andhika Putra Pratama
BalasHapusXII FA 2
1. Keras Kepala ; perilaku seseorang yang enggan mengubah pendapat, keputusan, atau tindakannya meskipun diperlihatkan bukti, argumen yang logis, atau kebenaran.
Keras Hati : Kondisi batin yang tumpul dan membatu. Hati yang keras sulit tersentuh oleh kebaikan, enggan menerima hidayah, tidak tersentuh oleh peringatan agama, serta tidak memiliki rasa empati terhadap sesama.
2. Enggan Mengakui Kesalahan, Selalu mencari alasan atau menyalahkan orang lain meskipun jelas-jelas dirinya yang salah, Menolak Mengubah Pendapat.
3. Tanda-Tanda Hati yang Keras ; Merasa Berat dan Malas Beribadah: Menganggap ibadah sebagai beban berat. Tidak Tersentuh oleh Peringatan dan Ayat-Ayat Allah, Hilangnya Rasa Empati dan Belas Kasih.
4. Cara Menyembuhkan Sikap Keras Kepala ;
-Menyadari bahwa kebenaran bisa datang dari siapa saja dan manusia tidak pernah sempurna.
-Membiasakan Diri Menjadi Pendengar yang Baik.
-Mengendalikan Emosi dan Ego.
5. Cara menyembuhkan hati yg keras dengan memperbanyak mengingat Allah SWT, membaca dan Al-Qur’an, memperbanyak ibadah, berdoa, bertobat, serta bergaul dengan orang-orang saleh. Dalilnya terdapat dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28, yang menjelaskan bahwa dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenteram