Senin, 11 November 2013

video mengaji

Makna Tilawah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ
“Sesungguhnya orang-orang bertilawah terhadap Kitab Allah”. (QS : Faatir [35] : 29)
Demikian juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
الَّذِينَ آَتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ
“Orang –orang yang Kami datangkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an), mereka bertilawah (membacanya) dengan benar”. (QS : Al Baqoroh [2] : 121)
Makna dari ayat ini mereka yang bertilawah Al Qur’an secara benar adalah dengan ittiba’/mengikutinya. Ibnul Qoyyim Rohimahullah mengatakan setelah memaparkan tilawah ada dua yakni tilawah lafdziyah dan tilawah makna[1], “Intinya tilawah yang hakiki adalah tilawah/membaca makna dari ayat-ayat Allah, ittiba’/mengikutinya, membenarkan semua beritanya, melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya, mematuhinya seluruh tuntunannya.
Kemudian Beliau Rohimahullah mengatakan , “Tilawah makna kedudukannya lebih mulia dari pada sekedar tilawah lafdziyah[2], dan orang yang mengerjakannya adalah orang yang dikatakan sebagai ahli Al Qur’an yang teruntuk bagi mereka pujian di dunia dan akhirat. Sesungguhnya mereka itulah yang dikatakan sebagai ahli tilawah dan ittiba’ yang sebenarnya”.[3]
Al Faaqir Ilaa Maghfiroti Robbihi

Abu Halim Budi bin Usman As Sijambali

[1] Dan dua tilawah inilah yang Beliau Rohimahullah namakan sebagai tilawah yang mutlaqoh tammah [tilawah yang sempurna]. [2] Syaikh ‘Ali bin Hasan Al Halaby hafidzahullah memberikan catatan kaki tentang perkataan Beliau Rohimahullah ini, “Dan hal inilah yang banyak diremehkan oleh kebanyakan qori’ secara khusus dan kaum muslimin secara umum”.[lihat ta’liq Beliau untuk Miftah Daris Sa’adah wa Mansyur Walayata Ahlil ‘Ilmi wal Irodah hal. 203]
[3] Penjelasan ini diringkas dari Miftah Daris Sa’adah wa Mansyur Walayata Ahlil ‘Ilmi wal Irodah hal. 202-203. Dar Ibnu ‘Affan, Kairo, Mesir, Cet. Pertama 1425 H [2004 M].Allahu A’lam bish Showab.

Tulisan Terkait


Tidak ada komentar:

Posting Komentar